Eka Tjipta Wafat, Menteri Kabinet Kerja : Kami Datang Beri Penghormatan

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Minggu, 27 Januari 2019 | 14:00 WIB
Eka Tjipta Wafat, Menteri Kabinet Kerja : Kami Datang Beri Penghormatan
Menteri ESDM Ignasius Jonan datang ke Rumah Duka RSPAD Gatot Soebroto. (Suara.com/Achmad Fauzi)

Suara.com - Sejumlah Menteri Kabinet Kerja mulai berdatangan ke rumah duka Graha Sentosa di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Para menteri tersebut berniat untuk melayat konglomerat pendiri Sinar Mas Group Eka Tjipta Widjaja.

Pantauan Suara.com, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan hadir pertama pada pukul 11.30 WIB. Sepuluh menit berselang, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin tiba di Rumah Duka Graha Sentosa.

Seusai melayat, Menteri ESDM Ignasius Jonan menyebut, Eka Tjipta merupakan orang yang hebat. Pasalnya, Eka Tjipta bisa memulai karir bisnisnya dari kecil hingga dikenal banyak orang.

"Beliau meninggalnya usia 97, sudah berkiprah sekurangnya mungkin 75 tahun, ini tokoh hebat makanya kami datang beri penghormatan, disamping kami juga kenal dengan sebagian anggota keluarga dari perusahaan besar," kata Jonan saat ditemui di Rumah Duka Graha Sentosa, Minggu (27/1/2019).

"Orang hebat, membangun usaha dari kecil dan juga sampai besar sekali dan melewati banyak zaman," Jonan menambahkan.

Mantan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia ini bakal meneladani sifat kerja keras Eka Tjipta ketika bekerja. Meski begitu, Jonan mengaku belum pernah mengobrol langsung dengan pendiri Sinar Mas Group itu.

"Enggak sih (tidak pernah ngobrol) beda jauh, beliau orang besar dan saya masih muda waktu itu. Usaha yang keras, kerja keras dan sungguh-sungguh," pungkasnya.

Diketahui, Eka Tjipta Widjaja, wafat pada Sabtu (26/1/2019) sekitar pukul 19.43 WIB di usia ke 98 tahun.

Eka Tjipta Widjaja sendiri dikenal sebagai salah satu pengusaha paling sukses di Indonesia. Dalam Bloomberg Billionaires Index, yang berisi daftar orang terkaya di dunia, Eka Tjipta Widjaja duduk di urutan ke 148 dengan harta kekayaan mencapai 9,30 miliar dolar Amerika Serikat.

baca juga

Sementara dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes, per Desember 2018, Eka Tjipta Widjaja merupakan orang terkaya nomor tiga di Tanah Air dengan total harta kekayaan mencapai 8,6 miliar dolar AS.

Menurut Wall Street Journal, Eka Tjipta Widjaja adalah imigran asal China yang mengawali peruntungannya di Indonesia sebagai penjual biskuit keliling menggunakan sepeda di Jakarta pada dekade 1930an.

Pada periode Perang Dunia II, ia beralih menjadi pedagang minyak sayur, sebelum beralih bisnis kelapa sawit.

Sinar Mas Group sendiri, yang didirikannya pada 1962 bermula sebagai perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan serta pulp dan kertas.

Kini perusahaan itu merambah ke bidang keuangan, properti, infrastruktur, telekomunikasi, dan energi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eka Tjipta Widjaja Wafat, RSPAD Gatot Soebroto Dipenuhi Karangan Bunga

Eka Tjipta Widjaja Wafat, RSPAD Gatot Soebroto Dipenuhi Karangan Bunga

Bisnis | Minggu, 27 Januari 2019 | 13:01 WIB

Eka Tjipta Widjaja Sang Pendiri Sinar Mas Group Wafat

Eka Tjipta Widjaja Sang Pendiri Sinar Mas Group Wafat

Bisnis | Sabtu, 26 Januari 2019 | 23:12 WIB

Harlah Pancasila, Menteri Kabinet Kenakan Pakaian Adat

Harlah Pancasila, Menteri Kabinet Kenakan Pakaian Adat

News | Kamis, 01 Juni 2017 | 08:07 WIB

Terkini

Cara Menggunakan Lidah Buaya untuk Rambut Rontok, Simak 4 Langkahnya

Cara Menggunakan Lidah Buaya untuk Rambut Rontok, Simak 4 Langkahnya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:47 WIB

4 Micellar Water Lokal Glycerin Jaga Skin Barrier agar Lembap Bebas Iritasi

4 Micellar Water Lokal Glycerin Jaga Skin Barrier agar Lembap Bebas Iritasi

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Terciduk Pesta Narkoba di Kamar Hotel Surabaya, 3 Anggota DPRD Jatim Cuma Direhab

Terciduk Pesta Narkoba di Kamar Hotel Surabaya, 3 Anggota DPRD Jatim Cuma Direhab

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:33 WIB

7 Cara Cek Parfum Branded Ori atau Palsu, Perhatikan Kemasan hingga Wanginya

7 Cara Cek Parfum Branded Ori atau Palsu, Perhatikan Kemasan hingga Wanginya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:31 WIB

Layanan Darurat Tangsel Siaga 112 Diingatkan Tak Jadi Ajang Prank

Layanan Darurat Tangsel Siaga 112 Diingatkan Tak Jadi Ajang Prank

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Eks Penghulu Kampung di Siak Ditangkap Terkait Korupsi Dana Desa Rp400 Juta

Eks Penghulu Kampung di Siak Ditangkap Terkait Korupsi Dana Desa Rp400 Juta

Riau | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:29 WIB

BMW Angkut 50 Kg Sabu Rp50 Miliar Rontok di Bakauheni, 3 Kurir Tergiur Upah Rp300 Juta

BMW Angkut 50 Kg Sabu Rp50 Miliar Rontok di Bakauheni, 3 Kurir Tergiur Upah Rp300 Juta

Lampung | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:22 WIB

Krim Kelly Bisa Jadi Pengganti Foundation? Simak Klaim dan Cara Pakainya

Krim Kelly Bisa Jadi Pengganti Foundation? Simak Klaim dan Cara Pakainya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:15 WIB

YesssCredit Catat Pembiayaan Rp5 T, Kota Kecil Mulai Jadi Mesin Pertumbuhan

YesssCredit Catat Pembiayaan Rp5 T, Kota Kecil Mulai Jadi Mesin Pertumbuhan

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku

Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku

Jogja | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:14 WIB

×