Perusahaan di Cina Ramai-ramai Tinggalkan Negaranya, Ada Apa?

Iwan Supriyatna, Dian Kusumo Hapsari

Kamis, 13 September 2018 | 06:25 WIB
Perusahaan di Cina Ramai-ramai Tinggalkan Negaranya, Ada Apa?
Ilustrasi bendera Cina. [Shutterstock]

Suara.com - Perusahaan yang berada di Cina memilih hengkang dari negaranya sendiri. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari pengenaan tarif impor dari Amerika Serikat terhadap produk asal Cina yang terus mengalami kenaikan.

Fenomena ini dikhawatirkan bisa menciptakan kelangkaan lapangan pekerjaan.

Para perusahaan tersebut memilih untuk memindahkan sentra produksi mereka ke luar negeri seperti Vietnam, Serbia dan Meksiko.

Kedua negara adidaya ekonomi itu terlibat dalam perang dagang menyusul peningkatan bea masuk sebesar 25 persen untuk produk buatan Cina yang digagas Presiden AS, Donald Trump.

Dilansir dari News18.com, untuk menghindari tarif tersebut perusahaan Cina yang memproduksi komponen kendaraan bermotor, ban, plastik dan tekstil memindahkan fasilitas produksi ke luar negeri agar tetap bisa mengekspor ke Amerika Serikat.

HI Corp, produsen suku cadang kendaraan di Shenzen, misalnya sudah mengumumkan akan hijrah ke Vietnam.

“Adalah hal terelakkan jika tarif baru mendorong perusahaan mengkaji ulang rantai pemasoknya di seluruh dunia. Karena daya saing mereka akan berkurang sebanyak 25% dalam semalam," kata Christopher Rogers dari Panjiva, lembaga analisa perdagangan di Amerika Serikat.

Fenomena perpindahan rantai suplai dari Cina ke luar negeri sebenarnya sudah dimulai sejak beberapa tahun silam, ketika ongkos produksi dan upah buruh di Cina meningkat pesat. Tarif baru AS, kata pelaku usaha dan pengamat ekonomi, hanya mengobarkan api yang lebih besar.

Saat ini sudah banyak perusahaan asing yang memindahkan produksi dari Cina, mulai dari produsen mainan anak Hasbro, merek kamera Olympus atau produsen sepatu Deckers.

Kini langkah serupa ditiru perusahaan lokal, seperti Zhejiang Hailide New Material yang selama ini memproduksi barang kebutuhan pabrik di provinsi Zhejiang, Cina.

“Saat ini semua sentra produksi kami berada di Cina. Untuk menghindari risiko anti-dumping dan kenaikan tarif, perusahaan kami memutuskan membangun pabrik di Vietnam," kata seorang pejabat eksekutif bulan lalu.

"Kami berharap bisa mempercepat pembangunan dan di masa depan bisa memasok untuk pasar Amerika Serikat."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cina Bersumpah Akan Balas AS Jika Tarif Impor Naik Lagi

Cina Bersumpah Akan Balas AS Jika Tarif Impor Naik Lagi

Bisnis | Kamis, 13 September 2018 | 06:14 WIB

AS - Cina Memanas, 5,5 Juta Orang Diprediksi Kehilangan Pekerjaan

AS - Cina Memanas, 5,5 Juta Orang Diprediksi Kehilangan Pekerjaan

Bisnis | Rabu, 12 September 2018 | 10:10 WIB

Suzuki Angkat Kaki dari Pasar Mobil Terbesar Dunia

Suzuki Angkat Kaki dari Pasar Mobil Terbesar Dunia

Otomotif | Rabu, 12 September 2018 | 10:00 WIB

Terkini

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 21:25 WIB

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 21:18 WIB

×