Impor Banjiri Pasar, Pemerintah Siapkan Penyesuaian Kebijakan untuk Lindungi UMKM

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:22 WIB
Impor Banjiri Pasar, Pemerintah Siapkan Penyesuaian Kebijakan untuk Lindungi UMKM
Menteri Perdagangan Budi Santoso bahkan membuka peluang penyesuaian kebijakan impor terhadap produk-produk yang dianggap mengganggu penjualan UMKM dalam negeri. Foto Fakhri-Suara.com
baca 10 detik
  • Impor dinilai mulai menekan penjualan UMKM dalam negeri.
  • Pemerintah akan memetakan produk impor yang mengganggu UMKM.
  • Kebijakan impor berpeluang disesuaikan berdasarkan kebutuhan domestik.

Suara.com - Pemerintah mulai menyoroti derasnya arus produk impor yang dinilai semakin menekan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di pasar domestik. Menteri Perdagangan Budi Santoso bahkan membuka peluang penyesuaian kebijakan impor terhadap produk-produk yang dianggap mengganggu penjualan UMKM dalam negeri.

Budi mengatakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah berdiskusi dengan Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengenai berbagai produk impor yang dikeluhkan pelaku UMKM. Pemerintah kini akan mengidentifikasi komoditas yang dinilai menjadi penghambat pemasaran produk lokal.

"Ya jadi kalau impor kan ada tiga, tiga kebijakan ya. Kebijakannya, impor itu ada yang bebas, ya. Kemudian impor yang dilarang, ya. Dilarang itu berarti sama sekali tidak boleh diimpor," kata Budi saat ditemui dalam peluncuran Akselerasi Produk Lokal Shopee di Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, selain impor bebas dan impor yang dilarang, terdapat kategori impor yang diatur pemerintah. Produk dalam kategori tersebut tidak bisa begitu saja masuk ke Indonesia karena membutuhkan rekomendasi dari kementerian teknis terkait.

"Kemudian ada yang diatur. Impor yang diatur ini ketika dia impor harus mendapatkan apa namanya, rekomendasi ya, rekomendasi dari Kementerian Teknis," ujarnya.

Budi mencontohkan pakaian jadi dan produk tekstil sebagai salah satu komoditas yang masuk dalam kategori impor yang diatur.

"Misalnya ini kebanyakan mungkin pakaian ya, pakaian jadi. Jadi pakaian jadi, tekstil itu kalau mau impor juga harus mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Teknis dulu baru bisa impor," katanya.

Persoalan membanjirnya barang impor menjadi perhatian karena berpotensi mempersempit ruang pelaku UMKM untuk menjual produk buatan dalam negeri. Ketika produk impor masuk dengan harga kompetitif, pelaku usaha lokal harus menghadapi tekanan penjualan sekaligus persaingan harga yang semakin berat.

Budi mengatakan pemerintah akan memetakan produk impor yang benar-benar mengganggu keberlangsungan bisnis UMKM. Langkah tersebut menjadi dasar untuk menentukan apakah diperlukan perubahan atau pengetatan kebijakan impor.

baca juga

"Kemarin saya juga sudah sering diskusi dengan Pak Maman (Menteri UMKM Maman Abdurrahman) ya, kira-kira produk apa saja itu yang mengganggu UMKM di sana. Produk-produk impor apa saja, ya nanti kita bikin kebijakan yang lebih bagus," tuturnya.

Namun, Kemendag tidak bisa mengambil keputusan tersebut sendirian. Kebijakan impor juga berkaitan dengan kementerian teknis yang membina industri dan komoditas tertentu.

"Kita duduk bareng-bareng karena walaupun impor itu tidak semata-mata dari kami. Ya, karena impor itu harus ada Kementerian Teknis yang membidangi komoditasnya, ya pembina industrinya, produknya," katanya.

Budi menjelaskan kementerian teknis memiliki data mengenai kebutuhan nasional dan kapasitas produksi industri dalam negeri. Informasi tersebut akan menjadi salah satu dasar untuk menentukan seberapa besar kebutuhan impor suatu komoditas.

"Jadi mereka yang lebih tahu bagaimana sih atau berapa sih kebutuhan nasionalnya, kemudian produksinya berapa, kekurangannya baru impor. Nah, salah satunya itu yang terus kita lakukan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dukung Ratusan Ribu UMKM, Penyaluran KUR BRI Tembus Rp103,81 Triliun Pada 2026

Dukung Ratusan Ribu UMKM, Penyaluran KUR BRI Tembus Rp103,81 Triliun Pada 2026

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:27 WIB

Diskon Biaya Layanan E-Commerce hingga 50 Persen untuk UMKM, Mendag Tekankan Transparansi

Diskon Biaya Layanan E-Commerce hingga 50 Persen untuk UMKM, Mendag Tekankan Transparansi

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:11 WIB

Ekspor UMKM Naik, Tapi 60-70 Persen Pelaku Masih Belum Pernah Kirim Produk ke Luar Negeri

Ekspor UMKM Naik, Tapi 60-70 Persen Pelaku Masih Belum Pernah Kirim Produk ke Luar Negeri

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:02 WIB

Terkini

John Herdman Sebut Timnas Indonesia Belum Tampilkan Skuad Terbaiknya, Bagaimana Lawan Malaysia?

John Herdman Sebut Timnas Indonesia Belum Tampilkan Skuad Terbaiknya, Bagaimana Lawan Malaysia?

Bola | Senin, 28 September 2026 | 12:57 WIB

Mengupas Sisi Lain Dewi Ayu di 'Cantik Itu Luka': Pelacur yang Menolak Tunduk pada Takdir

Mengupas Sisi Lain Dewi Ayu di 'Cantik Itu Luka': Pelacur yang Menolak Tunduk pada Takdir

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 12:51 WIB

Hempas Kusam! 5 Toner Pad Korea Vitamin C untuk Kulit Lembut dan Cerah

Hempas Kusam! 5 Toner Pad Korea Vitamin C untuk Kulit Lembut dan Cerah

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 12:50 WIB

Penertiban Warung Diduga Jual Minol di Padang, Dua Anggota Satpol PP Terluka

Penertiban Warung Diduga Jual Minol di Padang, Dua Anggota Satpol PP Terluka

Sumbar | Senin, 28 September 2026 | 12:48 WIB

Temuan Kamar Mewah Ala Apartemen di Lapas Cibinong, Ombudsman Beberkan Misteri Sosok Penghuninya

Temuan Kamar Mewah Ala Apartemen di Lapas Cibinong, Ombudsman Beberkan Misteri Sosok Penghuninya

Video | Senin, 28 September 2026 | 12:47 WIB

Ombudsman Temukan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, KPK Siap Terlibat jika Ada Indikasi Tipikor

Ombudsman Temukan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, KPK Siap Terlibat jika Ada Indikasi Tipikor

News | Senin, 28 September 2026 | 12:46 WIB

Pergoki Pencuri Masuk Rumah, Telinga Nenek Maryati di Jaktim Robek Digigit Pelaku

Pergoki Pencuri Masuk Rumah, Telinga Nenek Maryati di Jaktim Robek Digigit Pelaku

News | Senin, 28 September 2026 | 12:44 WIB

Bahaya Terselubung Investasi Rp30,4 Triliun Microsoft: Jangan Sampai Bumi Kita yang Haus!

Bahaya Terselubung Investasi Rp30,4 Triliun Microsoft: Jangan Sampai Bumi Kita yang Haus!

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 12:43 WIB

Bongkar Dugaan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Ditjen Pas Periksa Ferdy Sambo

Bongkar Dugaan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Ditjen Pas Periksa Ferdy Sambo

News | Senin, 28 September 2026 | 12:39 WIB

Dituding Nikmati Lapas Mewah, Ini Alasan Kemenimipas Soal Bingkai Foto Koruptor Jimmy Masrin

Dituding Nikmati Lapas Mewah, Ini Alasan Kemenimipas Soal Bingkai Foto Koruptor Jimmy Masrin

News | Senin, 28 September 2026 | 12:39 WIB

×