Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.301,765
LQ45 627,165
Srikehati 306,330
JII 376,355
USD/IDR 17.877

Beragam Acara Adat Ditebar Festival Keraton Kesultanan Buton 2019

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 16 Oktober 2019 | 11:32 WIB
Beragam Acara Adat Ditebar Festival Keraton Kesultanan Buton 2019
Acara Bubusiana Lipu digelar Selasa (15/10/2019). Lokasinya ada di Baruga Kelurahan Kaesabu, Baubau, Sulawesi Tenggara. (Dok : Kementan).

Suara.com - Festival Keraton Kesultanan Buton 2019 kaya dengan nuansa budaya. Beragam acara adat khas masyarakat Buton ditebar. Seperti Bubusiana Lipu, Tuturangiana Andala, hingga Poagona Lipu. 

Harmoni Festival Keraton Kesultanan Buton 2019 digelar 12-17 Oktober. Event itu jadi rangkaian HUT Baubau ke-478, sekaligus ulang tahun ke-18 sebagai daerah otonom. 

Acara Bubusiana Lipu digelar Selasa (15/10/2019). Lokasinya ada di Baruga Kelurahan Kaesabu, Baubau, Sulawesi Tenggara.

Tradisi ini didasarkan 5 Limbo Wolio Tanah Buton. Wolio masuk dalam wilayah Baubau dan membentuk sistem pemerintahan tradisional. Mereka menetapkan 4 Limbo (wilayah kecil), yaitu Gundu-Gundu, Barangkatopa, Peropa, dan Baluwu. Atas dasar kesepakatan adat, maka dibentuklah Parabela Kaesabu. Berikutnya, ikut memprakarsai prosesi Bubusiana.

Pelaksanaan Bubusiana Lipu biasanya ditandai dengan pemukulan kendang. Semakin unik, penentuan waktu ritual didasarkan arah kepala ayam yang disembelih tokoh adat. 

“Masyarakat Buton memiliki banyak ritual adat. Semuanya jadi bentuk harmoni. Pembelajaran untuk terus menjaga keseimbangan dengan alam,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Baubau Ali Arham, Selasa (15/10/2019). 

Sedangkan Poagona Lipu digelar di Kelurahan Sukanaeo, Baubau, pada Senin (14/10/2019). Berada di Pulau Makassar, Poagona Lipu jadi ritual selamatan atau ruwat bumi. Sebab, tanah ini memberikan banyak kehidupan bagi masyarakat. Selain doa-doa, Poagona Lipu menampilkan beragam sesaji. Berupa hasil pertanian. Ada padi, jagung, singkong, ubi jalan, juga kelapa.

“Beragam ritual adat tentu menjadi kekuatan dan daya tarik festival ini. Ritual tersebut mengajarkan banyak pengetahuan, khususnya bagaimana mengelola alam. Kalau keseimbangan tercapai, maka hidup akan tenang. Berkah mengalir dari Tuhan melalui kekayaan alam, baik di darat maupun di laut. Baubau kaya potensi baharinya,” terang Ketua Tim Pelaksana Calendar of Event Kemenpar Esthy Reko Astuty.

 Festival Keraton Kesultanan Buton 2019 pun menggelar Tuturangiana Andala. Tradisi ini untuk menjaga harmoni di laut, Senin (14/10/2019). Tuturangiana Andala jadi ajang pelarungan sesaji di laut. Selain keselamatan, masyarakat berharap laut tetap menjadi pintu rizki bagi mereka.

baca juga

“Daratan dan lautan menjadi pintu rejeki bagi banyak masyarakat di nusantara. Mereka juga memiliki ritual dengan jenis seperti Tuturangiana Andala. Piranti sesajinya juga khas, termasuk Tuturangiana Andala ini,” jelas Esthy lagi.

Pelaksanaan Tuturangiana Andala sangat khas. Sesaji diletakan ke dalam 4 wadah dan di atasnya lalu diberi beragam kue kering khas Buton. Berikutnya, seekor kambing lalu disembelih. Darahnya diletakan ke dalam batang bambu. Batang berisi darah kambing lalu diletakan bersama sesaji kue kering tersebut bersama buah kelapa muda. Sesaji lalu diangkut memakai perahu dan diletakan pada 4 penjuru angin.

“Acara-acara adat semakin memperkaya festival. Bagaimanapun, festival tersebut menjadi ungkapan doa dan rasa syukur atas kekayaan Baubau yang melimpah. Ritual itu juga menjadi refleksi penyadaran untuk terus menjaga kelestarian alam. Kalau alam lestari, maka semakin bermanfaat bagi semua,” tegas Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani.

Rangkaian acara adat ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Bahkan ritual Tuturangiana Andala dan Poagona Lipu diikuti seluruh masyarakat Pulau Makassar. Mayoritas mereka ini berprofesi sebagai nelayan. 

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memaparkan, beragam ritual adat akan tetap lestari dan dilakukan turun temurun. Sebab, masyarakat memiliki kesadaran luar biasa.

“Masyarakat Buton memiliki budaya yang beragam. Mereka memiliki ritualnya untuk memuliakan alam beserta seluruh kekayaannya. Harmoni manusia dan alam akan terus terjadi, apalagi masyarakat di sana memiliki kesadaran. Mereka layak diapresiasi karena melestarian beragam potensi alam dan budaya,” tutup Arief yang juga Menpar Terbaik ASEAN.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan Lepas Kopi Amstirdam asal Jatim ke Australia Sebanyak 20 Ton

Kementan Lepas Kopi Amstirdam asal Jatim ke Australia Sebanyak 20 Ton

Bisnis | Rabu, 16 Oktober 2019 | 11:26 WIB

Kementan Dorong Kawasan Perbatasan Jadi Lumbung Beras dan Ekspor

Kementan Dorong Kawasan Perbatasan Jadi Lumbung Beras dan Ekspor

Bisnis | Rabu, 16 Oktober 2019 | 11:18 WIB

Antisipasi Penyakit Demam Babi Afrika, Kementan Siapkan Kebijakan Strategis

Antisipasi Penyakit Demam Babi Afrika, Kementan Siapkan Kebijakan Strategis

Bisnis | Rabu, 16 Oktober 2019 | 11:14 WIB

Kementan Beri Keuntungan Bagi Korban Terdampak Erupsi Sinabung

Kementan Beri Keuntungan Bagi Korban Terdampak Erupsi Sinabung

Bisnis | Rabu, 16 Oktober 2019 | 11:09 WIB

Komite Akreditasi Nasional Akui Kompetensi BPMPT Kementan

Komite Akreditasi Nasional Akui Kompetensi BPMPT Kementan

Bisnis | Rabu, 16 Oktober 2019 | 10:19 WIB

Kementan Komitmen Ciptakan Pemerataan Pembangunan Sektor Pertanian

Kementan Komitmen Ciptakan Pemerataan Pembangunan Sektor Pertanian

Bisnis | Rabu, 16 Oktober 2019 | 10:09 WIB

Terkini

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Lemas ke Level Rp17.866

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Lemas ke Level Rp17.866

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 09:46 WIB

Daftar Weton Tibo Ratu, Si Anak Emas Primbon Jawa yang Selalu Beruntung

Daftar Weton Tibo Ratu, Si Anak Emas Primbon Jawa yang Selalu Beruntung

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 09:45 WIB

Mobil Terjemur Terik Matahari, Bagian Apa yang Perlu Jadi Sorotan?

Mobil Terjemur Terik Matahari, Bagian Apa yang Perlu Jadi Sorotan?

Otomotif | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 09:41 WIB

HyperOS 4 Resmi Meluncur! Desain Kaca Mewah dan AI-nya Bisa Tebak Pikiran Pengguna?

HyperOS 4 Resmi Meluncur! Desain Kaca Mewah dan AI-nya Bisa Tebak Pikiran Pengguna?

Tekno | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 09:39 WIB

Menag Pimpin Doa di Sidang Tahunan MPR 2026: Lindungi Kami dari Fitnah dan Pengkhianatan

Menag Pimpin Doa di Sidang Tahunan MPR 2026: Lindungi Kami dari Fitnah dan Pengkhianatan

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 09:38 WIB

Jembatan Garuda Merah Putih di Way Bungur Jadi Harapan Baru Masyarakat

Jembatan Garuda Merah Putih di Way Bungur Jadi Harapan Baru Masyarakat

Lampung | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 09:38 WIB

Belanja Pengadaan Pemerintah Tembus Rp1.193 Triliun, Jadi Motor Ekonomi Hijau

Belanja Pengadaan Pemerintah Tembus Rp1.193 Triliun, Jadi Motor Ekonomi Hijau

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 09:35 WIB

Jelang Pidato Prabowo, Harga Emas Antam Merosot Jadi Rp2.664.000/Gram

Jelang Pidato Prabowo, Harga Emas Antam Merosot Jadi Rp2.664.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 09:35 WIB

Viral Fasilitas Sampah KKN UMMI Sukabumi Hancur Dibongkar 2 Hari Usai Diresmikan

Viral Fasilitas Sampah KKN UMMI Sukabumi Hancur Dibongkar 2 Hari Usai Diresmikan

Entertainment | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 09:29 WIB

Bahan Bakar Alternatif SIG Naik 24%, Pangkas Konsumsi Batu Bara 467 Ribu Ton

Bahan Bakar Alternatif SIG Naik 24%, Pangkas Konsumsi Batu Bara 467 Ribu Ton

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 09:29 WIB

×