Saat Membersihkan Debu di Rumah, Hindari Melakukan Hal Ini!

Angelina Donna

Sabtu, 11 November 2017 | 21:00 WIB
Saat Membersihkan Debu di Rumah, Hindari Melakukan Hal Ini!

Suara.com - Debu merupakan kotoran dengan ukuran partikel yang sangat kecil. Jika dibersihkan dengan asal-asalan, kotoran akan kembali beterbangan dan mengotori benda-benda di rumah. Oleh karena itu, hindarilah melakukan hal di bawah ini:

Tidak Membersihkan Vacuum Cleaner
Membersihkan debu dari karpet, sofa, dan perabot lainnya akan lebih cepat jika menggunakan vacuum cleaner. Setelah digunakan, jangan lupa bersihkan sisa-sisa kotoran di dalam kantong penyimpanan dan lap bagian dalamnya agar tak ada yang bersisa.

Cara ini dapat mencegah vacuum cleaner terlalu penuh dan mampet. Jika ini terjadi, debu di dalam kantong penyimpanan bisa masuk ke mesin. Lama-lama kotoran pun akan keluar melalui sela-sela vacuum cleaner dan malah semakin mengotori ruangan.

Membersihkan dengan Kemoceng
Penggunaan kemoceng tidak efektif menghilangkan debu dari permukaan perabot. Memang tampaknya hilang, namun debu beterbangan di udara dan akan kembali menempel. Lebih baik bersihkan perabot menggunakan lap basah. Cara ini lebih efisien sebab kotoran dapat langsung menempel pada lap.

Menggunakan Cairan Pembersih
Cairan pembersih biasanya digunakan untuk membersihkan debu yang menempel pada perabot di rumah. Perlu diperhatikan bahwa jangan terlalu sering menggunakan cairan pembersih. Tidak hanya itu, cara menggunakannya pun perlu diperhatikan.
Jangan pernah menyemprotkan cairan pembersih langsung ke perabotan di rumah. Cara yang tepat adalah menyemprotkan cairan pembersih ke kain microfiber, kemudian lap perabotan secara perlahan.

Membersihkan Debu pada Kaca
Debu yang menempel pada permukaan kaca jendela akan lebih mudah dibersihkan dengan cairan pembersih khusus. Caranya, cukup semprotkan cairan pada lap dan dilanjutkan dengan pengeringan menggunakan kain bersih.

Umumnya, orang akan membersihkan kaca saat pagi atau siang hari ketika matahari bersinar cerah. Ternyata panas dari sinar matahari akan mempercepat keringnya cairan pembersih, sehingga debu yang menempel tidak terangkat dengan maksimal. Lebih baik lakukan proses ini pada sore hari.

Membersihkan Debu Kasur
Kebanyakan orang membersihkan debu pada kasur dengan cara dijemur di bawah sinar matahari lalu dipukul-pukul. Hal tersebut ternyata sama sekali tidak efisien sebab debu malah akan beterbangan lalu menempel kembali setelah beberapa saat.

Sebaiknya, bersihkan debu pada kasur dengan menggunakan vacuum cleaner. Saat ini juga sudah banyak penyedia jasa pembersih debu kasur dan tungau. Lakukan pembersihan pada kasur setidaknya sebulan sekali agar tubuh tetap sehat.

Artikel ini dipublikasikan bekerjasama dengan Urbanindo.com

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gaji Besar Bisa Jadi Penghambat Punya Rumah, Kok Bisa?

Gaji Besar Bisa Jadi Penghambat Punya Rumah, Kok Bisa?

Bisnis | Kamis, 09 November 2017 | 18:57 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×