Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.267,880
LQ45 625,790
Srikehati 305,028
JII 377,806
USD/IDR 17.830

Pelanggaran Terhadap Buruh BUMN Marak, Koalisi Buruh Long March

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 11 Oktober 2017 | 14:38 WIB
Pelanggaran Terhadap Buruh BUMN Marak, Koalisi Buruh Long March
Ribuan buruh berunjuk rasa di depan Istana, Jakarta, Sabtu (7/10). [Suara.com/Oke Atmaja]

Berbagai elemen gerakan buruh, petani, mahasiswa, dan masyarakat sipil mendukung gerakan untuk “Gugat Negara, Selamatkan BUMN.” Gerakan protes ini akan menggunakan cara long march dari Bandung hingga Jakarta. Sebanyak 50 buruh Awak Mobil Tangki Pertamina akan melakukan long march mulai Jumat (13/10/2017). Buruh tersebut mewakili setidaknya 1095 buruh AMT yang menjadi korban PHK illegal PT.Pertamina Patra Niaga dan PT.Elnusa Petrofin.

“PHK muncul setelah ada nota pemeriksaan yang menyebutkan kami seharusnya menjadi karyawan tetap,” ungkat Ketua AMT Plumpang, Nuratmo dalam acara konferensi pers di LBH Jakarta, Selasa (10/10/2017). Sebelumnya, Kementerian Tenaga Kerja dan Kementerian ESDM tidak kunjung menuntaskan persoalan yang menahun di kedua anak perusahaan Pertamina tersebut.

Wakil Ketua Umum KPBI Jumisih melihat BUMN tidak lagi berfungsi untuk menyejahterakan bangsa. “Buruh tidak mendapat hak untuk memenuhi kesejahteraan keluarga anaknya. BUMN seharusnya dikelola dengan baik oleh pemerintah untuk menyejahterakan rakyat,” ungkapnya dalam kesempatan yang sama.

Staf Kampanye Konsorsium Pembaharuan Agraria Adi Wibowo membenarkan pernyataan tersebut. Dalam kesempatan yang sama, ia menegaskan slogan “BUMN Hadir untuk Negeri” tidak memiliki dasar. “Tahun lalu keuntungan BUMN mencapai 202 triliun. Luar biasa. Ternyata banyak sekali pelanggaran, misalkan upah buruh AMT yang di bawah UMP. Berapa banyak masyarakat rugi karena BUMN mengejar laba itu?” ujarnya.

Ia menyebutkan di sektor pertanian Perhutani dan PTPN banyak melakukan pelanggaran hukum yang merugikan rakyat untuk mengejar laba tersebut. Di antaranya adalah penyerbotan tanah milik petani.

Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Nining Elitos menyampaikan dukungan organisasinya pada long march buruh AMT. Menurutnya, banyak yang harus dibenahi di BUMN. Ia menyebutkan KASBI memiliki anggota di BUMN mengalami permpasan hak atas kesejahteraan dan kepastian kerja. “Anggota kasbi ada di sektor Pertamina, Semen Gresik dan ada beberapa hal lain yang tidak jauh berbeda. Bahkan bekerja mengabdi 30 tahun tidak ada kepastian kerja apalagi kesejahteraan,” tegasnya. 

KASBI mendesak agar negara bertanggungjawab terhadap buruh-buruh di BUMN. Ia menyebutkan Jokowi sempat menjanjikan, “Upah Layak, Kerja Layak, dan Hidup Layak” bagi buruh. Namun, pelanggaran yang di perusahaan negara sendiri tak kunjung dituntaskan.

Dukungan berupa penyambutan juga ditegaskan oleh Gabungan Serikat Buruh Indonesia. “Saya dan teman-teman di GSBI menyampaikan dukungan perjuangan. Kawan-kawan GSBI akan mengkordinasikan anggota untuk menyambut dari Karawang, Bekasi, sampai Jakarta,” jelas Ketua Umum GSBI Rudi HB Daman. Menurutnya, aksi buruh AMT merupakan peringatan bahwa banyak penindasan di BUMN yang diduga menjadi sarang korupsi.

baca juga

Sementara itu, Sekjen Politik Rakyat Budi Wardoyo menegaskan pembenahan BUMN tidak berarti harus menjadikannya swasta. “BUMN harus dibereskan supaya pro-rakyat, pro buruh demi kepentingan rakyat indoensia,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan long march ini akan diusahakan untuk bertemu dengan long march Surabaya-Jakarta oleh Ade Kenzo. Buruh dari FSPMI itu menuntut negara membenahi sistem jaminan sosial. “Buruh pertamina mengangkat persoalan pertamina dan bumn, ada buruh bekasi yang mengangkat hak rakyat menjadi gabungan buruh berjuang untuk rakyat, tidak hanya untuk dirinya sendiri,” ungkapnya.

Sebanyak 50 buruh dari 9 depot di berbagai penjuru Indonesia akan melakukan aksi long march mulai Jumat (13/10/2017). Long March dari Jakarta itu mendesak negara membenahi pengelolaan BUMN. Carut-marut di BUMN, salah satunya karena korupsi, mengakibatkan mewabahnya sistem kerja outsourcing. Padahal, sistem itu tidak memberikan kepastian pekerjaaan dan mengkebiri banyak hak-hak buruh seperti upah lembur, upah layak, dan hak untuk cuti. Berdasarkan perhitungan Federasi Buruh Transprotasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI-KPBI), PT.Pertamina Patra Niaga sendiri belum membayarkan sekitar Rp160 miliar kekurangan upah lembur pada para buruh AMT. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menperin Klarifikasi Pernyataan Jokowi Soal Isu Penjualan BUMN

Menperin Klarifikasi Pernyataan Jokowi Soal Isu Penjualan BUMN

Bisnis | Rabu, 11 Oktober 2017 | 01:11 WIB

Menperin Bantah Anak Usaha BUMN Mau Dijual

Menperin Bantah Anak Usaha BUMN Mau Dijual

Bisnis | Selasa, 10 Oktober 2017 | 17:50 WIB

Buruh Peringati Hari Kerja Layak di Depan DPR, Siang Ini

Buruh Peringati Hari Kerja Layak di Depan DPR, Siang Ini

News | Selasa, 10 Oktober 2017 | 14:26 WIB

Lewat Tiga Menteri, Himbara Keluarkan Kartu Tani untuk Petani

Lewat Tiga Menteri, Himbara Keluarkan Kartu Tani untuk Petani

Bisnis | Senin, 09 Oktober 2017 | 20:28 WIB

Lewat Mandiri Nusa Dua Fiesta, Bank Mandiri Kampanye Non Tunai

Lewat Mandiri Nusa Dua Fiesta, Bank Mandiri Kampanye Non Tunai

Bisnis | Senin, 09 Oktober 2017 | 16:01 WIB

Gandeng ITDC, Bank Mandiri Gelar Persona Mandiri Nusa Dua Fiesta

Gandeng ITDC, Bank Mandiri Gelar Persona Mandiri Nusa Dua Fiesta

Bisnis | Senin, 09 Oktober 2017 | 14:18 WIB

Buruh Tuntut Kenaikan Upah  Regional

Buruh Tuntut Kenaikan Upah Regional

Foto | Sabtu, 07 Oktober 2017 | 16:19 WIB

Demonstran Buruh Mulai Padati Bundaran Patung Kuda

Demonstran Buruh Mulai Padati Bundaran Patung Kuda

News | Sabtu, 07 Oktober 2017 | 10:37 WIB

9.000 Tentara dan Polisi Jaga Demo Hari Layak Kerja Internasional

9.000 Tentara dan Polisi Jaga Demo Hari Layak Kerja Internasional

News | Sabtu, 07 Oktober 2017 | 10:32 WIB

8.500 Polisi Kawal Demo Buruh di Istana, Besok

8.500 Polisi Kawal Demo Buruh di Istana, Besok

News | Jum'at, 06 Oktober 2017 | 20:22 WIB

Terkini

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:21 WIB

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki

Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:10 WIB

Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada

Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen

Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:59 WIB

Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Kripto Syariah

Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Kripto Syariah

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:55 WIB

5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review

5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:45 WIB

Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster

Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla

Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla

Riau | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:30 WIB

KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban

KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:29 WIB

×