Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Puan: Tingkat Penganggguran Tahun Ini Capai 5,5 Persen

Adhitya Himawan, Nikolaus Tolen

Senin, 24 Oktober 2016 | 14:14 WIB
Puan: Tingkat Penganggguran Tahun Ini Capai 5,5 Persen
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani. (suara.com/Bagus Santosa)

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani mengatakan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia terus meningkat selama dua tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden, Jusuf Kalla. 

Kata Puan, kalau sebelumnya IPM Indonesia hanya mencapai angka 68,8 pada Tahun 2014, pada Tahun 2016 ini IPM-nya sudah naik 0,75 poin menjadi 69,55.

"Untuk masalah kualitas hidup, indikator makro menetapkan bahwa IPM ditahun 2019 menetap sasaran sebesar 76,3,' kata Puan saat menyampaikan hasil kerja selama dua tahun pemerintahan Jokowi-JK di gedung Bina Graha, Kementerian Sekretariat Negara, jalan Medan Merdeka Utara, Senin (24/10/2016).

Adapun faktor yang ikut mendukung meningkatnya IPM tersebut adalah faktor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat atau hidup layak. Menurutnya, Indeks Gini yang merupakan indikator tingkat ketimpangan pendapatan secara menyeluruh tetap menetapkan sasaran di angka 0,36 pada Tahun 2019. Namun, pada Tahun 2016 ini indeks tersebut sudah mencapai angka 0,39 dari Tahun sebelumnya (2015) 0,40.

"Target tingkat kemiskinan yang di Tahun 2019 diupayakan mencapai angka 9-10 persen, di Tahun 2016 ini telah menyentuh angka 10,18 persen, jika dibandingkan dengan Tahun 2015 lalu yaitu sekitar 11,2, persen. Sementara tingkat pengangguran di Tahun 2019 ditarget pada angka 5,2-6,5 persen, di Tahun 2016 ini, sudah mencapai 5,5 persen dari 6,18 persen Tahun 2015 lalu," kata Puan.

Sementara di bidang kesehatan dan program perlindungan sosial berupa jaminan kesehatan khususnya untuk penerima bantuan di Tahun 2019, kata dia ditetapkan supaya dapat menyerap sekitar 40 persen penduduk miskin. Menurut Putri Megawati Soekarno Putri tersebut mengatakan bahwa serapan dari program tersebut sudah mencapai 37 persen atau sekitar 92,4 juta jiwa.

"IPM Indonesia telah meningkat karena didorong oleh program pendidikan yang mencerdaskan, berbudaya, dan produktif, serta program peningkatan kesehatan dan kesejahteraan keluarga Indonesia," katanya.

Sementara Indeks Kesehatan sendiri kata Politisi PDI Perjuangan tersebut juga mengalami peningkatan selama dua tahun di bawah kepemerintahan Jokowi-JK. Peningkatan angka 0,82 persen kata Puan dicapai melalui mekanisme tiga pilar yakni, mengubah cara pandang tentang kesehatan atau paradigma sehat, peningkatan pelayanan kesehatan, dan membangun jaminan kesehatan Nasional.

"Indeks pendidikan juga meningkat menakdi 0,82 karena terus diupayakan akses dan infrastruktur pendidikan agar terus meningkat, meningkatkan tingkat penyebaran guru hingga 10 kali lipat ke daerahtertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), penguatan kebudayaan dalam pendidikan, dan meningkatkan kapabilitas masyarakat melalui pendidikan vokasi," kata Puan.

Selain itu langkah lain yang telah dilakukan kementerian dibawah koordinasi Kementerian PMK adalah dengan mendorong upaya percepatan penanggulangan  melalui program Keluarga Harapan yang menyasar sekitar enam juta Kepala Keluarga melalui Program Rastra, menyediakan dana untuk penerima bantuan iuran, program Indonesia pintar, layanan sosial bagi 54.595 penyandang di dan 54.140 kaum lansia.

"Upaya perlindungan perempuan dan anak juga terus dikedepankan. Hingga dua tahun ini, Kemenko PMK telah berhasil mengawal Perppu Nomor. 1/2016 atau yang dikenal dengan Perppu Kebiri menjadi Undang-undang. Data BPS Tahun 2016 menunjukkan bahwa Indeks Pembangunan gender telah meningkat dari 69,6 persen menjadi 91,03 persen, sementara," kata Puan.

Oleh karena itu, Kemenko PMK akan terus berperan aktif dalam meningkatkan kapasitas manusia. Salah satu cara yang ditempuh adalah  dengan gencar menyuarakan gerakan Nasional Revolusi Mental yang menekankan asas etos kerja, integritas, dan gotong royong dimana agen revolusi mental menjadi pelopor kebaikan, kemajuan, dan kebersamaan di lingkungan masing-masing.

"Menuju Tahun 2019 atau hingga berakhirnya Kabinet Kerja, Kemenko PMK akan terus meningkatkan pembangunan masyarakat dan produktivitasnya, antara lain dengan upaya penurunan resiko bencana, kompetensi SMK berakreditasi, SMA berakreditasi minimal B, dan meningkatkan jumlah tenaga kerja keahlian menengah yang kompeten,"kata Puan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Puan Klaim Kemiskinan Menurun Selama Jokowi-JK Memimpin

Puan Klaim Kemiskinan Menurun Selama Jokowi-JK Memimpin

News | Senin, 24 Oktober 2016 | 12:18 WIB

Rakor Dana Desa

Rakor Dana Desa

Foto | Rabu, 19 Oktober 2016 | 16:21 WIB

Luhut Optimis Pulau Jawa Sepenuhnya Terhubung Jalan Tol di 2019

Luhut Optimis Pulau Jawa Sepenuhnya Terhubung Jalan Tol di 2019

Bisnis | Senin, 03 Oktober 2016 | 19:08 WIB

BCA Tingkatkan Skill Mahasiswa untuk Hadapi Dunia Kerja

BCA Tingkatkan Skill Mahasiswa untuk Hadapi Dunia Kerja

Bisnis | Sabtu, 01 Oktober 2016 | 17:13 WIB

Pemerintah Perkuat SDM Bidang Kemaritiman

Pemerintah Perkuat SDM Bidang Kemaritiman

Bisnis | Jum'at, 30 September 2016 | 04:00 WIB

Tingkat Kemiskinan Masih Tinggi

Tingkat Kemiskinan Masih Tinggi

Foto | Selasa, 20 September 2016 | 16:12 WIB

Rizal Ramli Kritik Kemiskinan di Jakarta Akibat Pembangunan

Rizal Ramli Kritik Kemiskinan di Jakarta Akibat Pembangunan

News | Kamis, 15 September 2016 | 14:42 WIB

Puan Bocorkan Kapan PDIP Umumkan Calon Gubernur Jakarta

Puan Bocorkan Kapan PDIP Umumkan Calon Gubernur Jakarta

News | Rabu, 14 September 2016 | 15:51 WIB

Pemerintah Terima Usulan DPR Perluas Kewenangan BPOM

Pemerintah Terima Usulan DPR Perluas Kewenangan BPOM

News | Rabu, 14 September 2016 | 13:04 WIB

Jokowi: Jumlah Orang Miskin di ASEAN Masih 120 Juta Orang

Jokowi: Jumlah Orang Miskin di ASEAN Masih 120 Juta Orang

Bisnis | Kamis, 08 September 2016 | 12:56 WIB

Terkini

BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri

BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:10 WIB

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:41 WIB

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:39 WIB

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:35 WIB

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:40 WIB

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:35 WIB

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:29 WIB

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:20 WIB

Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya

Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:13 WIB

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:33 WIB