Perekonomian Lambat, Indef: Tim Ekonomi Jokowi-JK Tidak Cakap

Arsito Hidayatullah, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 08 Mei 2015 | 16:35 WIB
Perekonomian Lambat, Indef: Tim Ekonomi Jokowi-JK Tidak Cakap
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2015. [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2015 hanya 4,7 persen year on year (yoy), atau melambat bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni 5,14 persen. Melambatnya pertumbuhan ekonomi ini berdampak pada daya beli masyarakat yang menurun.

Menanggapi hal tersebut, Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai ada dua faktor yang membuat kondisi perekonomian Indonesia melambat. Kedua faktor tersebut adalah faktor ekonomi dan non-ekonomi.

Direktur Eksekutif Indef, Enny Sri Hartati menjelaskan, untuk faktor ekonomi, hal itu karena dipengaruhi kondisi ekonomi global yang sedang begelojak. Sedangkan untuk faktor non-ekonomi yang turut mempengaruhi lambatnya perekonomian, di antaranya menurutnya adalah  tim ekonomi Kabinet Kerja Jokowi-JK yang dinilai tidak cakap dan tak seperti yang diharapkan.

"Kecakapan tim ekonomi ini yang menjadi persoalan. Pemerintah tak sigap mengantisipasi berbagai rintangan. Pemerintah hampir tidak melakukan apa-apa," ungkap Enny, saat ditemui di kantornya, Jumat (8/5/2015).

Menurut Enny lagi, lemahnya tim ekonomi Jokowi-JK selama ini antara lain karena tidak memiliki kalkulasi kebijakan ekonomi yang tepat untuk diterapkan. Hal ini mengakibatkan kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah justru berdampak negatif bagi masyarakat.

"Misalnya, di tim ekonomi terjadi lemahnya koordinasi kebijakan antarsektor. Ketiadaan kalkulasi kebijakan ekonomi yang tidak tepat berakibat memukul daya beli masyarakat," jelasnya.

Di sisi yang lain, menurut Enny, target-target yang ditetapkan juga dinilai terlalu tinggi. Selain itu, pemerintahan Jokowi-JK juga dinilainya sibuk mencari kambing hitam dalam menghadapi suatu persoalan.

Menurut Enny, meski proses transisi pemerintahan turut menyumbangkan dampak terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi, namun hal itu seharusnya sudah diantisipasi sejak awal. Dalam hal ini menurutnya, pemerintah cenderung hampir tidak melakukan apa-apa.

"Memang ada transisi pemerintah. Perombakan susunan kementerian dan lembaga menyebabkan perubahan nomenklatur yang berdampak pada keterlambatan realisasi anggaran. Tapi seharusnya sudah ada tindakan antisipasinya. Ini menunjukkan koordinasi lemah dan leadership lemah," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BPS Sebut Empat Hal yang Membuat Pertumbuhan Ekonomi Rendah

BPS Sebut Empat Hal yang Membuat Pertumbuhan Ekonomi Rendah

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2015 | 13:09 WIB

Terkini

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:44 WIB

×