Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pemerintah Ributkan Proyek 35 Ribu MW, IERS: Jangan Gaduh

Siswanto | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Minggu, 13 September 2015 | 17:38 WIB
Pemerintah Ributkan Proyek 35 Ribu MW, IERS: Jangan Gaduh
Direktur Eksekutif Institute for Essential Reform Fabby Tumiwa [suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Suara.com - Direktur Eksekutif Institute for Essential Reform Fabby Tumiwa mengimbau pemerintah agar tidak meributkan proyek listrik 35 ribu MW milik yang dicanangkan Presiden Joko Widodo, di muka umum. Pasalnya, kata dia, saat ini yang dibutuhkan masyarakat adalah kesiapan pemerintah memenuhi kebutuhan listrik.

“Masyarakat itu nggak perlu ada keributan yang seperti ini. kalau pemerintah mau rebut jangan diluar terus mengadakan konferensi pers. Yang penting soal listrik ini, kebutuhan masyarakat terpenuhi mengingat pertumbuhan masyarakat dan perekonomian terus berkembang. Listrik menjadi pokok yang sangat penting bagi kesejahteraan masyarakat,” kata Fabby saat ditemui di gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Minggu (13/9/2015).

Ia juga meminta pemerintah segera merealisasikan kebutuhan listrik di daerah yang selama ini belum teraliri setrum. Selain itu juga memenuhi rasio elektrifikasi di seluruh Indonesia yang terbilang masih kalah jika dibandingkan dengan negara-negara lain.

Pasalnya, jika pemerintah tidak segera memenuhi kebutuhan listrik, diperkirakan dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia akan mengalami krisis listrik.

"Rakyat butuhnya listrik, kalau tidak dipenuhi akan ada krisis padam, itu sangat mungkin terjadi. Bisa lancar jika kementerian terkait bersama PLN merealisasikan sebanyak mungkin dari 35 ribu MW," katanya.

Meski keluar berbagai anggapan, jika pemerintah membangun proyek 35 ribu MW akan kelebihan pasokan dan PLN akan menanggung kerugian, hal ini bisa diatur dengan menyesuaikan dari sistem yang ada di PLN.

"Walaupun ada kemungkinan over supply, bisa diatur, tapi jangan sampai kekurangan listrik," katanya.

Fabby  mengimbau pemerintah untuk tetap berkonsentrasi merealisasikan semua itu.

“Terserah caranya mau bagaimana. Yang penting di masyarakat itu mereka harus mendapatkan pasokan listrik. Karena penyediaan pasokan listrik ini sudah menjadi tugas dan tanggungjawab bagi pemerintah,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Target Listrik 35 Ribu MW Tidak Akan Direvisi

Target Listrik 35 Ribu MW Tidak Akan Direvisi

Bisnis | Senin, 07 September 2015 | 20:03 WIB

Bangun Listrik 35 Ribu MW, Menko Rizal: PLN Bisa Bangkrut

Bangun Listrik 35 Ribu MW, Menko Rizal: PLN Bisa Bangkrut

News | Senin, 07 September 2015 | 15:16 WIB

Terkini

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:31 WIB

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:14 WIB

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:58 WIB

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:48 WIB

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:36 WIB

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:31 WIB

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:26 WIB

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:19 WIB

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:14 WIB

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:04 WIB