Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.670.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

RCEP Bakal Jadi Pendorong Kemajuan Ekonomi RI

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 08 Maret 2017 | 07:33 WIB
RCEP Bakal Jadi Pendorong Kemajuan Ekonomi RI
RCEP diprediksi akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. [Antara]

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI bekerja sama dengan The Habibie Center, Indonesia Services Dialogue, dan Universitas Bina Nusantara menyelenggarakan diskusi Talking ASEAN dalam rangka memperingati 50 tahun ASEAN, di Jakarta, Senin (6/3/2017). Adapun topik yang diangkat adalah mengenai prospek dan tantangan kesepakatan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) di tengah dinamika perekonomian regional.

Acara dibuka oleh Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional yang diwakili oleh Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Regional dan Sub Regional. Pembicara kali ini terdiri dari perwakilan lembaga think tank yang membahas tentang kesepakatan Trans-Pacific Partnership, akademisi yang mempresentasikan efek noodle bowl akibat dinamika perjanjian ekonomi regional, dan perwakilan sektor swasta yang dalam presentasinya memberikan pandangannya mengenai manfaat kemitraan regional bagi dunia usaha.

Tujuan dari diskusi ini adalah untuk memberikan pemahaman mengenai potensi RCEP bagi perekonomian negara ASEAN dan mitranya di kawasan Pasifik. Mampukah RCEP menjadi salah satu motor penggerak ekonomi dunia di tengah kekhawatiran merebaknya proteksionisme. Kenyataan yang terjadi dalam proses perundingan, tingkat perkembangan ekonomi di antara masing-masing negara RCEP cukup berbeda sehingga untuk mencapai suatu konsesi menjadi tantangan tersendiri, sementara itu sudah disepakatai target penyelesaian kesepakatan adalah tahun ini.  

Asisten Deputi Kerjasama Ekonomi Regional dan Sub Regional Kemenko Perekonomian Netty Muharni dalam pembukaannya menyampaikan bahwa RCEP diharapkan menjadi suatu kesepakatan dengan kualitas tinggi. "Selain itu, RCEP diharapkan menjadi batu loncatan yang kredibel dalam arsitektur perekonomian regional di masa depan,” kata Netty.

Presiden AS ke-45, Donald Trump, telah memutuskan untuk menarik AS dari kesepakatan TPP yang sempat dinilai sebagai salah satu kesepakatan acuan dunia. Keputusan tersebut telah memberikan dampak bagi kawasan Asia Pasik dimana sebagian negara di kawasan tersebut merupakan anggota TPP dan mengharapkan perjanjian tersebut diimplementasi dalam waktu dekat. 

Di saat bersamaan, kawasan Asia Tenggara, yang dipelopori oleh ASEAN, menggandeng 6 negara mitranya (Cina, Jepang, Korea Selatan, India, Australia, dan Selandia Baru) tengah merampungkan kesepakatan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang mewakili 30 persen GDP dunia, 47 persen populasi dunia, dan 30 persen perdagangan dunia.

"Ini membuat kesepakatan RCEP menjadi sorotan dunia pasca stagnansi proses implementasi TPP. Indonesia sebagai salah satu negara pelopor RCEP melihat kesepakatan tersebut sebagai salah satu pendorong bagi kemajuan ekonomi nasional. Dengan bergabung dalam RCEP, diharapkan nilai perdagangan Indonesia akan terus meningkat dengan mitra RCEP dan semakin derasnya laju investasi dari negara RCEP ke Indonesia," tutup Netty.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Harga Komoditi Perkebunan Turun, Pemerintah Perkuat Riset

Harga Komoditi Perkebunan Turun, Pemerintah Perkuat Riset

Bisnis | Kamis, 02 Maret 2017 | 20:22 WIB

Perkuat Kerjasama Ekonomi dengan Iran, Darmin Kunjungi Teheran

Perkuat Kerjasama Ekonomi dengan Iran, Darmin Kunjungi Teheran

Bisnis | Senin, 27 Februari 2017 | 14:58 WIB

Pemerintah Percepat Pembangunan 5 Jalan Tol

Pemerintah Percepat Pembangunan 5 Jalan Tol

Bisnis | Kamis, 23 Februari 2017 | 09:07 WIB

Harga Cabai Meroket, Darmin Salahkan Musim Hujan

Harga Cabai Meroket, Darmin Salahkan Musim Hujan

Bisnis | Jum'at, 10 Februari 2017 | 14:33 WIB

Penyaluran KUR 2016 Gagal Capai Target, Ini Dalih Pemerintah

Penyaluran KUR 2016 Gagal Capai Target, Ini Dalih Pemerintah

Bisnis | Kamis, 09 Februari 2017 | 15:47 WIB

Penyaluran KUR Sepanjang 2016 Didominasi Pulau Jawa

Penyaluran KUR Sepanjang 2016 Didominasi Pulau Jawa

Bisnis | Kamis, 09 Februari 2017 | 14:32 WIB

Darmin Tegaskan KUR Tahun Ini Lebih Gencar ke Sektor Produktif

Darmin Tegaskan KUR Tahun Ini Lebih Gencar ke Sektor Produktif

Bisnis | Kamis, 09 Februari 2017 | 14:11 WIB

Ini Bocoran Isi Paket Kebijakan Ekonomi Jilid XV

Ini Bocoran Isi Paket Kebijakan Ekonomi Jilid XV

Bisnis | Rabu, 08 Februari 2017 | 15:01 WIB

Darmin Minta Investor Jangan Takut Berinvestasi di Indonesia

Darmin Minta Investor Jangan Takut Berinvestasi di Indonesia

Bisnis | Rabu, 08 Februari 2017 | 12:50 WIB

Kemudahan Berbisnis di Indonesia Naik 15 Peringkat

Kemudahan Berbisnis di Indonesia Naik 15 Peringkat

Bisnis | Rabu, 08 Februari 2017 | 12:44 WIB

Terkini

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05 WIB

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:51 WIB

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:20 WIB

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:16 WIB

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:25 WIB

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:34 WIB

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:23 WIB

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB