Suara.com - Tahukah Anda bahwa investasi tak selalu berupa emas dan properti, tetapi juga mata uang asing? Sebenarnya investasi valuta asing (valas) bukanlah hal baru, hanya saja memang tidak terlalu familier dan sepopuler investasi emas dan properti.
Di samping itu, investasi valuta asing sedikit lebih rumit karena membutuhkan kejelian dalam mengamati pergerakan nilai mata uang. Maklum saja, karena investasi valuta asing ini mengandalkan selisih konversi mata uang sebagai keuntungannya.
Meski begitu, investasi valas juga menyimpan potensi keuntungan yang menggiurkan. Pergerakan nilai mata uang yang fluktuatif dan adanya inflasi memberikan peluang yang menjanjikan untuk investasi di sektor ini.
Seiring dengan itu, investasi valuta asing juga tak lepas dari risiko kerugian yang cukup tinggi. Karena pergerakan mata uang dipengaruhi oleh banyak faktor, sehingga perubahannya sering kali tidak terduga, kadang stabil, tinggi, bahkan anjlok.
Jika tertarik untuk berinvestasi di sektor valas, ada baiknya Anda ikuti tujuh tips berikut agar keuntungan yang diperoleh bisa maksimal dan potensi kerugian minimal.
1. Kenali Seluk-Beluk Valas
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi valas, ada baiknya jika Anda mengenali seluk-beluk valas itu sendiri agar dapat meminimalkan risiko yang ada. Pahami istilah-istilah yang berhubungan dengan valas, seperti kurs jual, kurs beli, dan lainnya agar tidak salah dalam menentukan langkah. Selain itu, faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan valas seperti inflasi, suku bunga, serta kondisi ekonomi dan politik, juga penting untuk diketahui agar bisa mengambil keputusan yang tepat.
2. Kuasai Cara Bermain Valas
Orang yang telah menguasai bidang kerja akan bisa melaksanakan pekerjaannya dengan baik. Demikian pula dengan berinvestasi valas, Anda juga harus menguasai cara bermainnya agar dapat melihat situasi dan kondisi terkait pergerakan valas secara cermat. Dengan menguasai permainannya, Anda akan bisa menentukan kapan waktu yang tepat untuk membeli dan menjual valas sehingga bisa memperoleh keuntungan maksimal.
3. Amati Pergerakan Kurs Valas
Anda harus mengamati pergerakan kurs valas secara jeli. Kurs valas berhubungan dengan kurs jual dan kurs beli. Kurs jual adalah nilai atau harga yang ditawarkan oleh bank atau money changer untuk menjual mata uang asingnya kepada masyarakat. Sementara kurs beli yaitu nilai atau harga yang ditawarkan oleh bank atau money changer untuk membeli mata uang asing dari masyarakat. Jadi, jika Anda ingin membeli valas, maka harga yang digunakan adalah kurs jual. Sebaliknya, apabila Anda ingin menjual valas, harga yang digunakan adalah kurs beli.
4. Belilah Valas di Tempat Resmi
Tidak hanya rupiah yang dipalsukan, tetapi juga mata uang asing, utamanya dolar Amerika Serikat. Oleh sebab itu, belilah valas di tempat resmi seperti bank atau money changer yang telah berpengalaman dan terpercaya. Selain pemalsuan mata uang, investasi di sektor ini juga berisiko terhadap penipuan. Untuk mengantisipasinya, sebaiknya tidak bertransaksi valas secara online.
5. Simpan Valas di Tempat Aman
Sebagai objek investasi, mata uang asing juga harus dirawat baik-baik. Bukan agar bisa berlipat ganda, tetapi agar terjaga kondisinya dari kerusakan seperti terlipat, warna yang berubah, bahkan sobek. Kerusakan-kerusakan tersebut akan menurunkan nilai valas itu, bahkan tidak laku dijual. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda menyimpan valas di tempat aman, seperti di lemari besi atau bank.
6 . Aktif Membandingkan Kurs valas di Beberapa Tempat Resmi
Kurs jual dan beli di setiap bank atau money changer tidak selalu sama. Nah, untuk mendapatkan selisih kurs maksimal, Anda harus aktif membandingkan kurs valas antara bank atau money changer yang satu dengan yang lain. Untuk itu, Anda harus memiliki banyak referensi bank juga money changer dan selalu update pergerakan kurs di tempat-tempat transaksi valas tersebut.
7. Jual Valas di Saat yang Tepat
Kapan waktu yang tepat untuk menjual valas? Tentu saja ketika kurs jualnya melambung tinggi, sehingga selisih yang diperoleh sungguh menggiurkan. Nah, untuk bisa mengetahui tinggi rendahnya kurs jual, tentu Anda harus update pergerakannya setiap hari, bahkan setiap jam. Kurs mata uang asing bersifat fluktuatif dan perdagangannya di Indonesia menganut sistem free float alias mengambang bebas, di mana perubahan nilainya sangat tergantung pada permintaan dan penawaran pasar.
Tertarik investasi Valas?
Setelah mengetahui tipsnya, Anda bisa menentukan mata uang dari negara mana yang akan diinvestasikan. Dari banyaknya mata uang asing yang beredar, beberapa yang paling banyak diminati adalah dolar Amerika (USD), dolar Singapura (SGD), euro, dolar Australia (AUD), dan yen Jepang (JPY). Mana yang menarik bagi Anda?
Baca juga artikel Cermati lainnya:
Program Keluarga Harapan, Apa Manfaat yang Ditawarkan?
Cara Menghitung Bunga Kartu Kredit dan Ketentuannya
18 Peluang Bisnis yang Cocok Bagi Mahasiswa
| Published by Cermati.com |