Mengapa Setiap Rumah Tangga Perlu Waspada Utang

Angelina Donna

Selasa, 10 Oktober 2017 | 18:48 WIB
Mengapa Setiap Rumah Tangga Perlu Waspada Utang

Suara.com - Pekan lalu IMF memberikan alarm tentang utang rumah tangga. IMF meminta setiap negara di dunia untuk memperhatikan data utang rumah tangga yang terus naik.
Dalam laporan Stabilitas Keuangan Global, Oktober 2017, IMF menemukan utang rumah tangga di negara-negara maju dan negara-negara berkembang terus meningkat setelah krisis keuangan global.

Median atau rata-rata rasio utang rumah tangga terhadap PDB di antara negara-negara berkembang meningkat dari 15% pada 2008 menjadi 21% pada 2016. Di antara negara-negara maju, rasionya meningkat dari 52% menjadi 63% selama periode yang sama.

IMF mengkhawatirkan, dalam jangka waktu tiga hingga lima tahun, utang rumah tangga yang terus naik akan menyebabkan terjadinya krisis perbankan.

Dalam jangka pendek, ketika rasio utang rumah tangga meningkat terhadap PDB, ekonomi akan tumbuh lebih cepat dan tingkat pengangguran akan turun. Kabar baiknya, saat ini, ancaman tersebut lebih terasa di negara-negara maju daripada di negara berkembang.

Di negara maju, utang rumah tangga maupun pasar kredit lebih tinggi dari negara berkembang.

Meskipun begitu, akhir-akhir ini godaan berutang bagi setiap rumah tangga di negara berkembang, termasuk Indonesia, sangat besar. Dengan kemudahan teknologi digital, pengajuan pinjaman dapat dilakukan sangat cepat, mudah, dan dengan nilai yang besar.

Meskipun peringatan ini tidak langsung ditujukan kepada warga Indonesia, namun peringatan bisa menjadi alarm bagi setiap rumah tangga untuk mengelola aset dan utang serta belanja dengan baik.

Berikut ini 3 alasannya:

1.Godaan Pinjaman Online Sungguh Besar
Di Indonesia saat ini banyak sekali situs dan aplikasi teknologi finansial yang menawarkan pinjaman cepat. Meski dengan bunga yang mahal, tawaran ini dikabarkan banyak diminati masyarakat Indonesia, terutama kelas menengah berpenghasilan di atas Rp10 juta per bulan yang membutuhkan bridging loan atau kredit talangan.

Tingginya permintaan kredit online yang cepat ini menyebabkan sebuah perusahaan Fintech hingga kehabisan dana untuk disalurkan sehingga harus menghentikan penawarannya. Namun dengan keuntungan berlipat, bunga 1% per hari, perusahaan Fintech itu merayakan keberhasilannya dengan rapat kerja di luar negeri.

Kini banyak bermunculan Fintech yang menawarkan pinjaman yang beroperasi di sejumlah negara Asean. Sebut saja sebuah aplikasi pinjaman online dengan inisial MM yang menawarkan bunga hingga 56% selama 28 hari. Jika Anda meminjam Rp1 juta, dalam 28 hari Anda harus mengembalikan sebesar Rp 1,56 juta. Luar biasa.

2.Jaga rasio aset dengan utang dan cicilan dengan penghasilan
Dalam mengelola keuangan rumah tangga, Anda harus terus mengukur dan mengevaluasi utang Anda. Dari sejumlah riset HaloMoney.co.id, sebaiknya Anda menjaga rasio utang Anda terhadap total aset kurang dari 50%.

Jika total aset yang Anda miliki (rumah, mobil dan motor) sebesar Rp500 juta, namun total utang Anda (KPR, utang cicilan mobil, dan utang lainnya) sebesar Rp300 juta. Ini berarti total utang Anda mencapai 60%. Ini sudah tidak sehat sehingga Anda harus mengurangi jumlah utang hingga rasionya 50%. Minimal Anda harus menahan diri dan mengetatkan ikat pinggang hingga salah satu utang lunas.

Rasio lainnya ialah rasion cicilan terhadap penghasilan. Sebaiknya Anda harus menjaga agar cicilan untuk membayar semua utang tidak lebih dari 30%-35%. Sisa penghasilan Anda sebesar 65%-70% akan Anda gunakan untuk membiayai kebutuhan bulanan dan menabung hingga investasi.

3.Kenali Utang Produktif
Meskipun bukan berarti kita sama sekali tidak boleh berutang. Dalam pengelolaan utang rumah tangga, Anda harus mengenal utang produktif. Upayakan agar utang yang Anda ambil, bisa memberikan Anda penghasilan dan manfaat. Itulah salah satu cara membuat utang Anda produktif, tidak sekadar konsumtif.

Dengan utang produktif Anda akan menambah aset secara perlahan. Namun pengelolaan utang produktif menuntut Anda untuk disiplin mengelola pemasukan dan belanja agar penghasilan yang dihasilkan tidak tergerus oleh belanja yang serampangan.


Baca artikel Halomoney lainnya:

Mau KTA Tanpa Angsuran? Kenali Utang Produktif

Kredit Cepat Tanpa Bunga yang Bisa Menolongmu Selama 30 Hari

Published by

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Kiat Memilih Perusahaan Asuransi yang Baik

Ini Kiat Memilih Perusahaan Asuransi yang Baik

Bisnis | Kamis, 05 Oktober 2017 | 07:00 WIB

5 Indikator Mudah untuk Mengukur Kesehatan Kantong

5 Indikator Mudah untuk Mengukur Kesehatan Kantong

Bisnis | Rabu, 04 Oktober 2017 | 21:06 WIB

BI Minta Pengusaha Genjot Ekspor Dalam Negeri.

BI Minta Pengusaha Genjot Ekspor Dalam Negeri.

Bisnis | Selasa, 03 Oktober 2017 | 13:45 WIB

iPhone Terbaru Beredar, Ingat Tips Ini Sebelum Membeli

iPhone Terbaru Beredar, Ingat Tips Ini Sebelum Membeli

Tekno | Selasa, 26 September 2017 | 20:05 WIB

Terkini

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

×