Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.301,765
LQ45 627,165
Srikehati 306,330
JII 376,355
USD/IDR 17.877

Pengamat: Belanja Pemerintah Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Selasa, 28 Juli 2015 | 12:38 WIB
Pengamat: Belanja Pemerintah Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi
Ilustrasi Jakarta (Antara)

Suara.com - Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics Indonesia Hendri Saparini mengatakan percepatan realisasi belanja pemerintah menjadi kunci utama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2015 menjadi lebih tinggi. Pasalnya, pemerintah tidak bisa mengandalkkan belanja modal untuk infrastruktur demi menggenjot pertumbuhan ekonomi.

"Belanja modal itu hanya berperan 3,9 persen terhadap investasi.Kalau pemerintah ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih tinggi lagi, belanja pemerintah menjadi kunci utamanya. Kalau mengandalkan belanja modal tidak akan mampu untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tahun ini," kata Hendri dalam diskusi bertema Managing Economic Slowdown di Jakarta, Selasa (28/7/2015).

Selain itu, Hendri menjelaskan di tengah kondisi global yang memburuk seperti yang berlangsung saat ini sehingga mengganggu pendapatan ekspor, perekonomian hanya bisa mengandalkan belanja pemerintah.

"Kalau ekspor itu kontribusinya sangat minim sekitar 24 persen terhadap PDB itu pun tidak bisa diandalkan. Kenapa? Karena harga komoditas di pasar dunia sedang melemah. Apalagi Cina, yang menjadi mitra dagang Indonesia juga tengah mengalami perlambatan ekonomi. Makanya belanja pemerintah itu bisa jadi pendorong. Tapi sayang sampai saat ini penyerapan baru 33,3 persen di tahun ini. Makanya ini harus di pacu kalau mau mencapai target," katanya.

Oleh sebab itu, menurut Hendri, ekspansi anggaran lewat peningkatan belanja pemerintah, termasuk untuk infrastruktur, bisa jadi kontraproduktif terhadap perekonomian secara keseluruhan, terutama dalam jangka pendek.

"Jadi diharapkan di kuartal III ini penyerapan anggaran untuk terus di dorong dan dipercepat untuk mengembalikan kondisi ekonomi Indonesia menjadi lebih baik lagi," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi RI, Ini Saran Bank Dunia

Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi RI, Ini Saran Bank Dunia

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2015 | 14:46 WIB

Komisioner KPPU: Target Pertumbuhan Ekonomi Akan Sulit Tercapai

Komisioner KPPU: Target Pertumbuhan Ekonomi Akan Sulit Tercapai

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2015 | 13:17 WIB

Perekonomian Lambat, Indef: Tim Ekonomi Jokowi-JK Tidak Cakap

Perekonomian Lambat, Indef: Tim Ekonomi Jokowi-JK Tidak Cakap

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2015 | 16:35 WIB

Ini Cara Jokowi Mencapai Target Pertumbuhan Ekonomi 5,7 Persen

Ini Cara Jokowi Mencapai Target Pertumbuhan Ekonomi 5,7 Persen

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2015 | 06:42 WIB

Terkini

4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi

4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:25 WIB

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:17 WIB

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

×