Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Realisasi KUR Tembus Rp131 Triliun, Kredit Macet Capai 2,38 Persen

Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 12 Juli 2025 | 09:42 WIB
Realisasi KUR Tembus Rp131 Triliun, Kredit Macet Capai 2,38 Persen
Pemerintah menunjukkan kinerja positif dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga semester I 2025. [Suara.com/Novian]

Suara.com - Pemerintah menunjukkan kinerja positif dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga semester I 2025. Realisasi penyaluran mencapai Rp131,84 triliun, mencakup 45,86 persen dari target tahunan Rp300 triliun.

Angka ini menjangkau 2,28 juta debitur dengan tingkat kredit bermasalah (NPL) yang terjaga rendah di level 2,38 persen, jauh di bawah NPL kredit UMKM secara umum.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan kepuasannya terhadap capaian ini.

"Capaian KUR semester I 2025 cukup positif, yang lebih penting 60 persen penyaluran KUR berhasil masuk ke sektor produksi sesuai target kita. Ini menunjukkan KUR benar-benar mendorong produktivitas UMKM,” ujar Airlangga dalam keterangannya dikutip Sabtu (12/7/2025).

Ia menjelaskan, untuk mendukung visi Astacita Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menyiapkan dua terobosan kebijakan besar dalam program KUR.

Salah satu terobosan tersebut adalah kemudahan akses pembiayaan KUR bagi sektor pertanian pangan, khususnya komoditas tebu. Skema ini dirancang guna mendukung target swasembada gula konsumsi pada 2028.

“Bayangkan, 86 persen tanaman tebu milik rakyat sudah menua dan perlu segera diremajakan. Tanpa intervensi cepat, mimpi swasembada gula akan sulit dicapai. Kemudahan KUR untuk sektor pertanian khususnya komoditas tebu rakyat hadir sebagai solusi konkret,” jelasnya.

Pemerintah memberikan relaksasi akses KUR bagi petani tebu rakyat, termasuk bagi masyarakat yang pernah mengakses kredit komersial. Para mitra usaha (off-taker) juga diberi kewenangan memvalidasi kelompok tani binaan mereka untuk mempercepat proses pencairan.

Debitur KUR yang merupakan binaan off-taker dan dijamin langsung oleh off-taker sebagai avalis juga dibebaskan dari syarat agunan tambahan. Agunan cukup berupa usaha yang dibiayai.

baca juga

Kemudian, terobosan berikutnya ialah pengembangan skema kredit baru untuk sektor perumahan sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.

Pada sisi pasokan (supply), pengembang (developer), kontraktor, dan pedagang material skala UMKM dapat mengakses kredit hingga Rp5 miliar dengan subsidi bunga tetap sebesar 5 persen per tahun.

Sementara pada sisi permintaan (demand), UMKM yang ingin membeli, membangun, atau merenovasi rumah untuk kegiatan usaha mendapat plafon hingga Rp500 juta dengan bunga berjenjang 6-9 persen per tahun dan tenor hingga lima tahun.

“Sektor perumahan memiliki multiplier effect ekonomi yang dahsyat. Setiap rupiah yang masuk akan menghasilkan Rp1,74 output ekonomi. Belum lagi potensi menyerap 13,8 juta tenaga kerja per tahun. Ini bukan sekadar membangun rumah, tapi membangun masa depan ekonomi,” jelas Airlangga.

Maka dari itu, pemerintah menambah plafon KUR tahun 2025 sebesar Rp117 triliun di luar plafon yang telah ditetapkan sebelumnya. Tambahan tersebut juga diikuti alokasi anggaran subsidi bunga sebesar Rp1,2 triliun.

Airlangga menambahkan bahwa semester pertama 2025 juga mencatat kemajuan dalam inklusi keuangan. Lebih dari satu juta pelaku usaha mengakses KUR untuk pertama kalinya, sementara setengah juta lainnya berhasil naik kelas atau graduasi.

“Ini membuktikan KUR bukan sekadar memberi ikan tetapi benar-benar memberikan kail dan mengajarkan cara memancing,” terangnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Tarif Trump 32 Persen, Nasib RI Ditentukan 3 Minggu Lagi

Soal Tarif Trump 32 Persen, Nasib RI Ditentukan 3 Minggu Lagi

Bisnis | Kamis, 10 Juli 2025 | 18:01 WIB

Tarif Trump 32 Persen Buat Menteri Ekonomi Prabowo Kebakaran Jenggot

Tarif Trump 32 Persen Buat Menteri Ekonomi Prabowo Kebakaran Jenggot

Bisnis | Kamis, 10 Juli 2025 | 15:51 WIB

RI Tetap Terkena Tarif Trump 32 Persen, CELIOS Desak Prabowo Reshuffle Kabinet

RI Tetap Terkena Tarif Trump 32 Persen, CELIOS Desak Prabowo Reshuffle Kabinet

Bisnis | Kamis, 10 Juli 2025 | 15:03 WIB

Terkini

IMF Pertahankan Target Ekonomi Indonesia, 'Lebih Baik' dari India dan Filipina

IMF Pertahankan Target Ekonomi Indonesia, 'Lebih Baik' dari India dan Filipina

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:04 WIB

IHSG Bertahan di Level 5.900-an pada Sesi I, RATU dan BRPT Jadi Pendorong

IHSG Bertahan di Level 5.900-an pada Sesi I, RATU dan BRPT Jadi Pendorong

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:02 WIB

Timnas Argentina Diguncang Skandal Pencucian Uang AFA, FBI Turun Tangan

Timnas Argentina Diguncang Skandal Pencucian Uang AFA, FBI Turun Tangan

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:38 WIB

Purbaya Tolak Perpanjang Tenor Dana SAL Rp 200 Triliun Milik Pemerintah ke Himbara

Purbaya Tolak Perpanjang Tenor Dana SAL Rp 200 Triliun Milik Pemerintah ke Himbara

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:28 WIB

Harga Emas Antam Anjlok, Rupiah Ikutan Koreksi Tajam: Apa Penyebabnya?

Harga Emas Antam Anjlok, Rupiah Ikutan Koreksi Tajam: Apa Penyebabnya?

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:19 WIB

Purbaya Ramal Defisit APBN 2026 Bengkak Jadi Rp 734,3 Triliun, Setara 2,85% PDB

Purbaya Ramal Defisit APBN 2026 Bengkak Jadi Rp 734,3 Triliun, Setara 2,85% PDB

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:02 WIB

Meski Labanya Ribuan Persen, Saham GGRM Belum Layak Dibeli

Meski Labanya Ribuan Persen, Saham GGRM Belum Layak Dibeli

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 11:51 WIB

Prabowo Minta yang Pesimistis Tinggalkan Indonesia, IKK Turun hingga IHSG Anjlok 32% YTD

Prabowo Minta yang Pesimistis Tinggalkan Indonesia, IKK Turun hingga IHSG Anjlok 32% YTD

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 11:25 WIB

Skandal KUR BNI, Kejati Ungkap Korupsi Rp41,48 Miliar Libatkan 900 Petani Fiktif

Skandal KUR BNI, Kejati Ungkap Korupsi Rp41,48 Miliar Libatkan 900 Petani Fiktif

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 11:10 WIB

Alasan PT KAI Rombak Stasiun Bogor Secara Besar-besaran

Alasan PT KAI Rombak Stasiun Bogor Secara Besar-besaran

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 10:40 WIB

×