Luhut Ungkap Potensi Ekonomi Laut Indonesia 1,2 Triliun Dolar AS

Adhitya Himawan

Sabtu, 10 Februari 2018 | 12:15 WIB
Luhut Ungkap Potensi Ekonomi Laut Indonesia 1,2 Triliun Dolar AS
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan di Padang, Sumatera Barat. [Dok Kemenko Maritim]

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan mengatakan kenaikan peringkat yang diberikan badan pemeringkat Jepang dari BBB minus menjadi BBB membuktikan perekonomian Indonesia semakin baik.

"Kemarin Lembaga pemberi peringkat Japan Credit Rating Agency, Ltd. (JCR) menaikkan Sovereign Credit Rating (Peringkat Surat Utang) Republik Indonesia dari BBB minus menjadi BBB artinya angka untuk interest uang sekarang lebih rendah. Ini menunjukkan perekonomian kita makin berkembang baik dan keadaan ini harus dipelihara," ujarnya kepada para mahasiswa saat memberikan kuliah umum dengan tema "Pengembangan Industri dan Jasa Maritim Indonesia untuk Mewujudkan Visi Poros Maritim Dunia" di Auditorium Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran, Yogyakarta, Jumat (9/2/2018).

Lembaga JCR mengatakan bahwa sejak pemerintahan Joko Widodo pada 2014 lalu telah terjadi reformasi struktural di Indonesia yang demi menciptakan keberlanjutan pertumbuhan dan tidak bergantung pada sektor sumber daya alam. JCR mencatat adanya perbaikan iklim investasi di Indonesia yang ditandai peningkatan investasi swasta dari dalam negeri maupun asing. Pembangunan infrastruktur juga sangat masif karena komitmen tinggi dari pemerintah.

"Presiden Jokowi berkomitmen untuk membangun infrastruktur di Indonesia. Belum pernah ada Presiden di Indonesia yang dalam setahun empat kali datang ke Papua hingga pelosoknya untuk memastikan pembangunan berjalan di sana. Sehingga waktu beliau diberi kartu kuning oleh mahasiswa, saya tidak mengerti, apa alasannya? Sewaktu saya jadi Menko Polhukam pun saya undang para Duta Besar, Jaksa Agung Australia untuk melihat langsung. Lihat langsung keadaan di Papua. Nah, jadi sebelum bertindak kalian harus tahu dulu, apa yang kalian bicarakan atau lihat secara langsung," katanya.

Kepada para mahasiswa ia menjelaskan bahwa sebenarnya dana yang dimiliki pemerintah saat ini hanya cukup untuk membiayai kurang dari 30 persen pembangunan di Indonesia oleh karenanya pemerintah saat ini mencari berbagai cara untuk dapat tetap melakukan pembangunan dengan menggunakan dana pemerintah seminimal mungkin.

"Kami sudah membuat pendanaan-pendanaan lain diluar APBN, misalnya Blended Finance, yaitu dengan melibatkan penggunaan pembiayaan pembangunan dari sumber publik atau filantropi untuk mendukung pembangunan. Saya presentasikan hal ini di Davos pada acara World Economic Forum dan mereka mengacungkan jempol karena indonesia dinilai kreatif dalam mencari sumber pendanaan," jelasnya.

Lebih jauh Menko Luhut menjelaskan bahwa masih ada yang bisa dijadikan sumber potensi ekonomi Indonesia, yaitu luasnya laut dan panjang garis pantai yang dimiliki Indonesia. Panjang garis pantai yang mencapai 99.093 kilometer dan potensi ekonominya yang bisa mencapai 1,2 triliun dolar Amerika Serikat per tahun belum dimanfaatkan secara maksimal.

"Banyak yang bisa digarap, mulai dari sektor perikanan tangkap dan perikanan budidaya, industri pengolahan hasil perikanan dan bioteknologi kelautan, pertambangan dan energi, pariwisata bahari, perhubungan laut dan industri jasa maritim. Setelah sekian lama diabaikan, kebijakan poros maritim dunia diharapkan mampu menjadi momentum kebangkitan ekonomi maritim Indonesia di masa depan,” terangnya kepada para peserta kuliah umum.

Menurut Menko Luhut hal ini juga bisa menjadi modal yang cukup kuat untuk memenuhi kebutuhan garam konsumsi maupun industri di dalam negeri agar Indonesia tidak lagi impor garam industri pada tahun 2020.

"Nanti kita pakai teknologi yang lebih baik sehingga produksinya bisa lebih bagus, dengan kadar garam mencapai 98 persen," ujarnya. Menko Luhut menambahkan pemerintah telah menyiapkan 30 ribu hektar lahan ladang garam di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Beasiswa untuk Mahasiswa Berprestasi

Hal yang sama juga diungkapkan Menko Luhut kepada sembilan mahasiswa berprestasi penerima beasiswa dari Keluarga Alumni Akabri angkatan tahun 1970. Menko Luhut mengatakan penguasaan teknologi adalah hal yang sangat penting saat ini, tren perkembangan teknologi seperti artificial intelligence, menjadi tantangan para mahasiswa. Situasi global politik, yang berkembang pesat, menurut Menko Luhut juga menjadi tantangan generasi muda.

Geopolitik saat ini dimana Amerika mengurangi impor minyak dari Saudi. Sekarang Saudi membuka perdagangannya dengan Cina dan Rusia karena perekonomiannya defisit. "Politik Saudi Arabia sekarang lebih agresif, mereka juga lebih terbuka, seperti sudah membolehkan perempuan menyetir mobil, yang dianggap korupsi ditangkap dan lain lain," terang Menko Luhut.

"Kita ribut-ribut soal investasi Cina, Cina itu sudah menaruh uangnya jauh lebih besar ke Saudi Arabia. Cina itu bukan investor asing terbesar kita, saat ini masih Singapura yang terbesar, lalu Amerika Serikat dan Jepang." ujarnya.

Pemberian beasiswa ini yang memasuki tahun kesepuluh ini dilakukan secara rutin kepada mahasiswa berprestasi yang kurang mampu.

Borobudur

Pada hari yang sama Menko Luhut memimpin rapat koordinasi dewan pengarah Badan Otoritas Pariwisata Borobudur (BOB) yang juga dihadiri Menteri Pariwisata Arief Yahya. Pada rapat kali ini dibahas bagaimana mengintegrasikan pihak-pihak yang terlibat seperti Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kementerian Perhubungan, Kementerian Perekonomian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan lain-lain.

"Urusan 350 hektar tanah di Borobodur area sedang dikerjakan penyelesaiannya dengan menteri-menteri dan K/L yang terlibat," kata Menko Luhut kepada wartawan usai rapat.

Menteri Pariwisata Arief Yahya telah menargetkan kunjungan dua juta turis ke wilayah itu. "Itu kira-kira bisa menciptakan Rp 14 triliun penerimaan untuk daerah," jelas Menko Luhut.

Saat ditanya media tentang perkembangan penyelesaian Bandara Kulonprogo Menko Luhut mengatakan ia berharap masalah yang ada dapat segera bisa selesai sehingga pembangunan Bandara yang saat ini sedang dibangun selesai tepat waktu.

"Tinggal masalahnya ada (warga terdampak) yang mereka belum datang ambil duitnya (pembebasan lahan) karena masalah administrasi. Ada yang di antara keluarga (terdampak) masih belum cocok. April akan selesai semua," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemerintah Akan Ubah Bansos Barang Jadi Tunai, Target Mulai Disalurkan Kuartal I 2027

Pemerintah Akan Ubah Bansos Barang Jadi Tunai, Target Mulai Disalurkan Kuartal I 2027

News | Rabu, 30 September 2026 | 14:19 WIB

Usai Heboh, Pelindo Jasa Maritim Copot Silfester Matutina dari Komisaris Usai 5 Hari Menjabat

Usai Heboh, Pelindo Jasa Maritim Copot Silfester Matutina dari Komisaris Usai 5 Hari Menjabat

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 17:15 WIB

Pelindo Jasa Maritim Tunjuk Terpidana Penghina Jusuf Kalla Menjadi Komisaris Independen

Pelindo Jasa Maritim Tunjuk Terpidana Penghina Jusuf Kalla Menjadi Komisaris Independen

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 12:18 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:33 WIB

PTK Perkuat Bisnis Maritim, Jadi Penopang Rantai Logistik Energi

PTK Perkuat Bisnis Maritim, Jadi Penopang Rantai Logistik Energi

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:58 WIB

Iran dan Negara Arab Resmi Rancang Koridor Jalur Pelayaran Baru Selat Hormuz

Iran dan Negara Arab Resmi Rancang Koridor Jalur Pelayaran Baru Selat Hormuz

News | Minggu, 13 September 2026 | 09:05 WIB

Kembangkan Bisnis Maritim, BKI Gandeng PT PAL

Kembangkan Bisnis Maritim, BKI Gandeng PT PAL

Foto | Sabtu, 05 September 2026 | 05:30 WIB

Menelisik Rencana Efisiensi Bisnis Marine Service Pelindo

Menelisik Rencana Efisiensi Bisnis Marine Service Pelindo

Opini | Rabu, 09 September 2026 | 13:48 WIB

Kontribusi Keselamatan Maritim, BKI Raih Penghargaan

Kontribusi Keselamatan Maritim, BKI Raih Penghargaan

Foto | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:40 WIB

Sempat Dianggap Tokoh Mitos, Ini Alasan Ratu Kalinyamat Justru Ditakuti Penjajah Portugis

Sempat Dianggap Tokoh Mitos, Ini Alasan Ratu Kalinyamat Justru Ditakuti Penjajah Portugis

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:15 WIB

Terkini

IHSG Tetap Betah di Zona Merah Setelah Reshuffle Kabinet

IHSG Tetap Betah di Zona Merah Setelah Reshuffle Kabinet

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:24 WIB

Pernah Jadi Kapolda hingga Wakapolri! Rekam Jejak Dedi Prasetyo yang Dipercaya Prabowo Pimpin BRAN

Pernah Jadi Kapolda hingga Wakapolri! Rekam Jejak Dedi Prasetyo yang Dipercaya Prabowo Pimpin BRAN

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:23 WIB

Jemaah Bayar USD4 Ribu untuk Kuota Tambahan Haji, Uang Disimpan di Apartemen

Jemaah Bayar USD4 Ribu untuk Kuota Tambahan Haji, Uang Disimpan di Apartemen

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:22 WIB

Prabowo Lantik 2 Wamenkeu Baru: Nurkholisoh Ibnu Aman dan Luky Alfirman

Prabowo Lantik 2 Wamenkeu Baru: Nurkholisoh Ibnu Aman dan Luky Alfirman

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:21 WIB

Dari Dubai Chocolate hingga Crookie, Alasan Tren Dessert Cokelat Terus Berubah

Dari Dubai Chocolate hingga Crookie, Alasan Tren Dessert Cokelat Terus Berubah

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:21 WIB

5 Rekomendasi Pembersih Wajah untuk Kulit Sensitif dan Sering Memerah, Aman Tidak Bikin Ketarik

5 Rekomendasi Pembersih Wajah untuk Kulit Sensitif dan Sering Memerah, Aman Tidak Bikin Ketarik

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:21 WIB

Bukan Avanza, Deretan 6 Mobil Ini Berpeluang Jadi Ancaman untuk Mitsubishi Xpander: Kenapa?

Bukan Avanza, Deretan 6 Mobil Ini Berpeluang Jadi Ancaman untuk Mitsubishi Xpander: Kenapa?

Otomotif | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:17 WIB

Erna dan Ari, Pasangan Atlet Disabilitas yang Tumbuh Bersama Lewat Warung Kelontong

Erna dan Ari, Pasangan Atlet Disabilitas yang Tumbuh Bersama Lewat Warung Kelontong

Jogja | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:17 WIB

Bermodal Barcode Sakti Online dan Truk Siluman, Penimbun Solar Subsidi di Balam Diciduk di SPBU

Bermodal Barcode Sakti Online dan Truk Siluman, Penimbun Solar Subsidi di Balam Diciduk di SPBU

Lampung | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:17 WIB

Kenapa Weton Pahing Tidak Boleh ke Gunung Kawi?

Kenapa Weton Pahing Tidak Boleh ke Gunung Kawi?

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:15 WIB

×