Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Jokowi: Soal Pangan, Indonesia Harus Mampu Berkompetisi

Angelina Donna

Sabtu, 29 Oktober 2016 | 19:30 WIB
Jokowi: Soal Pangan, Indonesia Harus Mampu Berkompetisi
Presiden Jokowi dalam Rakor dengan Gubernur di Istana Negara, Jakarta, Kamis (20/10/2016). [Dok Biro Setpres/Laily Rachev]

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Indonesia harus mampu berkompetisi dengan negara-negara lain yang berkaitan dengan tiga hal antara lain soal pangan.

"Saya akan menyampaikan apa adanya, betapa sekarang ini, kompetisi antarnegara betul-betul sengit," kata Jokowi di sela menghadiri acara puncak peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-36 2016 di Alun-alun Komplek Perkantoran Terpadu Pemerintah Kabupaten Boyolali, Sabtu (29/10/2016).

Menurut Presiden Jokowi Indonesia ke depan ada tiga hal yang akan diperebutkan karena orang semakin banyak, yakni pertama yang berkaitan dengan pangan, energi, dan air.

Presiden mengatakan tiga hal tersebut mulai sekarang harus diantisipasi, disiapkan, dan direncanakan dengan baik.

Indonesia merupakan negara yang terdiri dari besar 17 ribu pulau dan memiliki tanah subur.

Presiden mengatakan Indonesia pada tahun lalu beras, kedelai, jagung, buah-buah, gula, dan lain lainnya selalu dan terus melakukan impor.

Namun, Presiden sekarang sudah optimistis jika semua bekerja keras untuk meningkatkan prosduksi, maka tidak ada lagi impor pangan di Indonesia.

Presiden mengatakan selain bersaing berkaitan dengan pangan, semua negara juga akan merebutkan soal air, dan Indonesia sekarang sedang proses membangun sebanyak 49 waduk besar di seluruh Tanah Air.

"Kita mulai tahun depan juga membangun ribuan titik embung-embung. Kita melihat kunci air ini, yang akan mengairi tanaman-tanaman para petani," kata Presiden.

Namun, Presiden tetap meyakini khusus pangan jika kerjanya seperti sekarang secara terus-menerus misalnya komoditas jagung pada 2018 tidak ada impor lagi.

Presiden mengatakan Indonesia merupakan negara besar yang memiliki tanah subur kenapa tidak mampu melakukan swasembada pangan, artinya ada yang keliru.

"Hal ini, yang harus kita benahi, dan kita yakin mampu melakukan Indonesia ke depan menjadi swesembada pangan," kata Presiden.

Presiden berharap semua peserta yang hadir dalam peringatan HPS ke-36 di Boyolali untuk bekerja keras lebih fokus mengembangkan produksi di beberapa daerah provinsi antara lain seperti Nusa Tenggara Barat, Bima, Gorontalo, Nusa Tenggar Timur, dan Jatim yang sebelumnya mengalami peningkatan.

Presiden minta komonitas jagung agar lebih fokus dikembangkan dibeberapa daerah saja, dicek dan dikontrol agar hasilnya meningkat, sehingga jagung tidak lagi mendatangkan dari luar negeri.

Presiden juga meminta agar gula segera dibenahi, sehingga tidak lagi melakukan impor dari luar negeri. Lahan tanaman tebu yang masih kurang luasnya segera dikejar agar gula tidak impor lagi. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Akan Pimpin Langsung Komite Nasional Keuangan Syariah

Jokowi Akan Pimpin Langsung Komite Nasional Keuangan Syariah

Bisnis | Sabtu, 29 Oktober 2016 | 07:21 WIB

Presiden Jokowi Beri Penghormatan Terakhir untuk Raja Thailand

Presiden Jokowi Beri Penghormatan Terakhir untuk Raja Thailand

News | Selasa, 25 Oktober 2016 | 02:02 WIB

Presiden Payungi Gubernur, Kapolda Dipalak Bawahan

Presiden Payungi Gubernur, Kapolda Dipalak Bawahan

News | Kamis, 20 Oktober 2016 | 19:39 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Jokowi, Ekonomi Berkeadilan Belum Terwujud

Dua Tahun Pemerintahan Jokowi, Ekonomi Berkeadilan Belum Terwujud

DPR | Selasa, 18 Oktober 2016 | 10:24 WIB

Presiden Pertimbangkan Lagi Arcandra Sebagai Menteri ESDM

Presiden Pertimbangkan Lagi Arcandra Sebagai Menteri ESDM

News | Kamis, 13 Oktober 2016 | 23:16 WIB

Presiden Jokowi Berduka Cita Atas Wafatnya Raja Thailand

Presiden Jokowi Berduka Cita Atas Wafatnya Raja Thailand

News | Kamis, 13 Oktober 2016 | 22:02 WIB

Terkini

Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?

Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:02 WIB

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 19:34 WIB

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:57 WIB

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:36 WIB

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:51 WIB

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:25 WIB

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:55 WIB

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:07 WIB

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:51 WIB

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:39 WIB

×