Sri Mulyani Ramal Daya Beli Kuartal II 0 Persen

Pebriansyah Ariefana | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 18 Juni 2020 | 21:24 WIB
Sri Mulyani Ramal Daya Beli Kuartal II 0 Persen
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati bersama beberapa CPNS Kemenkeu. (Dok. Kemenkeu.go.id)

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meramalkan sepanjang Kuartal II 2020 konsumsi rumah tangga tidak tumbuh sama sekali alias 0 persen.

Lesunya daya beli ini menunjukan bahwa infeksi virus corona terhadap sendi-sendi ekonomi paling bawah masyarakat Indonesia sangat terasa sekali, hal tersebut terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat laju inflasi Mei hanya 0,07 persen.

"Kami perkirakan kuartal II, konsumsi rumah tangga yang tadinya masih bisa tumbuh sekitar 3 persen akan mengalami pelemahan lebih lanjut di kisaran 0 persen," kata Sri Mulyani saat rapat dengan Badan Anggaran DPR RI, Kamis malam (18/6/2020).

Maka dari itu, dirinya memastikan akan memberikan stimulus lanjutan mengatasi dampak wabah Covid-19, khususnya penguatan daya beli masyarakat.

"Bagaimana kita bisa kembalikan inflasi ke kuartal selanjutnya, akan jadi salah satu bagian terpenting dalam skenario pemulihan ekonomi Indonesia tahun 2020, yang kita harapkan momentumnya diakselerasi di tahun 2021," pungkasnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi bulan Mei 2020 hanya sebesar 0,07 persen, angka ini terbilang sangat rendah jika dikaitkan dengan bulan Ramadhan dan Idul Fitri yang jatuh tepat pada bulan Mei lalu.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan rendahnya laju inflasi ini menunjukkan gairah masyarakat akan daya beli sangat rendah akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

"Seperti saya sampaikan tadi bahwa inflasi bulan Mei tahun 2020 kecil sekali yaitu adalah sebesar 0,07 persen, sangat jauh kalau kita bandingkan dengan inflasi pada saat Idul Fitri tahun lalu yang untuk di bulan Juni di mana pada waktu itu inflasinya adalah 0,55 persen," kata Kecuk dalam konferensi pers melalui video conference di Jakarta, Selasa (2/6/2020).

Dia pun bilang bahwa situasi ini merupakan hal yang tidak biasa, karena biasanya pada waktu bulan Ramadhan dan Idul Fitri daya beli masyarakat meningkat tajam untuk memenuhi kebutuhan pokok sehingga cukup mengerek laju inflasi.

"Kita semua menyadari bahwa situasi tidak biasa, karena kejadian pandemi virus Covid-19 itu yang menyebabkan pola dari situasi pada bulan Ramadan ini sangat tidak biasa berbeda jauh dengan tahun-tahun sebelumnya," katanya

"Biasanya kalau Ramadhan dan Idul Fitri itu permintaan meningkat karena berbagai kebutuhan sehingga inflasinya tinggi tetapi kali ini tidak terjadi memang situasinya tidak biasa," katanya.

Tak hanya itu kata Kecuk laju inflasi sepanjang tahun ini juga terbilang sangat rendah hanya 2,19 persen saja, bandingkan misalnya dengan inflasi Idul Fitri pada tahun lalu pada bulan Juni yang sebesar 3,28 persen. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:41 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:31 WIB

Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat

Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:12 WIB

Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,7 Persen di Q1 2026

Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,7 Persen di Q1 2026

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 12:26 WIB

Menteri Airlangga: Belanja Masyarakat Selama Ramadan Dorong Pertumbuhan Ekonomi hingga 5,5 Persen

Menteri Airlangga: Belanja Masyarakat Selama Ramadan Dorong Pertumbuhan Ekonomi hingga 5,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:23 WIB

Studi: 58 Persen Orang Lebih Utamakan Lingkungan daripada Pertumbuhan Ekonomi

Studi: 58 Persen Orang Lebih Utamakan Lingkungan daripada Pertumbuhan Ekonomi

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:35 WIB

BI Was-was Dampak Konflik Timur Tengah: Pertumbuhan Ekonomi Akan Melambat

BI Was-was Dampak Konflik Timur Tengah: Pertumbuhan Ekonomi Akan Melambat

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 16:20 WIB

Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Tembus 5,5 Persen Meski Ada Perang

Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Tembus 5,5 Persen Meski Ada Perang

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 13:20 WIB

Mengapa Kritik Ekonom Disebut 'Noise' Oleh Prabowo dan Purbaya?

Mengapa Kritik Ekonom Disebut 'Noise' Oleh Prabowo dan Purbaya?

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:54 WIB

Di Tengah Krisis Global, MBG Jadi Penyelamat Pertumbuhan Ekonomi di Akar Rumput

Di Tengah Krisis Global, MBG Jadi Penyelamat Pertumbuhan Ekonomi di Akar Rumput

News | Senin, 16 Maret 2026 | 13:04 WIB

Terkini

Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM

Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 14:46 WIB

Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos

Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 14:16 WIB

Selat Hormuz Membara, Emiten BABY Buka-bukaan Nasib Bisnis Pakaian Anak

Selat Hormuz Membara, Emiten BABY Buka-bukaan Nasib Bisnis Pakaian Anak

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:59 WIB

Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur

Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:31 WIB

Incar Dana Global, Merdeka Gold Resources (EMAS) Mau Listing di Bursa Hong Kong

Incar Dana Global, Merdeka Gold Resources (EMAS) Mau Listing di Bursa Hong Kong

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:22 WIB

Bos BlackRock Wanti-wanti Harga Minyak US$ 150, Dunia Diambang Resesi Hebat?

Bos BlackRock Wanti-wanti Harga Minyak US$ 150, Dunia Diambang Resesi Hebat?

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:18 WIB

PT KAI: Arus Balik Belum Capai Puncaknya

PT KAI: Arus Balik Belum Capai Puncaknya

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:17 WIB

Tiket KA Lebaran Nyaris Ludes, Penjualan Tembus 96,5 Persen Saat Arus Balik Menguat

Tiket KA Lebaran Nyaris Ludes, Penjualan Tembus 96,5 Persen Saat Arus Balik Menguat

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:04 WIB

IHSG Masih Kuat di Sesi I, 554 Saham Melonjak

IHSG Masih Kuat di Sesi I, 554 Saham Melonjak

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:59 WIB

Arus Balik Bali-Jawa Lesu di H+2 Lebaran, Jumlah Penumpang dan Kendaraan Justru Turun

Arus Balik Bali-Jawa Lesu di H+2 Lebaran, Jumlah Penumpang dan Kendaraan Justru Turun

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:58 WIB