Bantu Petani, Kementan Gencarkan Pengembangan Pertanian Berbasis Mekanisme

Fabiola Febrinastri

Senin, 03 Juni 2019 | 08:01 WIB
Bantu Petani, Kementan Gencarkan Pengembangan Pertanian Berbasis Mekanisme
Pelatihan alat mesin pertanian bagi petani. (Dok : Kementan)

Suara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) menggencarkan program pengembangan Pertanian Korporasi Berbasis Mekanisasi (PKBM). Program ini bertujuan untuk membantu petani meningkatkan efisiensi usaha, demi memudahkan pengelolaan alat mesin pertanuan (alsintan).

Direktur Alsintan, Andi Nur Alam Syah mengatakan, salah satu bagian PKBM adalah adanya aplikasi UPJA (Usaha Pelayanan Jasa Alsintan) Smart Mobile, yang sudah diluncurkan tahun lalu di Jawa Tengah. Dengan adanya aplikasi tersebut, petani akan lebih mudah untuk menyewa alsintan, baik traktor atau pun combine harvester, karena menggunakan sistem digital.

"Kita sudah uji coba di lima lokasi untuk pengembangan mekanisasi berbasis korporasi. Nantinya tiap UPJA difasilitasi smart mobile, sehingga ke depan ada Go-Jek Alsintan. Saat ini kita terus berupaya memperbaiki sistemnya," tutur Andi, Jakarta, Senin (27/5/2019).

Sementara itu, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Sarwo Edhy menjelaskan, PKBM meliputi pembuatan gudang alsintan, legalisasi struktur organisasi, pelatihan manajemen dan aplikasi UPJA smart mobile, dan penetapan petugas pendamping lapangan.

"Kegiatan ini sudah ada percontohannya di lima lokasi, yaitu Kabupaten Tuban Jawa Timur, Sukoharjo Jateng, Konawe Selatan Sultra, Barito Kuala Kalsel, dan di Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumsel," katanya.

Sampai saat ini, menurutnya, Ditjen PSP telah menyalurkan bantuan alsintan tidak kurang dari 350 ribu unit, yang terdiri dari traktor roda dua, traktor roda empat, pompa air, rice transplanter, cooper, cultivator, ekskavator, hand sprayer, implemen alat tanam jagung, dan alat tanam jagung semi manual.

Pada 2015, alsintan yang disalurkan sebanyak 54.083 unit, pada 2016 sebanyak 148.832 unit, pada 2017 sebanyak 82.560 unit, dan pada 2018 sebanyak 112.525 unit. Alsintan tersebut telah diberikan kepada kelompok tani/gabungan kelompok tani, UPJA dan brigade alsintan.

"Bantuan alsintan ini merupakan terbesar sepanjang sejarah Indonesia," ujarnya.

Sarwo menjelaskan, ada beberapa alasan pemerintah mendorong mekanisasi pertanian, di antaranya luas lahan pertanian makin menyusut dan diperkirakan konversi lahan mencapai 110 ribu hektare per tahun, usaha tani belum efisien, dan kehilangan hasil masih cukup tinggi.

baca juga

Selain itu menurutnya, tenaga kerja petani juga makin berkurang. Apalagi di sisi lain, generasi muda banyak yang tidak mau terjun ke usaha tani karena alasan kotor dan panas.

"Karena faktor-faktor itu, kita ingin mengubah mindset petani dengan bantuan alsintan, dari bertani secara tradisional ke modern. Kita juga ingin usaha tani menjadi lebih efisien," katanya.

Sarwo mencontohkan, jika pengolahan lahan menggunakan tenaga manusia (cangkul), maka dalam 1 hektare sawah diperlukan 30 - 40 orang, lama pengerjaannya 240  -400 jam per hektare, sedangkan biayanya mencapai Rp 2 - 2,5 juta per hektare.

Sementara dengan alsintan (traktor tangan) hanya diperlukan tenaga kerja 2 orang, jumlah jam kerja hanya 16 jam per hektare dan biayanya Rp 900 ribu - 1,2 juta hektare.

Hal tersebut juga berlaku saat panen. Jika menggunakan alsintan hanya perlu 3 jam sudah selesai, sedangkan menggunakan tenaga manusia perlu waktu 1 minggu.

Keuntungan lainnya adalah saat tanam bisa serentak, karena pengolahan lahan bisa cepat, sehingga petani bisa tanam 3 kali setahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tingkatkan Hasil Pertanian, Para Penyuluh Kementan Latih Petani di Beltim

Tingkatkan Hasil Pertanian, Para Penyuluh Kementan Latih Petani di Beltim

Bisnis | Kamis, 16 Mei 2019 | 08:33 WIB

Kementan Minta Alsintan Dimanfaatkan Sebaik Mungkin

Kementan Minta Alsintan Dimanfaatkan Sebaik Mungkin

Bisnis | Selasa, 14 Mei 2019 | 08:00 WIB

Demi Tingkatkan Produksi Pertanian, Kementan Fokus pada Bantuan Alsintan

Demi Tingkatkan Produksi Pertanian, Kementan Fokus pada Bantuan Alsintan

Bisnis | Kamis, 09 Mei 2019 | 08:12 WIB

Kementan : Alsintan Diberikan untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Kementan : Alsintan Diberikan untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Bisnis | Rabu, 24 April 2019 | 08:03 WIB

Terkini

Sidak Ombudsman Ungkap Lapas Mewah Cibinong, Ketua MPR Buka Suara

Sidak Ombudsman Ungkap Lapas Mewah Cibinong, Ketua MPR Buka Suara

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:00 WIB

Dari Banjarmasin ke Asia Pasifik, Perjalanan dr. Ayu Kembangkan Regenerative Medicine

Dari Banjarmasin ke Asia Pasifik, Perjalanan dr. Ayu Kembangkan Regenerative Medicine

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 19:57 WIB

Titik Karhutla Riau Diklaim Sudah Padam, Modifikasi Cuaca Terus Digempur

Titik Karhutla Riau Diklaim Sudah Padam, Modifikasi Cuaca Terus Digempur

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 19:50 WIB

Wacana Capres Harus Didukung 2 Fraksi DPR, PPP Soroti Keterwakilan Suara Rakyat

Wacana Capres Harus Didukung 2 Fraksi DPR, PPP Soroti Keterwakilan Suara Rakyat

Jogja | Minggu, 27 September 2026 | 19:40 WIB

Bedah Makna Lagu 'Stuck' ENHYPEN: Kisah Cinta Egois Sang Vampir yang Berujung Bahaya

Bedah Makna Lagu 'Stuck' ENHYPEN: Kisah Cinta Egois Sang Vampir yang Berujung Bahaya

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 19:35 WIB

Di Balik Parkir Liar Palembang: Ada Bos, Setoran, hingga Klaim Ormas Pernah Masuk

Di Balik Parkir Liar Palembang: Ada Bos, Setoran, hingga Klaim Ormas Pernah Masuk

Sumsel | Minggu, 27 September 2026 | 19:27 WIB

Respons Kepala BMKG soal Munculnya Daratan Baru di Anak Krakatau dan Potensi Tsunami

Respons Kepala BMKG soal Munculnya Daratan Baru di Anak Krakatau dan Potensi Tsunami

Video | Minggu, 27 September 2026 | 19:15 WIB

Cara Main Lucky Toss BRI di Serpong Warrior Challenge 2026

Cara Main Lucky Toss BRI di Serpong Warrior Challenge 2026

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 19:11 WIB

Indra Gunawan Dipanggil Badan Kehormatan DPRD Siak Terkait Dugaan Ijazah Palsu

Indra Gunawan Dipanggil Badan Kehormatan DPRD Siak Terkait Dugaan Ijazah Palsu

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 19:10 WIB

Ditemukan di Kalteng, 7 Korban Tewas KM Virgo Dievakuasi ke Banjarmasin dengan Helikopter Basarnas

Ditemukan di Kalteng, 7 Korban Tewas KM Virgo Dievakuasi ke Banjarmasin dengan Helikopter Basarnas

News | Minggu, 27 September 2026 | 19:07 WIB

×