Diskusi Kementan dan Alumni IPB, Dorong ABGC Konsolidasi Gerakan Pertanian

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Sabtu, 30 November 2019 | 12:10 WIB
Diskusi Kementan dan Alumni IPB, Dorong ABGC Konsolidasi Gerakan Pertanian
Ngopi dan Ngobrol Pertanian Alumni IPB di Taman Koleksi Kampus IPB Baranangsiang, Jumat (29/11/2019). (Dok : Kementan).

Suara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong ABGC (Academy, Business, Government and Community) untuk bersama sama mengawal pembangunan pertanian Indonesia. Institut Pertanian Bogor (IPB) bersama-sama Kementerian Pertanian (Kementan) diharapkan juga menjadi leading sektor gerakan pembangunan pertanian Indonesia ke depan.

Gerakan yang dicanangkan untuk mewujudkan kedaulatan pangan ini nantinya juga akan terkonsolidasi dengan kampus kampus lain di Indonesia.

"IPB bagi saya adalah kampus yang memiliki link and match dengan perguruan tinggi lainya dan temen teman di sektor lain, yang sebagian besar adalah alumni IPB. Untuk itu, kami akan berusaha menjalin komunikasi ini untuk menyerap semua potensi di sektor pertanian," ujar Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri dalam acara Makan, Ngopi dan Ngobrol Pertanian Alumni IPB di Taman Koleksi Kampus IPB Baranangsiang, Jumat (29/11/2019). 

Menurut Kuntoro, konsolidasi dan peningkatan komunikasi ini merupakan langkah kongkrit yang lahir dari ide besar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam memenuhi kebutuhan pangan bagi 267 juta jiwa penduduk Indonesia.

"Langkah dari pak menteri dalam 100 hari kerjanya adalah melakukan konsolidasi. Kemudian beliau juga berkali-kali menyampaikan agar lebih banyak mendengar suara teman-teman kampus termasuk IPB dan para akademisi dari kampus kampus lainnya," katanya.

Kuntoro menerangkan, saat ini Kementan juga tengah fokus pada penguatan konsolidasi dengan daerah sampai level desa dengan membentuk kelembagaan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostra Tani). Komando ini nantinya akan digunakan untuk memantau lalu lintas data dan pembangunan pertanjan di daerah melalui ujung tombak pertanian yaitu para penyuluh.

"Artinya kita harus bisa mengoptimalkan semua potensi yang ada di lapangam, baik itu penyuluh, petani maupun masyarakat secara luas. Jadi, Kostra Tani ini bisa disebut sebagai jaringan besar untuk pemantauan dinamika di lapangan yang menggunakan pendekatan teknologi artificial intelligence," katanya.

Rektor IPB yang diwakili Kepala Surfactant and Bioenergy Research Center (SBRC) Yandra Arkemen menyambut baik dorongan Kementan dalam mendorong kampus termasuk IPB sebagai leading sektor gerakan pertanian ke depan.

"Secara pribadi saya menyambut baik dan memang pertanian ke depan harus menjadi gerakan bersama," katanya.

baca juga

Meski demikian, kata Yandra, perampungan data yang dilakukan Kementan sudah tepat sebagai rujukan kebijakan dan program unggulan lima tahun ke depan. Perbaikan data sangat bagus untuk akurasi presisi serta bagian penting pada processing prediksi.

"Nah itu saya kira harus diimbangi dengan teknologi artificial intelligence. Terus terang saya melihat ada usaha untuk di awal-awal dalam memperbaiki data. Saya pikir itu adalah usaha yang sangat baik sekali," katanya.

Kepala Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) IPB Sofyan Sjaf yang hadir dapam diskusi ini menyampaikan pentingnya pembekalan teknologi dan mekanisasi kepada generasi muda sebagai persiapan jelang menghadapi bonus demografi yang akan dilewati.

"Saya ingin mengingatkan bahwa kita akan melewati bonus demografi. Kalau ini tidak dibekali, maka ambruklah generasi kita karena saat ini banyak orang telah meninggalkan desa," katanya.

"Kalau anak muda tidak dibekali pertanian, maka bonus demografi itu akan habis dengan sendirinya karena mereka tidak dibekali ilmu. Inilah tantangan yang harus kita baca di sektor pertanian hari ini."

Sofyan mengatakan, tugas sosialisasi dan pembekalan ini merupakan tugas bersama yang bisa dikaitkan dengan konsep konsolidasi kementan. Apalagi Indonesia juga akan menghadapi tantangan resisi ekonomi dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dorong Perbaikan Layanan, Mentan Serahkan Penghargaan Abdibaktitani

Dorong Perbaikan Layanan, Mentan Serahkan Penghargaan Abdibaktitani

News | Jum'at, 29 November 2019 | 13:45 WIB

Dalam 100 Hari Kerja, Mentan akan Petakan Data Pertanian

Dalam 100 Hari Kerja, Mentan akan Petakan Data Pertanian

Bisnis | Kamis, 28 November 2019 | 12:14 WIB

Menteri Pertanian Ajak Eksportir Pacu Ekspor Tiga Kali Lipat

Menteri Pertanian Ajak Eksportir Pacu Ekspor Tiga Kali Lipat

Bisnis | Kamis, 28 November 2019 | 12:10 WIB

Majukan SDM Pertanian, Kepala BPPSDMP Ungkap Pentingnya Pendidikan Vokasi

Majukan SDM Pertanian, Kepala BPPSDMP Ungkap Pentingnya Pendidikan Vokasi

Jogja | Rabu, 27 November 2019 | 20:01 WIB

Syahrul Yasin Limpo Motivasi Mahasiswa Pertanian Unhas untuk Maju

Syahrul Yasin Limpo Motivasi Mahasiswa Pertanian Unhas untuk Maju

News | Rabu, 27 November 2019 | 10:50 WIB

Menteri Pertanian Ajak Mahasiswa Bertani dengan Teknologi

Menteri Pertanian Ajak Mahasiswa Bertani dengan Teknologi

Bisnis | Rabu, 27 November 2019 | 10:42 WIB

Terkini

Kasus Korupsi Anggaran Rp19,5 Miliar! Mantan Ketua DPRD Merangin Ditahan Kejati Jambi

Kasus Korupsi Anggaran Rp19,5 Miliar! Mantan Ketua DPRD Merangin Ditahan Kejati Jambi

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 21:25 WIB

Solidaritas Perempuan Beri Skor 0 ke DPR: Terbukti Buta Realitas Akar Rumput!

Solidaritas Perempuan Beri Skor 0 ke DPR: Terbukti Buta Realitas Akar Rumput!

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 21:05 WIB

Kesaksian Korban Saat Bus Persib U-18 Dikepung dan Diserang dengan Batu oleh Oknum Suporter

Kesaksian Korban Saat Bus Persib U-18 Dikepung dan Diserang dengan Batu oleh Oknum Suporter

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02 WIB

Mengapa Banjir Bandang Terjang Padang di Tengah Kemarau dan Karhutla?

Mengapa Banjir Bandang Terjang Padang di Tengah Kemarau dan Karhutla?

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02 WIB

Jeda dari Lifestyle Inflation: Tidak Semua Tren Harus Dikejar Demi Gengsi

Jeda dari Lifestyle Inflation: Tidak Semua Tren Harus Dikejar Demi Gengsi

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Walkot Bandung Marah Besar! Pemain Persib U-18 Diserang, Pelaku Bakal Dikejar hingga Tuntas

Walkot Bandung Marah Besar! Pemain Persib U-18 Diserang, Pelaku Bakal Dikejar hingga Tuntas

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 20:54 WIB

Satyawan Pudyatmoko Jadi Calon Kepala BPGMN Bentukan Prabowo, Ini Sosoknya

Satyawan Pudyatmoko Jadi Calon Kepala BPGMN Bentukan Prabowo, Ini Sosoknya

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Tokcer Bersama Timnas Indonesia, Kevin Diks di Borussia Monchengladbach: Kebobolan 18 Gol

Tokcer Bersama Timnas Indonesia, Kevin Diks di Borussia Monchengladbach: Kebobolan 18 Gol

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Sumsel Dikepung 1.917 Titik Panas, Kualitas Udara Palembang Masuk Kategori Berbahaya

Sumsel Dikepung 1.917 Titik Panas, Kualitas Udara Palembang Masuk Kategori Berbahaya

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 20:43 WIB

Digerebek Polisi, MP Club Pekanbaru Diduga Jadi Sarang Peredaran Narkoba

Digerebek Polisi, MP Club Pekanbaru Diduga Jadi Sarang Peredaran Narkoba

Riau | Senin, 12 Oktober 2026 | 20:38 WIB

×