Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

ADB Ramal Ekonomi Benua Asia Hanya Tumbuh 0,1 Persen

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 19 Juni 2020 | 07:58 WIB
ADB Ramal Ekonomi Benua Asia Hanya Tumbuh 0,1 Persen
Logo ADB

Suara.com - Asian Development Bank (ADB) merilis angka pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia yang hanya akan tumbuh 0,1 persen, angka ini direvisi oleh ADB yang sebelumnya menyebut Benua Asia akan tumbuh 2,2 persen.

Mengutip Xinhua, Jumat (19/6/2020), Asian Development Outlook (ADO) 2020 dirilis pada bulan April, ADB memperkirakan pertumbuhan 0,1 persen untuk wilayah tersebut pada tahun 2020.

"Ini turun dari perkiraan 2,2 persen pada April dan akan menjadi pertumbuhan paling lambat untuk kawasan itu sejak 1961," kata laporan ADB tersebut.

Laporan lebih lanjut mengatakan pertumbuhan pada tahun 2021 diperkirakan akan meningkat menjadi 6,2 persen, seperti perkiraan pada bulan April. Tingkat produk domestik bruto (PDB) pada tahun 2021 akan tetap di bawah apa yang telah dibayangkan dan di bawah tren pra-krisis, tambah laporan itu.

Tidak termasuk ekonomi industri baru dari Wilayah Administratif Khusus Hong Kong China, Korea Selatan, Singapura, dan Taiwan Taiwan, laporan itu mengatakan Asia yang sedang berkembang diperkirakan tumbuh 0,4 persen tahun ini dan 6,6 persen pada 2021.

"Ekonomi di Asia dan Pasifik akan terus merasakan pukulan pandemi COVID-19 tahun ini bahkan ketika penguncian perlahan-lahan dikurangi dan kegiatan ekonomi tertentu dimulai kembali dalam skenario 'normal baru'," kata Kepala Ekonom ADB Yasuyuki Sawada dalam sebuah pernyataan. 

Asia Timur diperkirakan akan tumbuh 1,3 persen pada tahun 2020 sedangkan pertumbuhan pada tahun 2021 akan pulih menjadi 6,8 persen, menurut laporan itu.

Terpukul keras oleh COVID-19, Asia Selatan diperkirakan berkontraksi 3,0 persen pada 2020, dibandingkan dengan pertumbuhan 4,1 persen yang diprediksi pada April. Prospek pertumbuhan untuk 2021 direvisi turun menjadi 4,9 persen dari 6,0 persen.

Ekonomi India diperkirakan berkontraksi sebesar 4,0 persen pada tahun fiskal (TA) 2020, berakhir pada 31 Maret 2021, sebelum tumbuh 5,0 persen pada TA 2021.

baca juga

Menurut laporan itu, kegiatan ekonomi di Asia Tenggara diperkirakan berkontraksi sebesar 2,7 persen tahun ini sebelum tumbuh sebesar 5,2 persen pada 2021.

Kontraksi diperkirakan di negara-negara utama karena tindakan pengendalian memengaruhi konsumsi dan investasi domestik, termasuk Indonesia (-1,0 persen), Filipina (-3,8 persen), dan Thailand (-6,5 persen).

Vietnam diperkirakan akan tumbuh sebesar 4,1 persen pada tahun 2020. "Sementara itu 0,7 poin persentase lebih rendah dari perkiraan April ADB, itu adalah pertumbuhan tercepat yang diharapkan di Asia Tenggara," kata laporan itu.

Inflasi untuk negara-negara berkembang Asia diperkirakan 2,9 persen pada tahun 2020, turun dari perkiraan 3,2 persen pada bulan April, mencerminkan permintaan yang menurun dan harga minyak yang lebih rendah. Pada 2021, ia mengatakan inflasi diperkirakan akan turun menjadi 2,4 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sri Mulyani Ramal Daya Beli Kuartal II 0 Persen

Sri Mulyani Ramal Daya Beli Kuartal II 0 Persen

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2020 | 21:24 WIB

Outlook Pertumbuhan Ekonomi Makin Suram, Paling Tinggi Cuma 1 Persen

Outlook Pertumbuhan Ekonomi Makin Suram, Paling Tinggi Cuma 1 Persen

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2020 | 18:48 WIB

Ekonomi Indonesia Diprediksi Tumbuh 0 Persen, Menko Airlangga Buka Suara

Ekonomi Indonesia Diprediksi Tumbuh 0 Persen, Menko Airlangga Buka Suara

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2020 | 08:30 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×