alexametrics

Bank BRI : Penjualan SR013 Dapat Animo Cukup Besar dari Investor

Fabiola Febrinastri
Bank BRI : Penjualan SR013 Dapat Animo Cukup Besar dari Investor
Direktur Konsumer BRI, Handayani. (Dok : BRI)

Bank BRI terus mengoptimalkan penawaran produk SBN yang diterbitkan oleh pemerintah.

Suara.com - Memasuki pekan kedua penawaran Sukuk Negara Ritel seri SR013, Bank BRI sebagai salah satu mitra distribusi pemerintah yang melakukan penjualan mencatatkan adanya animo yang cukup besar dari para investor. Hingga Selasa (8/9/2020), BRI tercatat menjual SR013 sebesar Rp 371 miliar sejak instrumen investasi yang halal dan dijamin negara ini ditawarkan pada 28 Agustus 2020.

Direktur Konsumer BRI, Handayani mengutarakan bahwa permintaan SR013 ke depan diproyeksikan akan mengalami peningkatan, karena memiliki nilai imbal hasil (kupon) yang menarik, yaitu sebesar 6,05 persen, di saat tren suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang mengalami penurunan dan juga memiliki risiko yang sangat rendah karena dijamin oleh negara.

“Di tengah kondisi pandemi saat ini, Bank BRI fokus untuk menawarkan penjualan surat berharga kepada segmen nasabah yang memiliki potensi untuk menempatkan dananya pada instrument surat berharga negara,” imbuhnya.

Handayani menambahkan, Bank BRI terus mengoptimalkan penawaran produk SBN yang diterbitkan oleh pemerintah untuk meningkatkan penyerapan investasi domestik.

Baca Juga: Dirut Bank BRI, Sunarso Jadi CEO Inovatif Terbaik

“Pasar pembelian SR013 saat ini memang banyak didominasi oleh milenial yang semakin dimudahkan dengan pembelian SR013 secara online melalui sbn.bri.co.id dan media komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Bank BRI juga secara online, seperti social media, webinar dan sosialisasi virtual, sehingga membuat generasi milenial mulai melakukan investasi di SBN salah satu nya di produk SR013,” ujar Handayani.

Sukuk Ritel diterbitkan oleh pemerintah sebagai bentuk penyertaan terhadap aset negara. Masyarakat bisa membeli SR013 dengan modal mulai dari R p1 juta, kelipatan Rp 1 juta hingga Rp 3 miliar per orang selama masa penawaran hingga 23 September mendatang.

Komentar