Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Inklusi Keuangan Harus Dimulai Dari Sertifikasi Tanah

Adhitya Himawan

Sabtu, 10 September 2016 | 08:55 WIB
Inklusi Keuangan Harus Dimulai Dari Sertifikasi Tanah
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. (Suara.com/Doddy Rosadi)

Pemerintah bertekad meningkatkan Indeks Keuangan Inklusif yang pada 2014 baru mencapai 36 persen menjadi 75 persen pada 2019. Posisi Indonesia memang sedikit lebih baik dari Filipina dan Vietnam yang baru mencapai 31 persen, tapi masih kalah dengan India (53 persen), Thailand (78 persen), dan Malaysia (81 persen).

“Ini memang target yang cukup ambisius,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat memimpin Rapat Koordinasi tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI), Jumat (9/9/2016) di Jakarta. Hadir dalam rakor antara lain Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad.

Untuk mencapai target 75 persen pada 2019 itu, pemerintah menetapkan 5 (lima) pilar sebagai penyangga SNKI. Yang pertama adalah edukasi keuangan yang melibatkan OJK, pemerintah dan BI. Kedua, hak properti masyarakat (public property rights). “Paling utama dari pilar ini adalah sertifikasi tanah rakyat dengan backbone Kementerian ATR/BPN,” ujar Darmin.

Pilar ketiga adalah fasilitas intermediasi dan saluran distribusi keuangan yang akan lebih banyak dijalankan OJK. Keempat, layanan keuangan pada sektor pemerintah. Di sini, bantuan sosial akan dikembangkan melalui keuangan inklusif. Transformasi subsidi dari pemerintah juga akan masuk melalui pilar ini dengan backbone Kementerian Sosial dan BI. Pilar terakhir berkaitan dengan perlindungan konsumen melalui kerjasama OJK, BI, dan pemerintah.

“Ada satu lagi yang tidak muncul secara eksplisit di sini, yakni e-commerce, yang akan fokus pada pengembangan start-up dan UKM,” tambah Darmin.

Untuk merealisasikan target dalam SNKI itu, Menko Darmin menekankan perlunya pembentukan kelompok kerja (working group), action plan serta time frame yang jelas. “Desain program ini harus segera dirampungkan kemudian dilaksanakan secara jelas, efektif dan efisien,” tegasnya.

Masalah penting dalam SNKI salah satunya adalah kepemilikan sertifikat tanah. “Keuangan inklusif memang harus dimulai dari program sertifikasi tanah. Ini memang pekerjaan luar biasa besar. Karena dengan adanya sertifikat tanah, perbankan akan lebih leluasa dan mudah memberikan kredit kepada rakyat. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) nantinya juga harus lebih menyasar ke kalangan produsen kecil. Sedangkan untuk kalangan pedagang kita batasi, kecuali fintech dan e-commerce,” tambah Darmin. Menurut Darmin, sertifikasi tanah secara nasional baru mencapai sekitar 50 persen.

Menanggapi soal itu, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil menyatakan sedang menyusun sistem pertanahan secara digital. “Pemerintah memiliki anggaran Rp 40 triliun yang tersebar di berbagai K/L untuk pengembangan IT. Ditambah USO (Universal Service Obligation) dari Kemenkominfo yang sebesar Rp 2 triliun per tahun, program ini akan bisa terlaksana,” kata Sofyan sembari menambahkan pihaknya sedang mempersiapkan pencetakan dua ribu tenaga juru ukur non-PNS untuk mempercepat program sertifikasi tanah. “Kita akan mulai dengan Jakarta, Surabaya, dan Batam hingga mencapai 100% pada 2017,” tambahnya.

Sedangkan Menkominfo Rudiantara menyatakan optimistik pemerintah bisa mencapai target peningkatan Indeks Keuangan Inklusif dengan membangun infrastruktur telekomunikasi di seluruh Nusantara hingga 2019. “Kalau untuk Jawa, Bali, dan Lombok infrastrukturnya akan selesai akhir tahun ini,” kata Rudiantara.

Optimisme serupa disampaikan Gubernur BI Agus Marto yang menyatakan penyaluran berbagai program bantuan sosial dalam bentuk transaksi non-tunai sangat bisa dilaksanakan. “Model yang dikembangkan Menteri Sosial dan perbankan ini efektif karena sederhana dan bersifat non tunai, di samping berjalan secara inter-operate dan inter-connected. Kita hanya perlu koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika yang sudah memiliki roadmap melakukan terobosan ini,” ujarnya.

Menteri Sosial Khofifah menandaskan program penyaluran bantuan sosial ini bahkan sudah berjalan di 17 kota dengan membagikan kartu plus buku tabungan kepada sekitar 665 ribu orang. “Dari biaya transfer saja, kita bisa menghemat sekitar Rp 122 miliar,” kata Khofifah.

Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad menggarisbawahi pentingnya melakukan pendekatan hybrida untuk memperluas inklusi keuangan. “Yang terjadi sekarang adalah persaingan antara telco dengan perbankan. Karena itu perlu ada sebuah kebijakan yang clear bagi semua pihak,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cermati Peroleh Pendanaan 1,9 Juta Dolar AS

Cermati Peroleh Pendanaan 1,9 Juta Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 09 September 2016 | 13:38 WIB

Ini Jenis Instrumen Investasi untuk Tampung Dana Repatriasi

Ini Jenis Instrumen Investasi untuk Tampung Dana Repatriasi

Bisnis | Selasa, 06 September 2016 | 18:13 WIB

Ketersediaan Lahan Penting untuk Jamin Ketersediaan Pangan

Ketersediaan Lahan Penting untuk Jamin Ketersediaan Pangan

Bisnis | Jum'at, 02 September 2016 | 19:07 WIB

Industri Sawit Komitmen Cegah Kebakaran Hutan

Industri Sawit Komitmen Cegah Kebakaran Hutan

Bisnis | Jum'at, 02 September 2016 | 13:07 WIB

BI: Baru 36 Persen Penduduk Dewasa Punya Rekening Bank

BI: Baru 36 Persen Penduduk Dewasa Punya Rekening Bank

Bisnis | Kamis, 01 September 2016 | 18:08 WIB

OJK & BPS Sepakati Kerjasama Statistik dan Keuangan

OJK & BPS Sepakati Kerjasama Statistik dan Keuangan

Bisnis | Rabu, 31 Agustus 2016 | 10:58 WIB

BI Peringatkan Modus Penipuan Janji Pelunasan Kredit

BI Peringatkan Modus Penipuan Janji Pelunasan Kredit

Bisnis | Rabu, 31 Agustus 2016 | 10:50 WIB

GO-PAY Permudah Akses Sektor Informal dan UKM ke Jasa Keuangan

GO-PAY Permudah Akses Sektor Informal dan UKM ke Jasa Keuangan

Bisnis | Selasa, 30 Agustus 2016 | 20:22 WIB

Dukung Pencapaian SDGs, OJK Gandeng UNDP

Dukung Pencapaian SDGs, OJK Gandeng UNDP

Bisnis | Selasa, 30 Agustus 2016 | 20:10 WIB

Sambut IFFC 2016, BRI Bikin BRI Digital Booth

Sambut IFFC 2016, BRI Bikin BRI Digital Booth

Bisnis | Selasa, 30 Agustus 2016 | 14:32 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×