Trump Jadi Presiden AS, Ada Potensi Dana Asing Keluar dari RI

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Selasa, 24 Januari 2017 | 11:33 WIB
Trump Jadi Presiden AS, Ada Potensi Dana Asing Keluar dari RI
Presiden AS terpilih Donald Trump. (AFP)

Pengamat Ekonomi sekaligus Direktur Eksekutif Core Indonesia, Mohammad Faisal mengingatkan kepada pemerintah Indonesia untuk waspada pasca dilantiknya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS).

Pasalnya, rencana kebijakan-kebijakan yang akan dikeluarkan Donald Trump ini terbilang anti mainstream dan dampaknya besar kepada negara lain termasuk Indonesia. Ia pun memproyeksikan ada potensi keluarnya dana asing dari Indonesia yang cukup besar ke Amerika Serikat yang akan menganggu nilai tukar rupiah dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

“Seperti yang sudah kita dengar Trump saat kampanye, dia akan mengeluarkan kebijakan yang terbilang anti mainstream, hal ini memunculkan kekhawatiran di semua negara. Diperkirakan kebijakan Trump yang akan memproteksi ekonomi AS ini berpotensi menarik dana Amerika yang ada di Indonesia ke AS. Ini perlu diwaspadai,” kata Faisal saat dihubungi suara.com, Selasa (23/1/2017).

Selain itu, lanjut Faisal, pihaknya memprediksikan ada potensi kenaikan Fed Fund Rate dalam waktu dekat. Menurutnya, jika Trump menaikan FFR hal ini akan mengakibatkan biaya penerbitan obligasi pemerintah Indonesia semakin mahal.

“Jika kebijakan Trump ini ekspansif seperti ini, nantinya bukan hanya akan meningkatkan jumlah utang yang harus dibiayai dengan obligasi, hal ini juga akan berdampak kepada inflasi yang akan mengalami kenaikan. The Fed bahkan telah berencana menaikkan suku bunga acuannya hingga ke level 1,75 persen pada akhir 2017. Implikasinya, imbal hasil obligasi AS juga akan semakin meningkat," ujarnya.

Jika kebijakan kenaikan FFR benar-benar dilakukan oleh Trump, menurut Faisal, hal ini akan mendorong meningkatnya aliran modal dari negara lain termasuk dari Indonesia ke AS. Dengan demikian, yield atau bunga obligasi pemerintah akan terdorong untuk semakin tinggi.

"Kondisi ini akan semakin membebani APBN. Kenapa demikian, karena sebagian besar sekitar 79 persen porsi utang Indonesia itu dalam bentuk obligasi. Ini sangat mengkhawatirkan sekali ya. Sehingga pemerintah harus berhati-hati dan tetap waspada untuk menahan dampak kebijakan yang akan dikeluarkan oleh Trump ini,” ungkapnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Trump Proteksionis, Pasar Saham AS Melemah

Trump Proteksionis, Pasar Saham AS Melemah

Bisnis | Selasa, 24 Januari 2017 | 11:11 WIB

Bank Mandiri Layani Transaksi PNBP Kementerian Perhubungan

Bank Mandiri Layani Transaksi PNBP Kementerian Perhubungan

Bisnis | Selasa, 24 Januari 2017 | 09:50 WIB

Meksiko Tak Akan Menyerah dengan Kebijakan Donald Trump

Meksiko Tak Akan Menyerah dengan Kebijakan Donald Trump

News | Selasa, 24 Januari 2017 | 06:12 WIB

Donald Trump Hentikan Dana Federal untuk LSM Pendukung Aborsi

Donald Trump Hentikan Dana Federal untuk LSM Pendukung Aborsi

News | Selasa, 24 Januari 2017 | 04:08 WIB

Efek Kebijakan Trump, Jika Produk Cina Serbu RI, Ini yang Terjadi

Efek Kebijakan Trump, Jika Produk Cina Serbu RI, Ini yang Terjadi

Bisnis | Senin, 23 Januari 2017 | 15:37 WIB

Indonesia Diminta Siap Hadapi Ekonomi Protektif AS di Era Trump

Indonesia Diminta Siap Hadapi Ekonomi Protektif AS di Era Trump

Bisnis | Senin, 23 Januari 2017 | 15:09 WIB

Jaya Proteksi Takaful Ganti Nama Jadi Chubb Syariah Indonesia

Jaya Proteksi Takaful Ganti Nama Jadi Chubb Syariah Indonesia

Bisnis | Senin, 23 Januari 2017 | 13:50 WIB

Donald  Trump Dilantik Jadi Presiden AS, Pasar Saham Menguat

Donald Trump Dilantik Jadi Presiden AS, Pasar Saham Menguat

Bisnis | Senin, 23 Januari 2017 | 12:20 WIB

Total 230 Pendemo Donald Trump Terancam 10 Tahun Penjara

Total 230 Pendemo Donald Trump Terancam 10 Tahun Penjara

News | Senin, 23 Januari 2017 | 06:01 WIB

Nigeria Tangkap 65 Pendukung Donald Trump

Nigeria Tangkap 65 Pendukung Donald Trump

News | Senin, 23 Januari 2017 | 03:08 WIB

Terkini

Klinik Gigi dengan Konsep Supermarket, Pasien Bisa Belanja Snack hingga Bikin Mi Instan

Klinik Gigi dengan Konsep Supermarket, Pasien Bisa Belanja Snack hingga Bikin Mi Instan

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 14:43 WIB

Youth Economic Summit 2026 Segera Digelar, Ajak Anak Muda Tentukan Arah Ekonomi Masa Depan

Youth Economic Summit 2026 Segera Digelar, Ajak Anak Muda Tentukan Arah Ekonomi Masa Depan

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 14:41 WIB

Buruh Sulsel Tuntut UMP 2027 Naik 9,5 Persen

Buruh Sulsel Tuntut UMP 2027 Naik 9,5 Persen

Sulsel | Kamis, 05 November 2026 | 14:40 WIB

Jet Pribadi Antar Kunker Menteri Dody, Setiap 1 Jam Perjalanan Bayar Hampir Rp100 Juta?

Jet Pribadi Antar Kunker Menteri Dody, Setiap 1 Jam Perjalanan Bayar Hampir Rp100 Juta?

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 14:40 WIB

Apa Tanda Lip Balm Tidak Cocok? Waspadai Bibir Kering hingga Iritasi

Apa Tanda Lip Balm Tidak Cocok? Waspadai Bibir Kering hingga Iritasi

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 14:40 WIB

Lebih dari 90 SPPG di Banten Kena Suspend, Ternyata Ini Penyebabnya

Lebih dari 90 SPPG di Banten Kena Suspend, Ternyata Ini Penyebabnya

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 14:39 WIB

Bos Tambang Samin Tan Didakwa Sebabkan Kerugian Negara Rp 17,7 Triliun

Bos Tambang Samin Tan Didakwa Sebabkan Kerugian Negara Rp 17,7 Triliun

News | Kamis, 05 November 2026 | 14:39 WIB

Jokowi Ogah Keaslian Ijazahnya Diperiksa Ulang di Pengadilan, Alasannya Sudah Diuji di Labfor Polri

Jokowi Ogah Keaslian Ijazahnya Diperiksa Ulang di Pengadilan, Alasannya Sudah Diuji di Labfor Polri

News | Kamis, 05 November 2026 | 14:39 WIB

Penyelundupan 3 Mesin Pesawat Bekas ke Batam, Dibongkar lalu Dijual Eceran

Penyelundupan 3 Mesin Pesawat Bekas ke Batam, Dibongkar lalu Dijual Eceran

Batam | Kamis, 05 November 2026 | 14:38 WIB

Dari Tambang hingga Bank, Ini Jejak Perusahaan Korea Selatan di Industri Nikel Indonesia

Dari Tambang hingga Bank, Ini Jejak Perusahaan Korea Selatan di Industri Nikel Indonesia

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 14:37 WIB

×