Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.394,125
LQ45 627,469
Srikehati 306,090
JII 380,924
USD/IDR 17.839

Kepemimpinan Indonesia dalam Penguatan Perikanan Global Diakui

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Selasa, 15 November 2016 | 14:49 WIB
Kepemimpinan Indonesia dalam Penguatan Perikanan Global Diakui
Konferensi Para Pihak Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-bangsa untuk Konvensi Perubahan Iklim di Maroko. [Dok KKP]

Indonesia mendapat apresiasi tinggi dari perwakilan dan delegasi negara, lembaga swadaya masyarakat serta perkumpulan masyarakat sipil sebagai pemimpin dalam penguatan dimensi kelautan dan perikanan dalam agenda perubahan iklim global. Apresiasi tersebut dari acara Membangun Ketangguhan untuk Adaptasi Perubahan Iklim bagi Negara kepulauan dan Negara Kepulauan Kecil Berkembang (Building Resilience for Climate Change Adaptation in Archipelagic and Small Island Developing States) sebagai acara resmi Sesi 22 Konferensi Para Pihak Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-bangsa untuk Konvensi Perubahan Iklim (the 22nd session of Convention of Parties, the United Nations Framework on the Climate Change Convention/UNFCCC) pada tanggal 11 November 2016 di Marrakesh, Maroko.

Acara yang dihadiri oleh lebih 150 peserta ini diselenggarakan bersama dengan Global Ocean Forum and World Ocean Network. Acara ini merupakan forum untuk berbagi pengetahuan, pengalaman dan pembelajaran dari para pengambil kebijakan dan praktisi untuk membangun dan memperkuat kapasitas ketangguhan bagi negara kepulauan dan pulau-pulau kecil negara berkembang (Small Island Developing States/SIDS) dalam menghadapi dampak perubahan iklim, terutama untuk sektor kelautan dan perikanan.

Acara ini dihadiri oleh panelis yang terdiri dari menteri, duta besar dan pejabat senior, yaitu H.E. Mr. Abdullahi Majeed, Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Energi, Maladewa; H.E. Mr Ronald Jumeau, Duta Besar untuk Perubahan Iklim dan SIDS, Republik Seychelles dan Dr. Biliana cicin-Sain, Presiden Global Ocean Forum. Dalam kegiatan ini juga dilanjutkan dengan sesi yang berisikan perkembangan terkini untuk isu Kelautan dan perubahan iklim dari Dr Emily Pidgeon, Conservation International, Mr Gerald Miles, Wakil Presiden/Global Development, Rare dan Mr Manuel Cira, World Ocean Network. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Maroko Endang Dwi Syarief Syamsuri.

Dr Achmad Poernomo, Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan dan Utusan Khusus Perubahan Iklim dalam sambutannya atas nama menteri mengatakan bahwa: "peran laut dalam mengendalikan iklim serta mengatasi dampak perubahan iklim global sangat penting". Lebih lanjut, Achmad menekankan bahwa Perjanjian Paris mengakui pentingnya laut dalam bagain Pembukaannya dan dalam bagian Integrasi Ekosistem. "Pengakuan ini memberikan dasar untuk pemahaman yang lebih komprehensif untuk menanggulangi dampak dari perubahan iklim dan membangun ketangguhan terutama untuk negara kepulauan dan negara pulau-pulau kecil berkembang," kata Poernomo dalam keterangan resmi, Selasa (15/11/2016).

Selain itu, Dr. Poernomo menyoroti bahwa Indonesia berkomitmen menerapkan pendekatan berbasis ekosistem dalam mengelola ekosistem pesisir dan laut serta daratan, meningkatkan pengelolaan sumber daya alam dan meningkatkan ketangguhan iklim dengan melindungi dan memulihkan peran penting ekosistem terestrial, pesisir dan laut.

Menteri Majeed dan Duta Besar Jumeau menyampaikan penghargaan atas kepemimpinan Indonesia pada membawa dan pengarusutamaan laut ke dalam proses negosiasi perubahan iklim. Indonesia selalu dianggap “big brother” dalam isu Kelautan khususnya setelah membawa hasil World Ocean Conference (WOC) yang digelar di Manado tahun 2009. Mereka sepakat bahwa negara kepulauan dan SIDS, menghadapi ancaman serius dari dampak negatif perubahan iklim karena kondisi geografinya yang dikelilingi oleh laut dan bentang alam yang rentan terancam kenaikan permukaan laut, pengasaman laut dan meningkatnya suhu perairan laut. "Ada kebutuhan mendesak untuk mengatasi risiko perubahan iklim seperti banjir, kenaikan permukaan laut, dan pengasaman laut bagi negara kepulauan dan SIDS. Untuk itu, diperlukan respon kolektif akan dampak negatif perubahan iklim," ujar Jumeau.

Achmad dalam sambutannya mengajak para delegasi untuk menyatukan langkah dan kekuatan untuk menghadapi pilihan sulit dalam masa depan bangsa dan mempertahankan mata pencaharian di negara kepulauan dan SIDS. Semua panel dalam acara sepakat melihat adaptasi adalah hal yang mendesak dalam memastikan kelangsungan hidup dan mitigasi adalah masalah jangka panjang strategis.

Para panel dalam kegiatan menyimpulkan perlunya kemitraan global untuk mempromosikan kerjasama yang lebih erat di antara negara-negara tentang perubahan iklim yang meliputi peningkatan kapasitas, berbagi pengetahuan dan pengalaman serta memperkuat kerjasama internasional. Hal ini sangat strategis untuk menjaga momentum Perjanjian Paris yang telah menggarisbawahi pentingnya laut dan memastikannya dalam agenda perubahan iklim UNFCCC dan agenda global lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KKP Kembali Tangkap 5 Kapal Asing Pencuri Ikan di Natuna

KKP Kembali Tangkap 5 Kapal Asing Pencuri Ikan di Natuna

Bisnis | Selasa, 15 November 2016 | 14:37 WIB

KKP Dorong Peningkatan Akses Produk Perikanan

KKP Dorong Peningkatan Akses Produk Perikanan

Bisnis | Sabtu, 12 November 2016 | 10:23 WIB

Menteri Susi Akui Mutiara Bisa Jadi Sumber Ekonomi Baru Indonesia

Menteri Susi Akui Mutiara Bisa Jadi Sumber Ekonomi Baru Indonesia

Bisnis | Sabtu, 12 November 2016 | 10:16 WIB

Menteri Susi Butuh Interpol untuk Berantas Pencurian Ikan

Menteri Susi Butuh Interpol untuk Berantas Pencurian Ikan

Bisnis | Sabtu, 12 November 2016 | 10:10 WIB

KKP Beberkan Kasus 9 Kapal Pencuri Ikan di Benoa, Bali

KKP Beberkan Kasus 9 Kapal Pencuri Ikan di Benoa, Bali

Bisnis | Rabu, 09 November 2016 | 10:10 WIB

Ini Jurus KKP Untuk Memberantas Illegal Fishing

Ini Jurus KKP Untuk Memberantas Illegal Fishing

Bisnis | Rabu, 09 November 2016 | 09:44 WIB

KKP Berhasil Tangkap Kapal Bom Ikan di Jakarta

KKP Berhasil Tangkap Kapal Bom Ikan di Jakarta

Bisnis | Sabtu, 05 November 2016 | 11:22 WIB

KKP Siapkan Nelayan Indramayu Melaut di Arafuru

KKP Siapkan Nelayan Indramayu Melaut di Arafuru

Bisnis | Sabtu, 05 November 2016 | 11:16 WIB

Indonesia Ajak Rusia Investasi di 20 SKPT Pulau-pulau Terluar

Indonesia Ajak Rusia Investasi di 20 SKPT Pulau-pulau Terluar

Bisnis | Selasa, 01 November 2016 | 15:07 WIB

Susi Klaim Kenaikan PDB dari Perikanan Tertinggi Dibanding Dulu

Susi Klaim Kenaikan PDB dari Perikanan Tertinggi Dibanding Dulu

Bisnis | Selasa, 01 November 2016 | 15:00 WIB

Terkini

Desain Estetik tapi Bikin Gerah, Pramono Janji Benahi Halte Rasuna Said

Desain Estetik tapi Bikin Gerah, Pramono Janji Benahi Halte Rasuna Said

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:41 WIB

InJourney Semarakkan ASTINDO Travel Fair 2026 dengan Deretan Promo Eksklusif

InJourney Semarakkan ASTINDO Travel Fair 2026 dengan Deretan Promo Eksklusif

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:35 WIB

Warna Earth Tone untuk Rumah Bawa Keberuntungan, Ini Cara Menerapkannya sesuai Feng Shui

Warna Earth Tone untuk Rumah Bawa Keberuntungan, Ini Cara Menerapkannya sesuai Feng Shui

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:35 WIB

Review Film A New Dawn: Potret Puitis Perubahan Zaman dan Kenangan Manusia

Review Film A New Dawn: Potret Puitis Perubahan Zaman dan Kenangan Manusia

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:30 WIB

Indonesia Tak Baik-baik Saja, Guru Besar UGM Soroti Ketimpangan dan Dominasi Oligarki

Indonesia Tak Baik-baik Saja, Guru Besar UGM Soroti Ketimpangan dan Dominasi Oligarki

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:26 WIB

Nonton Film di Rumah Makin Sinematik, Teknologi LG Tampilkan Gambar Sesuai Visi Kreator

Nonton Film di Rumah Makin Sinematik, Teknologi LG Tampilkan Gambar Sesuai Visi Kreator

Tekno | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:26 WIB

42 Amplop Muncul Saat Pencairan Dana BOS di Lubuk Linggau, 3 Pegawai Dibebastugaskan

42 Amplop Muncul Saat Pencairan Dana BOS di Lubuk Linggau, 3 Pegawai Dibebastugaskan

Sumsel | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:22 WIB

Jelang Muktamar Ke-35, KH Miftachul Ahyar Tinjau Kesiapan di Tambakberas

Jelang Muktamar Ke-35, KH Miftachul Ahyar Tinjau Kesiapan di Tambakberas

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:20 WIB

Bagaimana Cara Kerja Magnet dan Sifat-sifatnya? Ini Penjelasannya

Bagaimana Cara Kerja Magnet dan Sifat-sifatnya? Ini Penjelasannya

Tekno | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:20 WIB

Hadapi Badai Efisiensi, Local Media Community Makassar Dorong Diversifikasi Bisnis

Hadapi Badai Efisiensi, Local Media Community Makassar Dorong Diversifikasi Bisnis

Foto | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:12 WIB

×