Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Saudi Akan Selesaikan Ekspansi Ladang Minyak, Minyak Dunia Jatuh

Ririn Indriani

Selasa, 26 April 2016 | 08:26 WIB
Saudi Akan Selesaikan Ekspansi Ladang Minyak, Minyak Dunia Jatuh
Ilustrasi kilang minyak (Shutterstock).

Suara.com - Harga minyak dunia berakhir jatuh pada Senin (Selasa pagi WIB), di tengah kekhawatiran tentang peningkatan persediaan AS dan Arab Saudi melaporkan segera menyelesaikan proyek perluasan ladang minyak utama, sehingga berpotensi menambah pasokan global yang berlimpah.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni, turun 1,09 dolar AS (2,5 persen) menjadi ditutup pada 42,64 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Juni, patokan Eropa, berakhir di 44,48 dolar AS per barel, turun 63 sen (1,4 persen) dari penutupan Jumat pekan lalu.

Kedua kontrak telah mencatat kenaikan mingguan selama tiga minggu terakhir.

Phil Flynn dari Price Futures Group mencatat bahwa harga bergerak antara keuntungan dan kerugian pada Senin dalam volume ringan. "Mereka berbalik lebih rendah ketika Genscape, periset swasta, menyatakan peningkatan pasokan minyak mentah di Cushing, Oklahoma," kata Flynn.

Pasokan minyak mentah komersial AS saat ini mendekati tingkat tertinggi dalam sejarah dan para pedagang terus mengamati tingkat di terminal minyak Cushing, di mana persediaan dijadikan sebagai dasar harga untuk kontrak WTI. Departemen Energi AS melaporkan persediannnya pada Rabu.

Harga minyak turun pada Senin setelah data menunjukkan persediaan di sebuah pangkalan penyimpanan utama untuk minyak mentah AS naik tajam.

Perusahaan intelijen pasar Genscape mengatakan pada Senin bahwa stok di titik pengiriman Cushing, Oklahoma untuk minyak mentah berjangka AS naik 1.549.705 barel dalam pekan sampai 22 April.

Sementara Bloomberg News melaporkan bahwa perusahaan minyak milik negara Saudi, Aramco, akan menyelesaikan perluasan ladang minyak Shaybah pada akhir Mei, yang memungkinkan eksportir terbesar di dunia itu mempertahankan total kapasitas 12 juta barel per hari. Langkah ini akan meningkatkan kapasitas Shaybah dari 750.000 barel menjadi 1,0 juta barel per hari.

Laporan tersebut menimbulkan "kegelisahan pasar", kata Bernard Aw, analis IG Markets di Singapura.

"Jika Saudi meningkatkan produksi dengan jumlah yang cukup besar, tingkat harga 40 dolar AS akan mudah dipecahkan. Itu menciptakan masalah yang kita bahkan tidak akan melihat penyeimbangan kembali pasar minyak, bahkan pada paruh pertama tahun depan," katanya kepada AFP.

Secara terpisah Arab Saudi mengumumkan rencana reformasi luas untuk untuk menghentikan ketergantungan ekonominya pada minyak. Langkah-langkah termasuk penawaran umum saham mungkin kurang dari lima persen dari Aramco, yang seorang pangeran terkemuka katakan bernilai total dua triliun hingga 2,5 triliun dolar AS. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Negara Kaya Minyak Tak Temui Kesepakatan Pembekuan Produksi

Negara Kaya Minyak Tak Temui Kesepakatan Pembekuan Produksi

Bisnis | Senin, 18 April 2016 | 08:15 WIB

Harga Minyak Dunia Jatuh Jelang Pertemuan Doha

Harga Minyak Dunia Jatuh Jelang Pertemuan Doha

Bisnis | Sabtu, 16 April 2016 | 07:33 WIB

Harga Minyak Dunia Melonjak Dorong Penguatan Rupiah

Harga Minyak Dunia Melonjak Dorong Penguatan Rupiah

Bisnis | Jum'at, 15 April 2016 | 10:50 WIB

Harga Minyak Melonjak, Dolar AS Menguat Terhadap Yen

Harga Minyak Melonjak, Dolar AS Menguat Terhadap Yen

Bisnis | Rabu, 13 April 2016 | 07:35 WIB

Terkini

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:06 WIB

KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana

KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:52 WIB