Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.401,888
LQ45 632,283
Srikehati 308,081
JII 381,604
USD/IDR 17.820

Akibat Kabut Asap, Jumlah Penumpang Pesawat Turun 1,20 Persen

Arsito Hidayatullah, Dian Kusumo Hapsari

Kamis, 01 Oktober 2015 | 14:50 WIB
Akibat Kabut Asap, Jumlah Penumpang Pesawat Turun 1,20 Persen
Landasan pacu tidak beroperasi karena diselimuti kabut asap di Bandara Sultan Syarif Kasim II, di Pekanbaru, Riau, Senin (14/9). (Antara/Rony Muharrman)

Suara.com - Berdasarkan data yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penumpang angkutan udara domestik pad Agustus 2015 mengalami penurunan sebesar 1,20 persen atau sekitar 6,3 juta penumpang.

Kepala BPS Suryamin mengatakan, penurunan jumlah penumpang yang paling besar terjadi di Bandara Kualanamu-Medan dan Soekarno-Hatta.

"Kalau di Kualanamu-medan itu penurunannya sebesar 2,59 persen. Kalau yang di Soeta itu 2,14 persen," kata Suryamin saat konferensi pers di kantornya, Kamis (1/10/2015).

Suryamin menjelaskan, penurunan jumlah penumpang yang terjadi Kualanamu-Medan tersebut lantaran adanya kabut asap yang mengganggu penerbangan di wilayang sekitar Sumatera tersebut.

"Karena ada kabut asap, makanya penggunaan angkutan udara menurun. Mereka kebanyakan jadi menempuh jalur darat. Sama halnya juga dari Jakarta pasti juga akan berimbas," katanya.

Selain membuat jumlah penumpang mengalami penurunan, dampak dari kabut asap juga membuat harga tiket pesawat mengalami penurunan tarif bawah. Hal ini telah memicu deflasi pada September 2015.

"Jadi Deflasi kita itu bulan ini sebesar 0.05 persen ini disebabkan adanya penurunan harga tiket tarif bawah. Penurunan terjadi di 30 kota IHK. Tertinggi itu di Palembang. Kami duga ya salah satu faktor pemicunya ini ada asap itu. Jadi penumpangnya kan berkurang," katanya.

Suryamin menjelaskan, dampak dari adanya kabut asap ini memberikan efek yang sangat luas, selain pada industri penerbangan, juga memberikan dampak terhadap perekonomian. Pasalnya wilayah Sumatera dan Kalimatan menjadi roda perekonomian yang sangat penting.

"Wilayah ini kan penghasil karet dan kelapa sawit. Nah, sekarang harga CPO dunia kan lagi turun, ditambah di Indonesia ada kebakaran hutan ini pasti akan berdampak kepada perekonomian," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kabut Asap Kiriman Selimuti Perairan Langkat, Kapal Bisa Tabrakan

Kabut Asap Kiriman Selimuti Perairan Langkat, Kapal Bisa Tabrakan

News | Rabu, 30 September 2015 | 23:16 WIB

Gara-gara Kabut Asap, Gibran Kecil Terkena Infeksi Paru

Gara-gara Kabut Asap, Gibran Kecil Terkena Infeksi Paru

News | Selasa, 29 September 2015 | 13:53 WIB

Seluruh Penerbangan dari Batam Ditunda

Seluruh Penerbangan dari Batam Ditunda

News | Selasa, 29 September 2015 | 09:25 WIB

Tangani Kebakaran Hutan, BNPB Tambah Armada Helikopter Bom Air

Tangani Kebakaran Hutan, BNPB Tambah Armada Helikopter Bom Air

News | Senin, 28 September 2015 | 21:04 WIB

Terkini

Layanan Kesehatan NTT Dikebut Pulih Usai Gempa M7,7, RS Mobil Dikirim ke Nagekeo

Layanan Kesehatan NTT Dikebut Pulih Usai Gempa M7,7, RS Mobil Dikirim ke Nagekeo

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:47 WIB

Nekat Menambang Sembunyi-sembunyi, 5 Warga Tewas Tertimbun Longsor di Pohuwato

Nekat Menambang Sembunyi-sembunyi, 5 Warga Tewas Tertimbun Longsor di Pohuwato

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:41 WIB

Ada Skenario BI dan BRICS yang Disiapkan untuk Mengubah Peta Ekonomi Dunia

Ada Skenario BI dan BRICS yang Disiapkan untuk Mengubah Peta Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:34 WIB

Jakarta Hampir 3 Pekan Tak Hujan, Modifikasi Cuaca Terkendala Minim Awan

Jakarta Hampir 3 Pekan Tak Hujan, Modifikasi Cuaca Terkendala Minim Awan

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:31 WIB

Tecno Pova 8 Pro 5G Resmi Meluncur: Bawa Layar 144Hz, Dimensity 7400 Ultimate, dan Baterai 6.500 mAh

Tecno Pova 8 Pro 5G Resmi Meluncur: Bawa Layar 144Hz, Dimensity 7400 Ultimate, dan Baterai 6.500 mAh

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:30 WIB

Awas! Pengelola SPPG Bisa Dijerat Pasal Berlapis Jika Menu MBG Bikin Keracunan

Awas! Pengelola SPPG Bisa Dijerat Pasal Berlapis Jika Menu MBG Bikin Keracunan

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:24 WIB

Duka NTT, Gempa M7,7 Tewaskan 47 Orang dan Paksa 5.000 Warga Mengungsi

Duka NTT, Gempa M7,7 Tewaskan 47 Orang dan Paksa 5.000 Warga Mengungsi

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:24 WIB

Pasar Saham Pekan Ini Variatif, Kapitalisasi BEI Naik tapi Transaksi dan Volume Melemah

Pasar Saham Pekan Ini Variatif, Kapitalisasi BEI Naik tapi Transaksi dan Volume Melemah

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:19 WIB

Hampir Semua Layanan Publik di Jakarta Kini Gratis, Warga Diminta Ikut Awasi

Hampir Semua Layanan Publik di Jakarta Kini Gratis, Warga Diminta Ikut Awasi

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:14 WIB

Apakah Boleh Cuci Muka Pakai Air Hangat saat Mandi? Ini Penjelasannya

Apakah Boleh Cuci Muka Pakai Air Hangat saat Mandi? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:13 WIB

×