Banyuwangi Akan Bangun 1.000 Homestay

Ririn Indriani Suara.Com
Sabtu, 09 Juli 2016 | 16:11 WIB
Banyuwangi Akan Bangun 1.000 Homestay
Salah satu wisata andalan di Banyuwangi, Pulau Merah 'surga' baru bagi peselancar.

Suara.com - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi dengan pemerintah desa menandatangani kesepakatan (memorandum of understanding), yang berisi pencanangan pembangunan 1.000 homestay (penginapan) untuk mendukung sektor pariwisata Banyuwangi.

Penandatanganan dilakukan  dalam acara Diaspora Banyuwangi, Jumat (8/7/2016).

Perjanjian kerja sama ini disaksikan langsung oleh Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya dan Bupati Banyuwangi, Azwar Anas. Selain itu, hadir pula Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko, Kapolres Banyuwangi, AKBP Budi Mulyanto, Dandim 0825 Banyuwangi, Letkol Robi Bulan, Kepala Pengadilan Banyuwangi, Timur Pradopo dan Kepala Kejaksaan Negeri Banyuwangi, AA Adnyana.

“Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong pembangunan homestay di daerah-daerah wisata untuk memberi alternatif tempat menginap bagi wisatawan. Kami bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) dan BTN (Bank Tabungan Negara) untuk mewujudkan 1.000 homestay di Banyuwangi,” ujar menpar, saat memberikan sambutan dalam acara halal bihalal Diaspora Banyuwangi, Banyuwangi, Jumat (8/7/2016).

Ada 17 desa/kelurahan yang ditunjuk sebagai area pengembangan homestay di Banyuwangi. Desa yang ditunjuk tersebut merupakan desa-desa yang memiliki potensi wisata dan kearifan lokal.

Desa tersebut antara lain di Kelurahan Temenggungan (Kecamatan Banyuwangi), Gombengsari (Kalipuro), Desa Bakungan dan Kampunganyar (Glagah), Banjar dan Tamansari (Licin), Kandangan (Pesanggaran), Sumberasri (Purwoharjo), dan Kalipait (Tegaldlimo).

Ke-17 kepala desa dan lurah dari desa-desa tersebut langsung menandatangani perjanjian kesanggupan untuk mengembangkan homestay yang berwawasan lingkungan.  

"Desainnya harus mencerminkan kearifan lokal dan bangunan yang khas Indonesia,”  kata Arief, yang meneruskan pesan Presiden Joko Widodo itu.

Soal skema pembiayaan, menteri yang merupakan mantan Dirut Telkom itu menjamin semuanya akan mudah dan murah. Ada sejumlah BTN yang ikut digandeng untuk membiayai program tersebut. Warga desa yang membangun homestay akan dibantu dengan cicilan dan bunga yang sangat ringan.

“Biayanya akan murah sekali. Skemanya, cukup membayar uang muka 1 persen dengan bunga tetap 5 persen. Tenornya hingga 20 tahun,” kata menteri, yang merupakan putra asli Banyuwangi itu.

Membantu Perekonomian Rakyat
Di kesempatan yang sama, Anas menyatakan optimistis dengan rencana ini, karena diyakini akan membantu perekonomian rakyat.

”Banyuwangi sangat mendukung program Kemenpar, yang berbasis masyarakat ini. Pengembangan wisatanya langsung melibatkan dan memberi manfaat bagi masyarakat. Ini pasti bisa meningkatkan ekonomi masyarakat di sekitar obyek wisata. Ke depan, arsitektur bangunan homestay akan dibuat dengan arsitektur bergaya Suku Using,” kata Anas.

Saat ini, warga Banyuwangi sudah mulai merasakan imbas positif dari geliat pariwisata. Pendapatan per kapita masyarakat Banyuwangi sudah melonjak sangat tinggi, dari Rp 20,8 juta pada 2010, melambung menjadi Rp 37,53 juta pada 2015.

Gairah peningkatan pariwisata juga ditunjukkan lewat lonjakan jumlah penumpang di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi yang mencapai 1.308 persen. Sebanyak 7.826 penumpang diangkut pada 2011 dan menjadi 110.234 penumpang  pada 2015.

“Dengan mengembangkan homestay, warga bisa menyewakannya ke wisatawan, sehingga bisa menambah pendapatan. Dengan besaran perekonomian yang terus membesar, dampak ke pendapatan per kapita masyarakat otomatis terdongkrak,” ujarnya.  

Pembangunan 1.000 homestay di Banyuwangi pun diyakini Anas akan berjalan mulus, karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi sudah memberdayakan warga untuk mengembangkan homestay secara bertahap. Warga yang mengembangkan homestay dilatih dengan melibatkan instruktur dari sejumlah hotel berbintang di Banyuwangi dan Bali.

"Warga sudah dilatih untuk menjalankan manajemen penginapan yang bagus, termasuk yang terakhir, ada pelatihan penyajian makanan khas Barat, seperti burger, agar bisa memenuhi permintaan wisatawan asing yang menginap," pungkasnya.


Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

Kemenpar Sasar Calon Pengantin Korsel

07 Juli 2016 | 17:02 WIB WIB

REKOMENDASI

TERKINI