Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Lebih 2 Juta Tenaga Kerja di Indonesia Terserap Tahun Ini

Adhitya Himawan | Suara.com

Minggu, 09 Oktober 2016 | 00:05 WIB
Lebih 2 Juta Tenaga Kerja di Indonesia Terserap Tahun Ini
Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri (suara.com/Siswanto)

Jumlah serapan tenaga kerja di Indonesia melampaui target dua juta angkatan kerja selama 2016, kata Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dakiri, di Sawahlunto, Sumatera Barat, Jumat malam (7/10/2016).

"Sebagian besar terserap diberbagai bidang usaha kecil menengah dan besar seperti kepariwisataan, perdagangan, infrastruktur, maritim, industri kreatif dan lain sebagainya yang selaras dengan strategi pembangunan nasional," kata dia.

Dalam hal tersebut, pihak Kementerian Tenaga Kerja memiliki peranan untuk menyiapkan tenaga-tenaga terampil melalui pelatihan-pelatihan yang bertujuan untuk memastikan angkatan kerja yang ada bisa masuk ke pasar kerja di berbagai industri dan wirausaha.

Ia berharap setiap daerah melakukan terobosan-terobosan baru dibidang ketenagakerjaan, salah satunya dengan fokus menggali secara mendalam tentang potensi-potensi unggulan yang bersumber dari kearifan lokal serta mempromosikannya secara tepat.

"Dengan demikian arah kebijakan ketenagakerjaan dan dunia usaha bisa semakin meningkat kualitasnya dan mampu memberikan efek positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat secara umum," imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Sawahlunto, Ali Yusuf, mengatakan saat ini pihaknya terus mendorong pertumbuhan industri kerajinan untuk menunjang pengembangan potensi kepariwisataan di kota itu.

"Hingga saat ini telah terjadi penambahan jumlah angkatan kerja sekitar seribu orang yang telah dilatih menjadi usahawan baru untuk meningkatkan taraf hidupnya setelah kota ini bertransformasi dari daerah penghasil batubara menjadi salah satu tujuan wisata pasca semakin menipisnya deposit bahan mineral tersebut setelah diproduksi sejak ditemukan pada 1888 masehi," jelasnya.

Untuk menyangga ketersediaan pasar bagi pengrajin, pihaknya gencar menyelenggarakan berbagai kegiatan berskala lokal nasional dan intenasional yang dipusatkan pelaksanaannya di kota itu.

Sehingga kegiatan yang dilakukan itu mampu berkembang sebagai rangsangan pertumbuhan secara berantai untuk meningkatkan jumlah perputaran uang di kota itu.

"Sejauh ini upaya yang telah dilakukan itu cukup membuahkan hasil dan telah memberikan kontribusi cukup besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat pengrajin, kata dia. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Komisi IX DPR Gelar RDP dengan BNP2TKI

Komisi IX DPR Gelar RDP dengan BNP2TKI

DPR | Senin, 03 Oktober 2016 | 16:57 WIB

Malaysia Akhirnya Komitmen Lindungi TKI

Malaysia Akhirnya Komitmen Lindungi TKI

Bisnis | Sabtu, 24 September 2016 | 00:19 WIB

RUU Jasa Konstruksi Perketat Izin Kerja Pekerja Asing

RUU Jasa Konstruksi Perketat Izin Kerja Pekerja Asing

Bisnis | Kamis, 01 September 2016 | 16:33 WIB

Kualitas Pekerja Konstruksi di Indonesia Masih Rendah

Kualitas Pekerja Konstruksi di Indonesia Masih Rendah

Bisnis | Selasa, 30 Agustus 2016 | 15:09 WIB

Indonesia-CEPA Segera Teken Kerja Sama Tenaga Kerja

Indonesia-CEPA Segera Teken Kerja Sama Tenaga Kerja

Bisnis | Minggu, 28 Agustus 2016 | 19:38 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB