Menyulap Limbah Kayu Jadi Kacamata Berharga dan Bernilai Seni Tinggi

Iwan Supriyatna, Muslimin Trisyuliono

Jum'at, 15 Maret 2019 | 07:13 WIB
Menyulap Limbah Kayu Jadi Kacamata Berharga dan Bernilai Seni Tinggi
Yuyud Wahyudi (35) pengrajin kacamata dari limbah kayu. (Suara.com/Muslimin)

Suara.com - Di tangan Yuyud Wahyudi (35) limbah kayu bisa disulap menjadi berbagai jenis bingkai kacamata dengan harga jual yang cukup tinggi.

Dibantu satu orang temannya bernama David, Yuyud memberanikan diri untuk membuka usaha bingkai kacamata bernama Urat Kayu.

Untuk membuat bingkai kaca mata tidak membutuhkan modal yang besar, hanya memanfaatkan limbah kayu yang diambil secara gratis dari pengrajin mebel disekitar rumahnya.

Limbah kayu yang digunakan cukup mudah, seperti limbah kayu jati landa dan kayu sonokeling. Kedua jenis limbah kayu tersebut menurutnya ringan dan seratnya cukup halus.

Kacamata Kayu produksi Urat Kayu. (Suara.com/Muslimin)
Kacamata Kayu produksi Urat Kayu. (Suara.com/Muslimin)

Bingkai kacamata buatannya ini memiliki ciri khas bila dibandingkan kacamata yang lain. Bobotnya lebih ringan dan bisa dikreasikan sedemikian rupa untuk menarik minat calon pembeli.

"Awalnya melihat tumpukan kayu palet yang tidak digunakan dan banyak tukang sampah yang minta kayu dibuang dari perumahan. Kalau plastik bisa dijual kalau kayu tidak, awalnya dari situ," ujar Yuyud saat ditemui Suara.com.

Kacamata Urat Kayu sendiri dibandrol mulai harga Rp 250.000 - Rp 700.000. Harga tersebut sudah termasuk dengan lensa untuk kacamata lifestyle maupun kacamata baca.

Nama Urat Kayu sendiri lahir dari serat kayu, namun ia mengisyaratkan sebagai Urat Kayu. Yuyud mengaku baru memulai usaha mengolah limbah kayu menjadi bingkai kacamata selama dua bulan terakhir.

"Urat kayu seperti istilah kalau kita urat itu sama seperti urat jadi secara tidak langsung kepikiran namain Urat Kayu," tambahnya.

baca juga

Tempat pembuatan bingkai kacamata ini berada di Jalan Salak 8 RT 01 RW 03 No.20 Desa Pondok Benda, Pamulang, Tangerang Selatan.

Di lahan dengan seluas 2 meter x 5 meter, Yuyud bisa mengolah dua bingkai kacamata dalam sehari. Untuk membuat bingkai kacamata, alat yang digunakan cukup sederhana dari mesin pola dan mesin penghalus hasil dari modifikasinya sendiri.

Menurutnya, sejak dua bulan terakhir, produknya mendapatkan respon positif dari masyarakat. Ia bisa menjual dua sampai tiga bingkai kacamata dalam satu minggu.

Untuk memasarkan hasil karyanya Yuyud mengandalkan jejaring sosial media seperti Instagram. Dalam satu bulan terakhir Yuyud mampu menjual 25 bingkai kacamata.

Model bingkai kacamata yang paling laku yakni jenis kacamata baca. Pelanggan bisa memesan sesuai keinginan dan harga menyesuaikan dari tingkat kesulitannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Kacamata Termahal di Dunia, Nomor 5 Harganya Sampai Rp 5 Miliar

5 Kacamata Termahal di Dunia, Nomor 5 Harganya Sampai Rp 5 Miliar

Lifestyle | Rabu, 06 Februari 2019 | 15:51 WIB

Kirim Surat ke Disney, Gadis Ini Minta Karakter Princess Berkacamata

Kirim Surat ke Disney, Gadis Ini Minta Karakter Princess Berkacamata

Lifestyle | Selasa, 05 Februari 2019 | 09:07 WIB

Ini Tips Membersihkan Kacamata Agar Lensa Tidak Tergores

Ini Tips Membersihkan Kacamata Agar Lensa Tidak Tergores

Health | Kamis, 18 Oktober 2018 | 10:30 WIB

Terkini

4 Shio Beruntung 16 Oktober 2026, Kelinci hingga Anjing Rasakan Perubahan Positif

4 Shio Beruntung 16 Oktober 2026, Kelinci hingga Anjing Rasakan Perubahan Positif

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 06:27 WIB

Stok Makanan di Supermarket Terancam Kosong Tahun Depan, Apa yang Sedang Terjadi Terjadi?

Stok Makanan di Supermarket Terancam Kosong Tahun Depan, Apa yang Sedang Terjadi Terjadi?

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

×