- Klub Liga Belanda Fortuna Sittard menolak tawaran bernilai jutaan dari peserta Super League untuk Justin Hubner.
- Justin Hubner menyatakan tetap ingin melanjutkan karier profesionalnya di Eropa dan enggan kembali ke Indonesia.
- Fortuna Sittard tidak melepas Justin Hubner untuk memperkuat Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2026.
Suara.com - Klub kasta tertinggi Liga Belanda, Fortuna Sittard, dilaporkan menolak tawaran salah satu peserta kompetisi Super League untuk Justin Hubner.
Keputusan tersebut sejalan dengan keinginan bek Timnas Indonesia itu yang masih ingin melanjutkan karier profesionalnya di Eropa.
Kabar ini sekaligus meredam spekulasi kepindahan Hubner ke liga domestik di tengah eksodus sejumlah pemain naturalisasi ke Super League musim ini.
Justin Hubner Menolak ke Super League

Kabar penolakan transfer tersebut pertama kali diungkap media lokal Belanda, De Limburger.
Menurut laporan tersebut, sebuah klub besar asal Indonesia telah mengajukan tawaran bernilai jutaan untuk memboyong bek berusia 22 tahun itu.
Namun, upaya tersebut menemui jalan buntu karena Hubner disebut menolak tawaran untuk kembali ke Tanah Air.
"Klub besar dari Indonesia menawarkan beberapa juta, tetapi saya ingin terus bermain di Eropa," kata Justin Hubner sebagaimana laporan De Limburger, dikutip Minggu (2/8/2026).
Tampil di Pramusim Fortuna Sittard
Status Hubner di skuad utama Fortuna Sittard semakin kuat setelah ia dilibatkan dalam agenda pramusim klub.
Bek Timnas Indonesia itu bahkan mencetak satu gol ketika Fortuna Sittard menghadapi klub asal Prancis, FC Metz, dalam laga uji coba.
Namun, gol Hubner tidak mampu menyelamatkan Fortuna Sittard dari kekalahan 1-3.
Terancam Absen Bela Timnas Indonesia
Di level tim nasional, kabar berbeda justru menghampiri Hubner. Ia hampir dipastikan absen memperkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 setelah Fortuna Sittard tidak melepasnya untuk tugas negara.
Keputusan tersebut berkaitan dengan status Piala AFF yang tidak masuk kalender resmi FIFA. Kondisi ini membuat klub memiliki hak untuk menahan pemainnya.