Antropolog UGM: Tembakau Tanaman Primadona Sejak Zaman Kolonial

Adhitya Himawan

Sabtu, 01 Juli 2017 | 14:23 WIB
Antropolog UGM: Tembakau Tanaman Primadona Sejak Zaman Kolonial
Tanaman tembakau. [Pixabay]

Antropolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, PM. Laksono menyatakan, tembakau itu kembang tani yang menentukan daya tahan motivasi usaha para petani. Itulah sebabnya tembakau masih menjadi pilihan petani dalam bercocok tanam pada saat musim kemarau, disaat tanaman lain tidak bisa tumbuh dengan baik dan bahkan cenderung akan menambah beban biaya produksi taninya.

“Tembakau sejak zaman kolonial menjadi komoditas primadona andalan bernilai ekonomi tinggi yang telah memberikan keuntungan tidak sedikit bagi Pemerintah Hindia Belanda, sehingga dijuluki sebagai emas hijau,” kata PM. Laksono sebagaimana keterangan pers di Yogyakarta, Sabtu (1/7/2017).

Menurutnya, ditinjau dari berbagai perspektif, baik dari sisi hukum, ekonomi, sosial budaya, maupun kesehatan, komoditas tembakau merupakan komoditas yang sangat fenomenal, di satu sisi dijadikan andalan, di sisi lain dihindari.

Adanya kelompok yang pro kesehatan agar Indonesia meratifikasi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC), telah menimbulkan pro dan kontra terhadap nasib tembakau Indonesia khususnya yang terkait dengan industri rokok. Hal ini tentunya perlu disikapi secara bijaksana.

Dikatakannya, serapan tenaga kerja saat ini mencapai 6,1 juta orang baik langsung maupun tidak langsung di tingkat on-farm dan off-farm yang hidupnya terkait dengan komoditas tembakau, dan  potensi dampak sosial serta konfliknya cukup besar.

Bahkan, kata dia, agribisnis tembakau telah menciptakan aliran ekonomi yang besar dan efek ganda (multiflier effect) dari hulu sampai hilir, antara lain tumbuhnya sektor sekunder dan tersier yang terkait dengan distribusi, pemasaran, perbankan, dan kegiatan pendukung lainnya. 

Diakuinya, hasil panen komoditas tembakau nasional memang masih kurang. Mestinya pemerintah mendorong swasembada tembakau, yang mana tentunya membutuhkan proses dan waktu. 

“Melihat kondisi geografis dan pola iklimnya, Indonesia memiliki potensi untuk menjadi salah satu produsen komoditas tembakau terbesar di dunia, bahkan untuk pasar ekspor,” tegas dia.

baca juga

Lebih lanjut menurutnya, program kemitraan antara petani dan pabrikan/pemasok, pada faktanya tidak hanya dapat meningkatkan produktivitas pertanian tembakau tetapi juga terbukti meningkatkan kualitas dari tembakau karena petani akan mendapatkan bimbingan serta panduan praktik pertanian yang baik. 

Selain itu, petani diberikan jaminan pasar dan akses langsung terhadap pabrikan/pemasok yang mana akan memotong mata rantai tata niaga perdagangan yang kompleks. Sayangnya, hingga saat ini hanya beberapa perusahaan yang telah menjalankan program kemitraan dan cakupannya pun masih dinilai sangat minim.

“Sehingga, diperlukan dukungan dari Pemerintah untuk mendorong program-program serupa di berbagai sentra pertanian tembakau. Sehingga, swasembada tembakau akan tercapai,” tukasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sekjen APTI: Produktivitas Tanaman Tembakau Indonesia Rendah

Sekjen APTI: Produktivitas Tanaman Tembakau Indonesia Rendah

Bisnis | Sabtu, 01 Juli 2017 | 14:18 WIB

Ariel Kunjungi Andika "The Titans" di Penjara

Ariel Kunjungi Andika "The Titans" di Penjara

Entertainment | Minggu, 25 Juni 2017 | 17:17 WIB

Terbitnya PMK 200/2008 Bikin Pabrikan Rokok Kecil Gulung Tikar

Terbitnya PMK 200/2008 Bikin Pabrikan Rokok Kecil Gulung Tikar

Bisnis | Jum'at, 09 Juni 2017 | 14:17 WIB

Rugikan Negara, Banggar Desak Pemerintah Perangi Rokok Ilegal

Rugikan Negara, Banggar Desak Pemerintah Perangi Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 09 Juni 2017 | 13:59 WIB

Bahayakan Kesehatan, Muhammadiyah Haramkan Model Pengganti Rokok

Bahayakan Kesehatan, Muhammadiyah Haramkan Model Pengganti Rokok

Health | Selasa, 30 Mei 2017 | 13:39 WIB

Komnas PT Kembali Desak Pemerintah Aksesi FCTC

Komnas PT Kembali Desak Pemerintah Aksesi FCTC

Bisnis | Selasa, 30 Mei 2017 | 10:39 WIB

Produk Rokok Dikhawatirkan Ancam Bonus Demografi Indonesia

Produk Rokok Dikhawatirkan Ancam Bonus Demografi Indonesia

Bisnis | Selasa, 30 Mei 2017 | 10:30 WIB

YLKI: Industri Rokok Adalah Ancaman Serius Nawa Cita Jokowi

YLKI: Industri Rokok Adalah Ancaman Serius Nawa Cita Jokowi

Bisnis | Selasa, 30 Mei 2017 | 10:20 WIB

Jadi Teladan, Guru Jangan Merokok

Jadi Teladan, Guru Jangan Merokok

News | Rabu, 24 Mei 2017 | 12:33 WIB

OPSI Minta Kasus PHK Mitra PT HM Sampoerna Ditangani Dengan Bijak

OPSI Minta Kasus PHK Mitra PT HM Sampoerna Ditangani Dengan Bijak

Bisnis | Rabu, 24 Mei 2017 | 12:11 WIB

Terkini

Al-Washliyah-GJI Jajaki Kolaborasi Energi Terbarukan dengan BAZNAS Sumut

Al-Washliyah-GJI Jajaki Kolaborasi Energi Terbarukan dengan BAZNAS Sumut

Sumut | Senin, 28 September 2026 | 14:23 WIB

Buka Diler ke-50, Geely Goda Warga Konsumen Lewat Fasilitas Fast Charging dan Garansi 5 Tahun

Buka Diler ke-50, Geely Goda Warga Konsumen Lewat Fasilitas Fast Charging dan Garansi 5 Tahun

Otomotif | Senin, 28 September 2026 | 14:21 WIB

Rekor Timnas Indonesia vs Malaysia: Garuda Berjaya atas Harimau Malaya di GBK

Rekor Timnas Indonesia vs Malaysia: Garuda Berjaya atas Harimau Malaya di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 14:20 WIB

Review Forgotten Island: Emosinya Kuat, tapi Konfliknya Terlalu Main Aman

Review Forgotten Island: Emosinya Kuat, tapi Konfliknya Terlalu Main Aman

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 14:20 WIB

Apa Weton Paling Sakral? Ini Daftarnya

Apa Weton Paling Sakral? Ini Daftarnya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 14:20 WIB

Bahaya Makanan Ultra-Proses Bagi Gen Z: Bikin Kenyang Sesaat, Merusak Mental Kemudian

Bahaya Makanan Ultra-Proses Bagi Gen Z: Bikin Kenyang Sesaat, Merusak Mental Kemudian

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 14:18 WIB

5 Toner Kolagen untuk Usia 45 Tahun, Wajah Lebih Kenyal dan Kerutan Samar

5 Toner Kolagen untuk Usia 45 Tahun, Wajah Lebih Kenyal dan Kerutan Samar

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 14:13 WIB

Daftar Lengkap Pemenang ITA 2026, Arya Saloka dan Asha Assuncao Borong Piala

Daftar Lengkap Pemenang ITA 2026, Arya Saloka dan Asha Assuncao Borong Piala

Entertainment | Senin, 28 September 2026 | 14:12 WIB

Perkuat Pasar Cat Otomotif,  Bintang Chemical Bangun Pabrik Baru di Cikande

Perkuat Pasar Cat Otomotif, Bintang Chemical Bangun Pabrik Baru di Cikande

Otomotif | Senin, 28 September 2026 | 14:11 WIB

Kabar Buruk Ranking FIFA Timnas Indonesia Jelang Lawan Malaysia

Kabar Buruk Ranking FIFA Timnas Indonesia Jelang Lawan Malaysia

News | Senin, 28 September 2026 | 14:09 WIB

×