Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Skenario Gelombang Pandemi Virus Covid-19 di Masa yang akan Datang

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Sabtu, 23 Mei 2020 | 08:29 WIB
Skenario Gelombang Pandemi Virus Covid-19 di Masa yang akan Datang
Ilustrasi kesehatan. (Dok : Kredivo)

Suara.com - Wabah Covid-19 yang sudah melanda Indonesia sejak awal Maret 2020 kemarin, masih belum bisa dipastikan kapan puncak wabah terjadi, apalagi kapan wabah ini berakhir. Walaupun PSBB atau pembatasan sosial berskala besar sudah dicanangkan oleh pemerintah, namun masih saja ada yang pergi ke kampung halaman, melakukan kegiatan yang tidak penting di luar rumah dan lain sebagainya.

Hal inilah yang membuat para peneliti membuat beberapa ahli memprediksi masa depan Covid-19 di Indonesia. Dilansir dari sebuah media nasional, Ikatan Alumni Departemen Matematika Universitas Indonesia membuat model untuk menghitung waktu di mana pandemi ini mereda.

Model ini dibuat oleh Barry Mikhael Cavin, Rahmat Al Kafi, Yoshua Yonatan Hamonangan, dan Imanuel M Rustijono.

Data yang digunakan untuk simulasi adalah data kasus kumulatif dari 2-29 Maret 2020, dipublikasikan oleh situs kawalcovid19.id. Model yang digunakan merupakan beberapa kuantitas pada model SIRU, yakni Infected dan Unreported case.

Skenario 1

Skenario gelombang pandemi Virus Covid-19 di masa yang akan datang. (Sumber : Iluni Matematika UI)
Skenario gelombang pandemi Virus Covid-19 di masa yang akan datang. (Sumber : Iluni Matematika UI)

Skenario 1 diprediksi terjadi apabila per 1 April 2020, tidak ada kebijakan signifikan dan tegas dalam mengurangi interaksi masyarakat di luar rumah. Kegiatan berjalan seperti biasa tanpa ada langkah pencegahan.

Puncak pandemi Covid-19 pada skenario 1 diperkirakan pada 4 Juni 2020, dengan dengan 11.318 kasus baru dan akumulasi kasus positif mencapai angka ratusan ribu. Pandemi diperkirakan mereda pada akhir Agustus – awal September 2020.

Skenario 2

Skenario gelombang pandemi Virus Covid-19 di masa yang akan datang. (Sumber : Iluni Matematika UI)
Skenario gelombang pandemi Virus Covid-19 di masa yang akan datang. (Sumber : Iluni Matematika UI)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akibat Ucapan Donald Trump, Sikap FDA pada Hidroksiklorokuin Melunak

Akibat Ucapan Donald Trump, Sikap FDA pada Hidroksiklorokuin Melunak

Health | Sabtu, 23 Mei 2020 | 08:01 WIB

Terpopuler: Gelombang Kedua Covid-19 di China, Tips Masak Hidangan Lebaran

Terpopuler: Gelombang Kedua Covid-19 di China, Tips Masak Hidangan Lebaran

Health | Sabtu, 23 Mei 2020 | 07:27 WIB

Alhamdulillah, Obat Virus Corona Pertama Diklaim Tersedia Bulan Depan

Alhamdulillah, Obat Virus Corona Pertama Diklaim Tersedia Bulan Depan

Tekno | Sabtu, 23 Mei 2020 | 07:00 WIB

Innalillahi, Dalam 12 Hari Kematian Covid-19 di Brasil Tembus 20.000

Innalillahi, Dalam 12 Hari Kematian Covid-19 di Brasil Tembus 20.000

Video | Sabtu, 23 Mei 2020 | 06:14 WIB

PBB: Pandemi Covid-19 Membuat Masyarakat Sulit Mengonsumsi Makanan Bergizi

PBB: Pandemi Covid-19 Membuat Masyarakat Sulit Mengonsumsi Makanan Bergizi

Health | Sabtu, 23 Mei 2020 | 05:21 WIB

5 Hal yang Wajib Dipakai Jika Terpaksa Naik Transportasi Umum saat Pandemi

5 Hal yang Wajib Dipakai Jika Terpaksa Naik Transportasi Umum saat Pandemi

Health | Sabtu, 23 Mei 2020 | 07:00 WIB

Terkini

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:27 WIB

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:15 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB