Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Lek Rohim Ingin Beli Baju Lebaran Tapi Takut Mati Besok

Iwan Supriyatna

Selasa, 12 Juni 2018 | 09:57 WIB
Lek Rohim Ingin Beli Baju Lebaran Tapi Takut Mati Besok
Lek Rohim pengepul kardus bekas. (Foto: Portalsatu.com)

Suara.com - Di seberang jalan, lelaki paruh baya itu tampak awas. Dengan langkah gontai ia menyeberang sembari menggerakkan tangannya sebagai kode kepada para pengendara untuk memperlambat laju kendaraan mereka.

Jalan nasional kawasan Gampong (Desa) Rundeng Meulaboh, Aceh Barat, memang padat arus lalu lintas.

Sesampai di seberang, lelaki itu menuju ke samping salah satu ruko. Lima menit kemudian ia kembali muncul dari samping ruko seraya membawa beberapa kardus dan plastik bekas.

Kardus dan plastik bekas tersebut ia tumpuk di atas becak miliknya yang diparkir tak jauh dari tempat itu.

Lelaki itu adalah Rohim kelahiran Banyumas, Provinsi Jawa Tengah yang akrab disapa Lek Rohim.

Keseharian Lek Rohim diisi dengan mencari kardus dan plastik bekas. Pekerjaannya itu sudah cukup lama ia geluti.
Sebelumnya, ia pernah menjadi seorang pengayuh becak. Ia banting setir menjadi pencari kardus dan plastik bekas sejak 2005 atau pascagempa dan tsunami 2004.

Setahun lalu ia masih kuat mencari kardus dan plastik bekas hingga pukul 02.00 WIB dinihari. Namun karena tubuhnya kian ringkih dan melemah, kini ia lebih cepat pulang ke rumah.

Menjadi pencari kardus dan plastik bekas tak ubah layaknya pemulung. Lek Rohim mesti mengais dan membongkar tempat-tempat sampah untuk mendapatkannya.

Tidak mudah menemukan kardus dan plastik bekas untuk saat ini. Terlebih karena dianggap memiliki nilai ekonomi, tidak jarang para pemilik kedai atau toko menumpuk kardus bekas package barang dagangan mereka untuk kemudian menjualnya kepada penadah.

baca juga

Meski hanya dihargai Rp 1.400 per kilogram, jika bobotnya hingga ratusan kilogram, maka uang yang akan didapat dari hasil menjual kardus bekas tentunya cukup menggiurkan.

Lek Rohim bermodal becak barang yang sudah "butut" juga harus bersaing dengan para pengumpul kardus dan plastis bekas lainnya. Kebanyakan dari mereka menggunakan becak motor. Tidak seperti Lek Rohim.

Lek Rohim kemudian menjual kardus dan plastik bekas kepada penadah di Jalan Terminal Meulaboh. Hasil penjualan kardus dan plastik bekas tersebut memang tidak seberapa. Namun Lek Rohim mengaku bersyukur.

"Per kilonya, kalau kardus Rp 1.400. Kalau plastik itu Rp 2.000. Sehari bisa dapat Rp 30.000, kadang lebih," ujar Lek Rohim saat ditemui di samping sebuah kedai kopi di perempatan lampu merah Jalan Nasional kawasan Gampong Rundeng, Meulaboh.

Di tempat itu, menjelang sore biasanya Lek Rohim akan melepas penat seraya minum kopi sesaat setelah menunaikan salat Ashar berjemaah di Masjid An-Nur yang terletak di seberang jalan. Namun, bulan puasa, kedai tutup.

Portalsatu.com jaringan Suara.com mewawancarai pria 53 tahun itu ketika ia baru saja selesai menumpuk kardus dan plastik bekas yang dipungut dari samping ruko tadi ke atas becaknya.

Lelaki yang lahir tahun 1964 ini menceritakan, ia datang ke Aceh dari kampung halamannya sejak 1999 silam. Sebelum gempa dan tsunami melanda Aceh, Desember 2004 silam, ia bersama istrinya, Lili, tinggal di Lorong Kuini, Desa Ujung Baroh, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat.

Pascabencana tersebut, Lek Rohim menjadi salah seorang penerima rumah bantuan dari Yayasan Cinta Kasih Tzu Chi di Gampong Peunaga Paya atau saat ini Gampong Persiapan Peunaga Baro, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat.

"Tapi sekarang sudah kita jual rumah bantuannya. Cuma Rp 15 juta karena butuh duit terpaksa segitu kita jual. Ya mau bagaimana lagi," ujarnya sembari tersenyum menutupi rasa kecewanya karena telah menjual rumah yang menurut informasi, normalnya dihargai hingga Rp 50 juta lebih.

Setelah menjual rumahnya, Lek Rohim pindah ke Lorong Puyuh, Gampong Rundeng, Meulaboh.

Di rumah berukuran kira-kira 15x5 meter yang sudah ditempatinya sejak lima tahun lalu itu, tidak terlihat perabotan sama sekali, apalagi peralatan elektronik seperti televisi. Di rumah inilah Lek Rohim tinggal bersama istri dan salah satu anaknya.

Rumah Lek Rohim sebanjar dengan 10 rumah lainnya yang juga serupa. Rumah-rumah itu berkonstruksi kayu yang sudah tak belia lagi. Dindingnya tampak rapuh dan lantainya membumi. Sementara di sekelilingnya terdapat rumah-rumah permanen.

"Sebulan kita sewa Rp 250.000. Sudah lima tahun kita sewa," sebutnya.

Hasil jerih payah menjual kardus dan plastik bekas kerap ia sisihkan untuk uang sewa rumah. Selebihnya ia serahkan kepada istrinya, Lili, untuk dibelanjakan buat makan mereka sehari-hari.

Lili adalah penyandang disabilitas. Sehari-hari ia harus memakai tongkat untuk menopang salah satu pijakan kakinya. Dari hasil pernikahannya dengan perempuan 32 tahun itu, Lek Rohim dikaruniai dua orang anak.

Pertama Ruslia Danil (18), saat ini menjadi buruh di salah satu kebun kelapa sawit di Nagan Raya, dan seorang lagi Ihsan (14) yang kesehariannya sebagai juru parkir di area pertokoan di Jalan Nasional Meulaboh, tepatnya di samping pusat rekreasi keluarga, "Funland."

Ditanya sudah berapa lama ia bekerja sebagai juru parkir, Ihsan menjawab, "enam tahun, bang!".

"Kalau bulan puasa lebih cepat pulang kerjanya, bang. Lagi pula bulan puasa tidak terlalu ada orang (kendaraan, red), karena di situ ada rumah makan dan tutup karena puasa. Paling dari yang kerja Bank Mandiri Syariah karena buka," sambungnya.

Hingga saat ini Ihsan mengaku belum terpikir soal baju baru untuk hari raya Idul Fitri 1439 Hijriah yang sudah di depan mata.

Menurut bocah yang sempat mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar Negeri 9 Meulaboh tapi kandas sebelum beranjak ke kelas IV ini, soal baju lebaran ia serahkan kepada orangtuanya.

"Itu tidak tahu bang. Belum ada kabar dari mamak (ibu)," kata Ihsan.

Jawaban tersebut tak jauh berbeda dengan yang dituturkan Lek Rohim. Perihal baju lebaran untuk anaknya memang sudah ia serahkan sepenuhnya kepada sang istri.

"Walah, itu tidak tahu. Sudah kita serahkan ke si mamak. Nah, kalau saya sih enggak ada baju lebaran, itu sudah biasa dari dulu," ucap Lek Rohim.

Bagi Lek Rohim, tak perlu malu untuk terlihat apa adanya. Ia sadar betul bagaimana kondisi keluarganya. Namun ia mengaku memiliki semangat yang tinggi untuk bekerja demi menghidupi keluarga kecilnya itu.

"Modal utama itulah rajin, kalau enggak, makan dari mana kita," ujarnya yang tak mau begitu menyerah dengan kerasnya kehidupan ini.

Menurutnya, terpenting saat ini tidak lupa beribadah. "Kita mau minta tolong sama siapa nanti di akhirat? Apa kita mau terus-terusan melupakan kewajiban. Kalau mati besok bagaimana?" kata Lek Rohim, tegas.

Di bawah topi berlabel salah satu merek kopi yang dikenakannya itu, tampak mata Lek Rohim sedang menerawang begitu jauh.

Tatapannya melewati trotoar-trotoar jalan, singgah di baliho-baliho milik partai, di papan nama pertokoan, menyela di roda-roda kendaraan milik para pengendara.

Sekitar dua ratusan meter dari tempat itu terdapat pusat perbelanjaan pakaian jadi. Menjelang sore, para pengunjung pusat pakaian jadi itu kian membludak. Halaman depan ruko penuh sesak oleh kendaraan roda dua dan empat.

Maklum, beberapa hari lagi lebaran tiba. Ramai orang berduyun-duyun membeli baju baru untuk dikenakan saat hari raya. Lantas, bagaimana dengan Lek Rohim dan keluarganya?

Berita ini sebelumnya dimuat juga di https://portalsatu.com/read/feature/lek-rohim-pencari-kardus-bekas-anaknya-bilang-belum-ada-kabar-baju-lebaran-43028 jaringan Suara.com.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sandiaga Klaim Tak Ada Lagi Manusia Gerobak di Jakarta

Sandiaga Klaim Tak Ada Lagi Manusia Gerobak di Jakarta

News | Jum'at, 11 Mei 2018 | 15:58 WIB

Bagian Bawah Fly Over Gondangdia Sepi dari Pemulung Bergerobak

Bagian Bawah Fly Over Gondangdia Sepi dari Pemulung Bergerobak

News | Selasa, 12 Juli 2016 | 11:37 WIB

Minta Sedekah, Jalanan Jakarta Diserbu Manusia Gerobak

Minta Sedekah, Jalanan Jakarta Diserbu Manusia Gerobak

News | Kamis, 16 Juli 2015 | 21:30 WIB

Terkini

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×