Kemenko Maritim: Sampah Ancam Potensi Pariwisata Laut

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Senin, 06 Maret 2017 | 15:01 WIB
Kemenko Maritim: Sampah Ancam Potensi Pariwisata Laut
Sampah laut yang merusak lingkungan. [Shutterstock]

Marine plastic debris memang menjadi masalah yang kerap ditemukan di daerah wisata bahari Indonesia, salah satunya di Kepulauan Anambas. Untuk mengatasinya, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menyatakan perlu adanya kesadaran dan sosialisasi masyarakat mengenai kebersihan laut, yang tidak hanya mengancam potensi pariwisata tapi juga mengancam kesehatan warga.

"Point pertama adalah harus dibangun kesadaran dulu dari masyarakat bahwa itu tidak benar buang sampah di laut,” kata  Asisten Deputi Infrastruktur Pelayaran, Perikanan dan Pariwisata Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Rahman Hidayat, dalam keterangan resmi, Minggu (5/3/2017).

Mengenai kesadaran untuk tidak membuang sampah di laut, Rahman memaparkan, memang bukan hal mudah. Oleh sebab itu ia berharap agar kiranya pemerintah bersama dengan masyarakat bisa mensosialisasikannya bersama-sama.

“Ini nampaknya sudah dari dulu ini seperti jadi budaya, menganggap kalau laut itu tempat buang sampah, jadi mindsetnya perlu diubah dulu. Tulisan dilarang buang sampah itu tidak cukup," ujarnya.

"Setelah itu, perlu ada pra sarananya yang katanya Bupati bilang bahwa akan dibuat Tempat Pengelolaan sampah Akhir (TPA) dan kemudian baru ada penegakan hukum, sanksi itu ditegakkan, tapi harus pakai Perda. Tapi selama itu semua tidak dilaksanakan, warga akan tetap menganggap buang sampah di laut itu adalah kebiasaan turun temurun. Dimana kebiasaan harus diubah” tegasnya.

Sementara itu, pemerintah setempat dalam hal ini Bupati Anambas Abdul Haris menyatakan sudah berkoordinasi dengan Kementerian terkait (Kemen PU, KLHK, dan lain-lain) terkait pengadaan Tempat Pengolahan Akhir (TPA).

“Sampah memang menjadi salah satu permasalahan khususnya di Kepulauan Anambas, karena kami terbagi di pulau-pulau kecil yang lalu lintasnya tidak memadai. Akibatnya sampah, khususnya plastik tidak tertangani dengan baik. Sampah ini berdampak penurunan daya tarik suatu tempat untuk orang berkunjung. Nah dalam hal ini, langkah utama kita ialah membangun TPA,” kata Abdul Haris saat ditemui di kediamannya.

“Yang sekarang ini kita proses pembebasan lahan dan juga ada ide untuk tempat pembuangan sampah terpilah, dan itu kita juga sudah bicarakan dengan Kementerian PU dengan Satuan Kerja Provinsi, pada prinsipnya mereka siap untuk membantu,” tambahnya.

baca juga

Untuk sampah di Anambas sendiri, Abdul yang menjabat sebagai Bupati Pulau Anambas sejak 2015 ini memaparkan, sebetulnya berasal dari dua jalur, yakni jalur laut dan jalur darat.

"Jadi persoalan sampah di Anambas ini memang sampah ini ada dua jalur, pertama sampah memang dari laut yang mengalir ke sini, kemudian memang sampah dari kebiasaan masyarakat buang sampah ke laut,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Abdul, perlu adanya sosialisasi sampah untuk Anambas, karena sampah dianggap memang sangat pelik namun harus segera mungkin diselesaikan, tidak bisa didiamkan begitu saja. “Tapi memang di sini persoalan sampah menjadi serius, namun di pulau-pulau yang diplot sebagai tujuan wisata, disana tidak ada sampah. Mungkin karena tidak dihuni masyarakat, jadi sampah tidak ada, cuma paling-paling sampah kayu besar yang hanyut ke darat,” terangnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Luhut Apresiasi Cepatnya Kinerja Polisi Atasi Bom Bandung

Luhut Apresiasi Cepatnya Kinerja Polisi Atasi Bom Bandung

News | Rabu, 01 Maret 2017 | 16:32 WIB

Luhut Bersikeras Pemerintah Harus Miliki 51 Persen Saham Freeport

Luhut Bersikeras Pemerintah Harus Miliki 51 Persen Saham Freeport

Bisnis | Rabu, 01 Maret 2017 | 16:05 WIB

Luhut Akui Proyek Kilang Cilacap Akan Dibahas dengan Arab Saudi

Luhut Akui Proyek Kilang Cilacap Akan Dibahas dengan Arab Saudi

Bisnis | Senin, 27 Februari 2017 | 20:46 WIB

Menurut Luhut, Ada Banyak Opsi untuk Beli Saham Freeport

Menurut Luhut, Ada Banyak Opsi untuk Beli Saham Freeport

Bisnis | Senin, 27 Februari 2017 | 16:44 WIB

Menteri Basuki: Lebih Efektif Kurangi Sampah dari Sumbernya

Menteri Basuki: Lebih Efektif Kurangi Sampah dari Sumbernya

Bisnis | Minggu, 26 Februari 2017 | 17:00 WIB

Luhut Pasrahkan Masalah Freeport Pada Jonan

Luhut Pasrahkan Masalah Freeport Pada Jonan

Bisnis | Jum'at, 24 Februari 2017 | 14:15 WIB

Luhut Yakin BUMN Sanggup Kelola Tambang Freeport

Luhut Yakin BUMN Sanggup Kelola Tambang Freeport

Bisnis | Jum'at, 24 Februari 2017 | 14:11 WIB

Sampah Plastik Laut Rusak Potensi Ekonomi Wisata Bahari

Sampah Plastik Laut Rusak Potensi Ekonomi Wisata Bahari

Bisnis | Kamis, 23 Februari 2017 | 10:36 WIB

Luhut: Media Elektronik Tak Boleh Jadi Sumber Pemecah Belah

Luhut: Media Elektronik Tak Boleh Jadi Sumber Pemecah Belah

News | Kamis, 23 Februari 2017 | 08:21 WIB

Warga Kota Bandung Bisa Bayar Listrik Pakai Sampah, Caranya?

Warga Kota Bandung Bisa Bayar Listrik Pakai Sampah, Caranya?

News | Selasa, 21 Februari 2017 | 11:35 WIB

Terkini

Nonton Pestapora Gratis iPhone Air & AirPods Max dari BRI, Ini Caranya

Nonton Pestapora Gratis iPhone Air & AirPods Max dari BRI, Ini Caranya

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 16:55 WIB

Besok Ada Promo Tiket Kereta Bayar 81 Persen, Berlaku hingga H+45

Besok Ada Promo Tiket Kereta Bayar 81 Persen, Berlaku hingga H+45

News | Minggu, 27 September 2026 | 16:48 WIB

Karhutla Sumsel: 43 Orang Ditahan, 16 Korporasi Disidik, Tapi Hotspot Masih Muncul

Karhutla Sumsel: 43 Orang Ditahan, 16 Korporasi Disidik, Tapi Hotspot Masih Muncul

Sumsel | Minggu, 27 September 2026 | 16:40 WIB

Kebakaran Melanda Restoran di Jalan Wijaya Jaksel, 17 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran Melanda Restoran di Jalan Wijaya Jaksel, 17 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Minggu, 27 September 2026 | 16:35 WIB

Cara Membersihkan Lipstik Transferproof Waterproof yang Susah Hilang Tanpa Bikin Bibir Lecet

Cara Membersihkan Lipstik Transferproof Waterproof yang Susah Hilang Tanpa Bikin Bibir Lecet

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 16:35 WIB

Promo Hotel Agoda dari BRI, Bisa Dipakai Liburan Bertahun-tahun ke Depan

Promo Hotel Agoda dari BRI, Bisa Dipakai Liburan Bertahun-tahun ke Depan

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 16:25 WIB

Hiu Paus Terdampar di Abdya, Gagal Dievakuasi hingga Akhirnya Mati

Hiu Paus Terdampar di Abdya, Gagal Dievakuasi hingga Akhirnya Mati

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 16:15 WIB

Euforia Harvest Moon dan Ironi Warga Kota Besar yang Dijajah 'Polusi Cahaya'

Euforia Harvest Moon dan Ironi Warga Kota Besar yang Dijajah 'Polusi Cahaya'

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 16:05 WIB

Apakah Membersihkan Noda Lem di Bodi Mobil Pakai Aseton Aman?

Apakah Membersihkan Noda Lem di Bodi Mobil Pakai Aseton Aman?

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 16:04 WIB

Wakil Rektor ITB Indonesia Tewas di Rumah, Mobil Dilaporkan Hilang

Wakil Rektor ITB Indonesia Tewas di Rumah, Mobil Dilaporkan Hilang

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 16:04 WIB

×