Donald Trump Sebut Dirinya Raja Utang

Iwan Supriyatna, Hikmawan Muhamad Firdaus

Jum'at, 08 Mei 2020 | 08:19 WIB
Donald Trump Sebut Dirinya Raja Utang
Presiden AS Donald Trump memberikan update pandemi virus corona, 15 April 2020. [AFP]

Suara.com - Amerika Serikat seperti sedang dalam kondisi yang sangat tidak bagus. Selain diserang pandemi virus corona, AS juga tengah dihantui utang.

Apalagi setelah sang Presiden Donald Trump menyebut dirinya sendiri dengan julukan "King of Debt" atau raja utang. Di masa jabatannya, terjadi lonjakan utang yang cukup besar dan membawa AS ke dalam krisis.

Alih-alih mengurangi defisit ketika ekonomi sedang kuat, Trump justru membuat tumpukan utang lebih banyak untuk membiayai insentif pemotongan pajak skala besar dan belanja negara yang meningkat. Itu berarti AS sedang mengalami masa krisis dalam kondisi keuangannya.

Melansir CNN, utang terhadap PDB mencapai hampir 80% bahkan sebelum pandemi virus corona melanda. Naik lebih dari dua kali lipat dari rata-rata dan dua kali lipat sebelum resesi hebat.

Utang tersebut akan semakin bertambah karena Amerika Serikat harus bertahan hidup di tengah pandemi ini.

Departemen Keuangan menyebutkan akan meminjam sekitar 3 triliun dolar AS pada kuartal ini. Itu hampir enam kali lipat rekor sebelumnya, yang ditetapkan pada 2008.

Sementara utang nasional Amerika Serikat sekarang mencapai 25 triliun dolar AS.

Para ekonom sepakat bahwa Amerika Serikat harus terus menumpuk utang untuk mencegah depresi ekonomi yang lebih parah. Jika tidak, Amerika Serikat tidak bisa membayar utang setelah krisis COVID-19 ini berakhir.

Bahkan pengawas defisit mendesak Paman Sam untuk terus meminjam.

baca juga

"Kami membuat kesalahan besar dalam utang ketika ekonomi kuat. Tapi hanya karena kecerobohan yang mendorong kita ke masa krisis, tidak berarti kita tidak boleh meminjam sebanyak itu."" ujar Maya MacGuineas, presiden bipartisan Komite Responsible Federal Budget kepada CNN Business.

Akan ada konsekuensi jangka panjang atas utang yang harus dihadapi AS. Misalnya tingkat bunga yang lebih tinggi, inflasi yang lebih parah dan kemungkinan pajak yang lebih tinggi.

Untuk saat ini, fokus yang dilakukan adalah menjaga kondisi ekonomi Amerika tetap bertahan. Pada bulan Maret, Kongres meloloskan paket stimulus 2,3 triliun dolar AS, yang terbesar dalam sejarah AS.

Setengah triliun dolar pinjaman telah diberikan kepada usaha kecil. Bantuan langsung diberikan kepada keluarga berpenghasilan rendah dan menengah.

Kantor Anggaran Kongres memperkirakan defisit anggaran federal akan mencapai 3,7 triliun dolar AS tahun ini, naik 1 triliun dolar pada tahun 2019.

Kemungkinan paket stimulus juga akan didatangkan akhir tahun ini. Jumlahnya diperkirakan sekitar 2 triliun dolar. Paket tersebut untuk membantu pemerintah negara bagian dan lokal yang terdampak oleh krisis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Madonna Terjangkit Virus Corona saat Konser di Paris

Madonna Terjangkit Virus Corona saat Konser di Paris

Entertainment | Jum'at, 08 Mei 2020 | 05:34 WIB

Benarkah Nikotin Bisa Tangkal Virus Corona, Peneliti Ungkap Fakta

Benarkah Nikotin Bisa Tangkal Virus Corona, Peneliti Ungkap Fakta

Health | Jum'at, 08 Mei 2020 | 05:30 WIB

Mata-mata Siber Mulai Incar Hasil Riset Vaksin Covid-19

Mata-mata Siber Mulai Incar Hasil Riset Vaksin Covid-19

Tekno | Jum'at, 08 Mei 2020 | 07:05 WIB

Terkini

Hutan Terbakar, Lahan Ditanami Sawit? Anggota DPR Desak Penegakan Hukum Tanpa Ampun

Hutan Terbakar, Lahan Ditanami Sawit? Anggota DPR Desak Penegakan Hukum Tanpa Ampun

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kode Diskon Hotel Khusus untuk Nasabah BRI, Berlaku Sepanjang Tahun 2026

Kode Diskon Hotel Khusus untuk Nasabah BRI, Berlaku Sepanjang Tahun 2026

Bri | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:53 WIB

Kode Promo Diskon Tiket Pesawat untuk Nasabah BRI, Berlaku Hingga November

Kode Promo Diskon Tiket Pesawat untuk Nasabah BRI, Berlaku Hingga November

Bri | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:47 WIB

Cetak Laba Rp31,2 Triliun, BRI Sabet Gelar Excellent Profitable State-Owned Bank 2026

Cetak Laba Rp31,2 Triliun, BRI Sabet Gelar Excellent Profitable State-Owned Bank 2026

Bri | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:35 WIB

IRT di Sukabumi Ditemukan Tewas, Motor Hilang, Pesan Terakhir Jadi Teka-teki

IRT di Sukabumi Ditemukan Tewas, Motor Hilang, Pesan Terakhir Jadi Teka-teki

Jabar | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:33 WIB

Gandeng Kodam I/Bukit Barisan, 120 PNS Imigrasi Sumut Gelar Kesamaptaan

Gandeng Kodam I/Bukit Barisan, 120 PNS Imigrasi Sumut Gelar Kesamaptaan

Sumut | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:31 WIB

Bapenda Sumut Jemput Bola, Permudah Warga Bayar Pajak Lewat Operasi Sadar Pajak

Bapenda Sumut Jemput Bola, Permudah Warga Bayar Pajak Lewat Operasi Sadar Pajak

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:26 WIB

Ekonomi RI Makin Suram! Kepuasan Publik ke Prabowo Anjlok, Program Unggulan Jeblok

Ekonomi RI Makin Suram! Kepuasan Publik ke Prabowo Anjlok, Program Unggulan Jeblok

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:25 WIB

244 Personel Padamkan Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Helikopter Water Bombing Diupayakan

244 Personel Padamkan Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Helikopter Water Bombing Diupayakan

Jawa Tengah | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:21 WIB

Jelang Delisting Saham, DUCK Terseret Dugaan Utang US$32 Juta Tak Diungkap Saat IPO

Jelang Delisting Saham, DUCK Terseret Dugaan Utang US$32 Juta Tak Diungkap Saat IPO

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:18 WIB

×