Eka Tjipta Widjaja Wafat, RSPAD Gatot Soebroto Dipenuhi Karangan Bunga

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
Eka Tjipta Widjaja Wafat, RSPAD Gatot Soebroto Dipenuhi Karangan Bunga
Karangan Bunga ucapan bela sungkawa untuk Eka Tjipta Widjaja berjejer di rumah duka RSPAD Gatot Soebroto. (Suara.com/Achmad Fauzi)

Karangan bunga datang dari pejabat-pejabat negara.

Suara.com - Rumah duka Graha Sentosa RSPAD Gatot Soebroto dipenuhi karangan bunga bertuliskan ucapan bela sungkawa atas meninggalnya Eka Tjipta Widjaja sang pendiri Sinar Mas Group.

Pantauan Suara.com di lokasi, karangan bunga datang dari pejabat-pejabat negara seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kapolri Tito Karnavian.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dan masih banyak lagi.

Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta yang baru bebas dari penjara yakni Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok dan mantan Presiden BJ Habibie juga turut mengirimkan karangan bunga ucapan duka cita.

Petugas penerimaan karangan bunga menyebut, lebih dari 70 karangan bunga telah diterima. Petugas tersebut memperkirakan bakal banyak lagi karangan bunga yang akan datang.

"Ini masih siang, mungkin nanti datang lagi," ujar Petugas yang enggan disebutkan namanya, Minggu (27/1/2019).

Diketahui, Eka Tjipta Widjaja, wafat pada Sabtu (26/1/2019) sekitar pukul 19.43 WIB di usia ke 98 tahun.

Eka Tjipta Widjaja sendiri dikenal sebagai salah satu pengusaha paling sukses di Indonesia. Dalam Bloomberg Billionaires Index, yang berisi daftar orang terkaya di dunia, Eka Tjipta Widjaja duduk di urutan ke 148 dengan harta kekayaan mencapai 9,30 miliar dolar Amerika Serikat.

Sementara dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes, per Desember 2018, Eka Tjipta Widjaja merupakan orang terkaya nomor tiga di Tanah Air dengan total harta kekayaan mencapai 8,6 miliar dolar AS.

Menurut Wall Street Journal, Eka Tjipta Widjaja adalah imigran asal China yang mengawali peruntungannya di Indonesia sebagai penjual biskuit keliling menggunakan sepeda di Jakarta pada dekade 1930an.

Pada periode Perang Dunia II, ia beralih menjadi pedagang minyak sayur, sebelum beralih bisnis kelapa sawit.

Sinar Mas Group sendiri, yang didirikannya pada 1962 bermula sebagai perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan serta pulp dan kertas.

Kini perusahaan itu merambah ke bidang keuangan, properti, infrastruktur, telekomunikasi, dan energi.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS