Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.575.000
Beli Rp2.447.000
IHSG 5.643,194
LQ45 553,105
Srikehati 276,229
JII 331,154
USD/IDR 17.957

Akibat Kabut Asap, Jumlah Penumpang Pesawat Turun 1,20 Persen

Arsito Hidayatullah, Dian Kusumo Hapsari

Kamis, 01 Oktober 2015 | 14:50 WIB
Akibat Kabut Asap, Jumlah Penumpang Pesawat Turun 1,20 Persen
Landasan pacu tidak beroperasi karena diselimuti kabut asap di Bandara Sultan Syarif Kasim II, di Pekanbaru, Riau, Senin (14/9). (Antara/Rony Muharrman)

Suara.com - Berdasarkan data yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penumpang angkutan udara domestik pad Agustus 2015 mengalami penurunan sebesar 1,20 persen atau sekitar 6,3 juta penumpang.

Kepala BPS Suryamin mengatakan, penurunan jumlah penumpang yang paling besar terjadi di Bandara Kualanamu-Medan dan Soekarno-Hatta.

"Kalau di Kualanamu-medan itu penurunannya sebesar 2,59 persen. Kalau yang di Soeta itu 2,14 persen," kata Suryamin saat konferensi pers di kantornya, Kamis (1/10/2015).

Suryamin menjelaskan, penurunan jumlah penumpang yang terjadi Kualanamu-Medan tersebut lantaran adanya kabut asap yang mengganggu penerbangan di wilayang sekitar Sumatera tersebut.

"Karena ada kabut asap, makanya penggunaan angkutan udara menurun. Mereka kebanyakan jadi menempuh jalur darat. Sama halnya juga dari Jakarta pasti juga akan berimbas," katanya.

Selain membuat jumlah penumpang mengalami penurunan, dampak dari kabut asap juga membuat harga tiket pesawat mengalami penurunan tarif bawah. Hal ini telah memicu deflasi pada September 2015.

"Jadi Deflasi kita itu bulan ini sebesar 0.05 persen ini disebabkan adanya penurunan harga tiket tarif bawah. Penurunan terjadi di 30 kota IHK. Tertinggi itu di Palembang. Kami duga ya salah satu faktor pemicunya ini ada asap itu. Jadi penumpangnya kan berkurang," katanya.

Suryamin menjelaskan, dampak dari adanya kabut asap ini memberikan efek yang sangat luas, selain pada industri penerbangan, juga memberikan dampak terhadap perekonomian. Pasalnya wilayah Sumatera dan Kalimatan menjadi roda perekonomian yang sangat penting.

"Wilayah ini kan penghasil karet dan kelapa sawit. Nah, sekarang harga CPO dunia kan lagi turun, ditambah di Indonesia ada kebakaran hutan ini pasti akan berdampak kepada perekonomian," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kabut Asap Kiriman Selimuti Perairan Langkat, Kapal Bisa Tabrakan

Kabut Asap Kiriman Selimuti Perairan Langkat, Kapal Bisa Tabrakan

News | Rabu, 30 September 2015 | 23:16 WIB

Gara-gara Kabut Asap, Gibran Kecil Terkena Infeksi Paru

Gara-gara Kabut Asap, Gibran Kecil Terkena Infeksi Paru

News | Selasa, 29 September 2015 | 13:53 WIB

Seluruh Penerbangan dari Batam Ditunda

Seluruh Penerbangan dari Batam Ditunda

News | Selasa, 29 September 2015 | 09:25 WIB

Tangani Kebakaran Hutan, BNPB Tambah Armada Helikopter Bom Air

Tangani Kebakaran Hutan, BNPB Tambah Armada Helikopter Bom Air

News | Senin, 28 September 2015 | 21:04 WIB

Terkini

Tetap Berlaku Juli, Peresmian B50 Tunggu Jadwal Prabowo

Tetap Berlaku Juli, Peresmian B50 Tunggu Jadwal Prabowo

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:46 WIB

Mulai Hari Ini, Pedagang Online Wajib Punya NIB untuk Jualan di E-Commerce

Mulai Hari Ini, Pedagang Online Wajib Punya NIB untuk Jualan di E-Commerce

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:39 WIB

Tak Sampai 6.000, BBCA Diramal Hanya Bergarak Hingg level 5.900 Hari Ini

Tak Sampai 6.000, BBCA Diramal Hanya Bergarak Hingg level 5.900 Hari Ini

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:15 WIB

Media Lokal Kunci Percepatan Edukasi Ekonomi Sirkular di Daerah

Media Lokal Kunci Percepatan Edukasi Ekonomi Sirkular di Daerah

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:09 WIB

Mulai Hari Ini, Potongan Komisi Ojol Resmi Turun Jadi 8 Persen

Mulai Hari Ini, Potongan Komisi Ojol Resmi Turun Jadi 8 Persen

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:05 WIB

Cek Harga Dolar AS di Bank Himbara dan Swasta, Ada yang Jual Rp18.050

Cek Harga Dolar AS di Bank Himbara dan Swasta, Ada yang Jual Rp18.050

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:53 WIB

BBCA Undervalued, Saatnya Serok atau Harga Sahamnya Bisa Turun Lagi?

BBCA Undervalued, Saatnya Serok atau Harga Sahamnya Bisa Turun Lagi?

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:51 WIB

Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell

Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:28 WIB

Iran Tolak Temui Utusan AS, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

Iran Tolak Temui Utusan AS, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:10 WIB

Awal Bulan Juli, Rupiah Tertekan Lawan Dolar AS ke Level Rp17.980

Awal Bulan Juli, Rupiah Tertekan Lawan Dolar AS ke Level Rp17.980

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 09:32 WIB

×