Pupuk Subsidi Berkurang, Kartu Tani Diyakini Dapat Hentikan Penyalahgunaan

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 18 September 2019 | 10:52 WIB
Pupuk Subsidi Berkurang, Kartu Tani Diyakini Dapat Hentikan Penyalahgunaan
Perencanaan Kebutuhan Pupuk Berbasis e-RDKK untuk Mendukung Percepatan Implementasi Kartu Tani, di Hotel Golden Tulip, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (17/9/2019). (Dok : Kementan)

Suara.com - Berkurangnya alokasi pupuk bersubsdi tahun depan, harus dipertimbangkan dengan matang terkait penyaluran atau pendistribusiannya. Penerapan program Rencana Daftar Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) dan Kartu Tani diyakini dapat menekan penyalahgunaan pupuk bersubsidi.

Alokasi pupuk bersubsdi pada 2020 akan berkurang menjadi 7,9 juta ton. Hal ini dikemukakan Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan), Sarwo Edhy.

"Dengan Kartu Tani, petani langsung dapat jenis barangnya (pupuk), dari sisi jenis, sisi keamanan, ketepatan sasaran, dan waktu. Jangan sampai pemengang Kartu Tani takut ketika menebus, karena barangnya tidak ada," katanya, usai membuka pertemuan Perencanaan Kebutuhan Pupuk Berbasis e-RDKK untuk Mendukung Percepatan Implementasi Kartu Tani, di Hotel Golden Tulip, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (17/9/2019).

Melalui program tersebut, lanjut Sarwo, petani membayar pupuk subsidi melalui bank, sesuai dengan kuota dan harga pupuk subsidi.

"Apa kewajiban bank? Mereka menyediakan EDC (electronic data capture) dan Kartu Tani. EDC dibagikan ke kios-kios untuk alat geseknya, masing-masing rumah tangga tani diberikan Kartu Tani," tambahnya.

Sarwo mengatakan, alokasi pupuk pengguna Kartu Tani berdasarkan RDKK yang disusun petani anggota kelompok tani, yang mana RDKK diketahui oleh penyuluh dan disahkan oleh desa.

"Di situ ada surat tanahnya, ada luasannya, ada KTP (kartu tanda penduduk)-nya, nomor induk kependudukan. Petani-petani yang tidak punya KTP, tidak bisa mengikuti porgram pupuk bersubsidi dan tidak mendapat kartu tani," katanya.

Sarwo Edhy menambahkan, untuk proses e-RDKK, hampir semua daerah menyelesaikannya. Saat ini, kebutuhan pupuk subsidi untuk 2020 tercatat 7,9 juta hektare berdasarkan e-RDKK.

"Namun bila nanti ada kekurangan, akan ditambah anggarannya. Setelah diaudit BPK, bila ternyata ada kekurangan, akan dibayar pemerintah," kata Sarwo.

baca juga

Sementara untuk Kartu Tani, dari data yang diajukan semua provinsi, ada 16 juta orang, yang masuk e-RDKK tercatat ada 10 juta petani. Saat ini terealisasi 6 juta Kartu Tani yang disebarkan.

"Saat ini, sudah dibagikan 6 juta Kartu Tani. Sebagian besar ada di Pulau Jawa dan yang sudah ada kuotanya ada sekitar 4 juta kartu," tambah Sarwo.

Persyaratan utama mendapatkan Kartu Tani, petani harus tergabung dalam kelompok tani. Petani mengumpulkan fotokopi e-KTP dan Tanda Kepemilikan Tanah bukti setoran pajak tanah, bukti sewa, atau anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

"Verifikasi data RDKK sekarang diarahkan ke e-RDKK.  Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) melakukan pendataan dan verifikasi data ke lapangan (NIK, luas lahan, komoditas dan jenis pupuk), yang kemudian PPL mengunggah data petani ke dalam Sistem Informasi Pertanian Indonesia (SINPI)," jelasnya lagi.

Selanjutnya, dilakukan upload data RDKK atau upload alokasi pupuk bersubsidi. Petani pun harus hadir ke bank yang ditunjuk, yaitu BRI, Mandiri Unit Desa, atau tempat yang telah ditentukan agar Kartu Tani terbit.

"Dalam proses ini, petani menunjukkan KTP asli dan menyebutkan nama ibu kandung. Kemudian petugas melakukan pengecekan ke server bank, dilanjutkan proses pembuatan buku tabungan," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan : Tak Ada Ruang bagi Oknum yang Selewengkan Alsintan

Kementan : Tak Ada Ruang bagi Oknum yang Selewengkan Alsintan

Bisnis | Selasa, 17 September 2019 | 08:47 WIB

DPR Puji Kinerja Kementerian Pertanian Selama 5 Tahun Terakhir

DPR Puji Kinerja Kementerian Pertanian Selama 5 Tahun Terakhir

Bisnis | Senin, 16 September 2019 | 18:31 WIB

Kementan Dukung Pengembangan Pertanian Korporasi Berbasis Mekanisasi

Kementan Dukung Pengembangan Pertanian Korporasi Berbasis Mekanisasi

Bisnis | Minggu, 15 September 2019 | 12:11 WIB

Indonesia Dukung Kemitraan Fund for Agricultural Development Membangun Desa

Indonesia Dukung Kemitraan Fund for Agricultural Development Membangun Desa

Bisnis | Sabtu, 14 September 2019 | 09:10 WIB

Para Petani di Lamongan Terima Klaim Asuransi Usaha Tani Padi

Para Petani di Lamongan Terima Klaim Asuransi Usaha Tani Padi

Bisnis | Jum'at, 13 September 2019 | 08:56 WIB

Penyaluran Pupuk Bersubsidi harus Penuhi 6 Prinsip Utama

Penyaluran Pupuk Bersubsidi harus Penuhi 6 Prinsip Utama

Bisnis | Rabu, 11 September 2019 | 09:13 WIB

Terkini

Serasa di Thailand, Little Siam Ramaikan Akhir Pekan dengan Market hingga Water War

Serasa di Thailand, Little Siam Ramaikan Akhir Pekan dengan Market hingga Water War

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 20:05 WIB

Senja yang Meminjam Fajar

Senja yang Meminjam Fajar

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 20:05 WIB

Sidak Ombudsman Ungkap Lapas Mewah Cibinong, Ketua MPR Buka Suara

Sidak Ombudsman Ungkap Lapas Mewah Cibinong, Ketua MPR Buka Suara

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:00 WIB

Dari Banjarmasin ke Asia Pasifik, Perjalanan dr. Ayu Kembangkan Regenerative Medicine

Dari Banjarmasin ke Asia Pasifik, Perjalanan dr. Ayu Kembangkan Regenerative Medicine

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 19:57 WIB

Titik Karhutla Riau Diklaim Sudah Padam, Modifikasi Cuaca Terus Digempur

Titik Karhutla Riau Diklaim Sudah Padam, Modifikasi Cuaca Terus Digempur

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 19:50 WIB

Wacana Capres Harus Didukung 2 Fraksi DPR, PPP Soroti Keterwakilan Suara Rakyat

Wacana Capres Harus Didukung 2 Fraksi DPR, PPP Soroti Keterwakilan Suara Rakyat

Jogja | Minggu, 27 September 2026 | 19:40 WIB

Bedah Makna Lagu 'Stuck' ENHYPEN: Kisah Cinta Egois Sang Vampir yang Berujung Bahaya

Bedah Makna Lagu 'Stuck' ENHYPEN: Kisah Cinta Egois Sang Vampir yang Berujung Bahaya

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 19:35 WIB

Di Balik Parkir Liar Palembang: Ada Bos, Setoran, hingga Klaim Ormas Pernah Masuk

Di Balik Parkir Liar Palembang: Ada Bos, Setoran, hingga Klaim Ormas Pernah Masuk

Sumsel | Minggu, 27 September 2026 | 19:27 WIB

Respons Kepala BMKG soal Munculnya Daratan Baru di Anak Krakatau dan Potensi Tsunami

Respons Kepala BMKG soal Munculnya Daratan Baru di Anak Krakatau dan Potensi Tsunami

Video | Minggu, 27 September 2026 | 19:15 WIB

Cara Main Lucky Toss BRI di Serpong Warrior Challenge 2026

Cara Main Lucky Toss BRI di Serpong Warrior Challenge 2026

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 19:11 WIB

×