BI: Pertumbuhan Ekonomi 2018 Tak Bisa Capai 5.3 Persen

Pebriansyah Ariefana, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 25 Mei 2018 | 03:14 WIB
BI: Pertumbuhan Ekonomi 2018 Tak Bisa Capai 5.3 Persen
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (Kiri) dan mantan Gubernur BI Agus Martowardojo (Kanan) sedang bersalaman. (Suara.com/Dian Kusumo Hapsari)

Suara.com - Gubernur baru Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan pertumbuhan ekonomi pada tahun ini belum bisa mencapai 5.3 persen. Pasalnya, masih ada sejumlah faktor yang belum bisa mencapai target pertumbuhan tersebut.

Perry memprediksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya sebesar 5,2 persen.

"Memang kita mau lebih tinggi, tapi ada beberapa aspek ekonomi domestik yang belum bisa mendorong sampai 5.3-5.4 persen. Namun 5.2 persen itu cukup baik," kata Perry di Jakarta, Kamis (24/5/2018).

Namun, Perry tidak menjelaskan lebih rinci aspek ekonomi domestik apa saja yang dimaksudnya. Namun berkaca pada capaian pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2018, konsumsi rumah tangga dan jumlah ekspor memang masih berpotensi untuk dapat ditingkatkan.

Selain memprediksi pertumbuhan ekonomi, Perry juga turut memperkirakan inflasi Indonesia bakal mencapai 3.6 persen pada tahun ini. Padahal menurut target, inflasi pada tahun ini akan terus diupayakan agar berada di kisaran 3 hingga 3.5 persen.

“Untuk inflasi intinya juga hanya 3.2 persen. Stabilitas moneter dapat tetap terjaga dan malah terkendali,” ucap Perry.

Perry yang selalu mengampanyekan kebijakan moneter propertumbuhan dan prostabilitas itu, menekankan di sisa tahun BI tetap akan mengedepankan kebijakan moneter untuk memelihara stabilitas perekonomian. Namun, BI tidak akan mengabaikan jika terdapat kesempatan bagi Bank Sentral untuk menyesuaikan kebijakan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Satu instrumen kebijakan moneter kami akan otoritaskan untuk jaga stabilitas. Tapi kami ada empat instrumen untuk pro pertumbuhan (pro-growth)," ujarnya.

Empat instrumen tersebut adalah, pertama, relaksasi kebijakan makro prudensial, yang didalamnya adalah kebijakan untuk relaksasi di bidang pembiayaan perumahan. Kemudian, kedua kebijakan makroprudensial untuk mempercepat pendalaman pasar keuangan.

"Pendalaman pasar keuangan ini termasuk untuk menerbitkan instrumen pembiayaan infrastruktur," ujarnya.

Ketiga, kebijakan sistem pembayaran untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas ekonomi digital nasional.

Selanjutnya, keempat untuk memperkuat akselerasi keuangan dan ekonomi syariah, termasuk membangun industri produk halal, dan pengembangan riset edukasi dan kampanye ekonomi syariah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

DPR Berharap Perry Warjiyo Perbaiki Rupiah yang Anjlok

DPR Berharap Perry Warjiyo Perbaiki Rupiah yang Anjlok

Bisnis | Kamis, 24 Mei 2018 | 21:01 WIB

Mantan Gubernur BI : Perry Warjiyo Punya Perhatian Pada NKRI

Mantan Gubernur BI : Perry Warjiyo Punya Perhatian Pada NKRI

Bisnis | Kamis, 24 Mei 2018 | 13:54 WIB

Harapan Sri Mulyani untuk Gubernur BI yang Baru

Harapan Sri Mulyani untuk Gubernur BI yang Baru

Bisnis | Kamis, 24 Mei 2018 | 12:53 WIB

Mengenal Sosok Perry Warjiyo, Gubernur BI yang Baru

Mengenal Sosok Perry Warjiyo, Gubernur BI yang Baru

Bisnis | Kamis, 24 Mei 2018 | 12:25 WIB

Perry Warjiyo Hari Ini Dilantik Gantikan Agus Martowardojo

Perry Warjiyo Hari Ini Dilantik Gantikan Agus Martowardojo

Bisnis | Kamis, 24 Mei 2018 | 08:47 WIB

Terkini

Sang Pemenang Berdiri Sendirian: Ketika Kesuksesan Berujung pada Kehampaan

Sang Pemenang Berdiri Sendirian: Ketika Kesuksesan Berujung pada Kehampaan

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 15:00 WIB

Klaim Voucher Diskon Obat di Kimia Farma dari BRI Lewat Link Ini

Klaim Voucher Diskon Obat di Kimia Farma dari BRI Lewat Link Ini

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 14:55 WIB

Jimmy Masrin Kasus Apa? Sosok Pria yang Kena Sorot Ombudsman Nikmati Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

Jimmy Masrin Kasus Apa? Sosok Pria yang Kena Sorot Ombudsman Nikmati Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:54 WIB

Laga FIFA Asean Cup di GBK Hari Ini, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan 10 Kantong Parkir

Laga FIFA Asean Cup di GBK Hari Ini, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan 10 Kantong Parkir

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:53 WIB

Lagi-lagi di Pasar Kemis! Warga Temukan Kerangka Manusia saat Cari Rumput di Lahan Kosong

Lagi-lagi di Pasar Kemis! Warga Temukan Kerangka Manusia saat Cari Rumput di Lahan Kosong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:53 WIB

John Herdman Ogah Timnas Indonesia Dibayangi Kegagalan Piala AFF

John Herdman Ogah Timnas Indonesia Dibayangi Kegagalan Piala AFF

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 14:52 WIB

Bisa Merusak Freezer, Ini Bahaya Menusuk Bunga Es dengan Pisau

Bisa Merusak Freezer, Ini Bahaya Menusuk Bunga Es dengan Pisau

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 14:50 WIB

9 Sampo Penghilang Uban Sachet Praktis, Harganya Mulai Rp8 Ribuan

9 Sampo Penghilang Uban Sachet Praktis, Harganya Mulai Rp8 Ribuan

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 14:48 WIB

China Jadi Sumber Terbesar Emisi SF6 Dunia, Klaim Daur Ulang Dipertanyakan

China Jadi Sumber Terbesar Emisi SF6 Dunia, Klaim Daur Ulang Dipertanyakan

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:48 WIB

PHK Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Airlangga: Lapangan Kerja Masih Lebih Besar

PHK Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Airlangga: Lapangan Kerja Masih Lebih Besar

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 14:47 WIB

×