CERI Endus Kejanggalan di Proses Tender TPPI Pertamina

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Kamis, 01 Oktober 2020 | 12:27 WIB
CERI Endus Kejanggalan di Proses Tender TPPI Pertamina
Ilustrasi truk tangki penyalur BBM milik Pertamina.

Suara.com - Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman mencurigai ada kejanggalan di proses lelang (tender) proyek pembangunan komplek olefin dan polyolefin di Tuban milik Pertamina.

Kejanggalan tersebut mengemuka karena ada salah satu peserta tender yang diduga tidak memenuhi kriteria yang dipersyaratkan namun lolos sebagai penawar terbaik.

Yusri mencatat Hyundai Engineering Co selaku peserta tender yang lolos sebagai penawar terbaik tidak pernah menggarap proyek engineering, procurement, and construction (EPC).

Padahal, salah satu poin syarat yang ditetapkan panitia tender adalah leader (pimpinan) konsorsium wajib memiliki pengalaman membangun EPC sebagai pimpinan konsorsium dalam 20 tahun terakhir.

"Ternyata Hyundai Engineering Co tidak pernah membangun konstruksi olefin plant di dunia, termasuk untuk project di gas chemical complex Turkmenistan. Karena untuk proyek itu terbukti yang mengerjakan EPC dan FEED untuk olefin cracker adalah Toyo Engineering," ujar Yusri, ditulis Kamis (1/10/2020).

Perlu diketahui, pengalaman mengerjakan proyek gas chemical complex di Turkmenistan merupakan salah satu berkas yang dilampirkan oleh Hyundai Engineering Co untuk mengikuti bidding TPPI Tuban.

Yusri melanjutkan, syarat lain yang diduga dilanggar dalam proses tender ini ialah anggota konsorsium Hyundai, yaitu Saipem SpA, ternyata tidak memiliki pengalaman proyek untuk pekerjaan FEED olefin cracker.

Padahal, disyaratkan apabila pemimpin konsorsium tidak memiliki pengalaman proyek FEED untuk olefin cracker maka salah satu anggota harus memiliki pengalaman tersebut.

"Anggota konsorsium Hyundai, yaitu Saipem, ternyata tidak memiliki pengalaman FEED untuk olefin cracker di dunia," jelas dia.

baca juga

Ia menambahkan kejanggalan lain terendus ketika Pertamina mengubah isi prakualifikasi (PQ) dan mengizinkan penambahan anggota konsorsium setelah pengumuman kelulusan.

Sebelumnya, konsorsium Hyundai Engineering Co hanya Rekayasa Industri (Rekind) dan PT Enviromate Technology International (ETI). Setelah kelulusan PQ lantas Hyundai menambahkan Saipem sebagai anggota konsorsium.

Padahal, seharusnya konsorsium yang telah dinyatakan lulus prakualifikasi dengan anggota konsorsium yang telah memenuhi persyaratan maka konsorsium tidak diperbolehkan mengubah keanggotaan konsorsium.

"Infonya, pemasukan proposal mundur dari seharusnya tanggal 28 April 2020 menjadi 3 Agustus 2020. Pengunduran itu diduga keras terkait untuk memenuhi kebutuhan salah satu anggota konsorsium dari peserta tender," imbuhnya.

Terakhir, ia mengatakan technical evaluation criteria tidak diberikan kepada bidders. Bahkan, ia menduga Pertamina mengubah-ubah technical evaluation criteria dengan mengesampingkan pengalaman dan mengakomodir technical criteria salah satu bidders.

"Apabila Konsorsium Hyundai dengan Rekayasa Industri dan Saipem ada memasukkan dokumen yang diduga palsu maka bisa ada konsekuensi pidana," tukas Yusri.

Sebagaimana diketahui, anak usaha PT Pertamina (Persero), PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), akan membangun pabrik petrokimia yang berlokasi di Tuban, Jawa Timur.

Proyek dengan investasi senilai Rp 50 triliun dengan sebutan TPPI Olefin Complex ini bakal memproduksi high density polyethylene (HDPE), low density polyethylene (LDPE), dan polipropilena (PP).

Adapun, proses tender DBC Olefin TPPI Tuban diikuti oleh empat konsorsium internasional, yang terdiri dari Konsorsium Daelim Industrial-Wijaya Karya-McDermott Indonesia (Konsorsium Daelim) dan JO Hyundai Engineering Co–Saipem SpA–Rekayasa Industri–PT Enviromate Technology International (JO Hyundai Engineering Co).

Kemudian Konsorsium GS E&C–Adhi Karya–Technimont SpA (Konsorsium GS E&C) dan Konsorsium Technip–Tripatra–Samsung Engineering (Konsorsium Technip). Proses tender tersebut telah meloloskan dua konsorsium sebagai penawar terbaik yaitu JO Hyundai Engineering Co dan Konsorsium Technip.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Dua Penggawa SM Paham Andai IBL 2020 Ditunda

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Dua Penggawa SM Paham Andai IBL 2020 Ditunda

Sport | Kamis, 01 Oktober 2020 | 11:58 WIB

Alasan Ahok Cabut Laporan Kasus Pencemaran Nama Baik

Alasan Ahok Cabut Laporan Kasus Pencemaran Nama Baik

Video | Senin, 28 September 2020 | 20:25 WIB

Ahok Bongkar Proyek Paperless, Dirut Peruri : Kami Tidak Banyak Bicara

Ahok Bongkar Proyek Paperless, Dirut Peruri : Kami Tidak Banyak Bicara

Bisnis | Senin, 28 September 2020 | 15:42 WIB

Terkini

KPK Ungkap OTT di BNPB Berkaitan dengan Penyalahgunaan Dana Siap Pakai

KPK Ungkap OTT di BNPB Berkaitan dengan Penyalahgunaan Dana Siap Pakai

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Bagaimana Cara Mematikan Auto Translate Grok di X? Begini Langkah Mudahnya

Bagaimana Cara Mematikan Auto Translate Grok di X? Begini Langkah Mudahnya

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:24 WIB

Mengenal Cyanotype, Teknik Fotografi Klasik dari Daun dan Sinar Matahari

Mengenal Cyanotype, Teknik Fotografi Klasik dari Daun dan Sinar Matahari

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:23 WIB

Mie Ayam: Comfort Food Pelampiasan Lelah Kerja Kaum Mendang-Mending Sehabis Gajian

Mie Ayam: Comfort Food Pelampiasan Lelah Kerja Kaum Mendang-Mending Sehabis Gajian

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:21 WIB

Respons Kapolri Jenderal Suyudi soal Instruksi Prabowo Latih 70.000 Polisi Hutan

Respons Kapolri Jenderal Suyudi soal Instruksi Prabowo Latih 70.000 Polisi Hutan

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:20 WIB

OTT BNPB, Adik Kepala BNPB Suharyanto Jadi Satu dari Lima Tersangka

OTT BNPB, Adik Kepala BNPB Suharyanto Jadi Satu dari Lima Tersangka

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:19 WIB

7 Produk Solusi Organic Renewage Martha Tilaar yang Bikin Kulit Kencang di Usia 40 Tahun

7 Produk Solusi Organic Renewage Martha Tilaar yang Bikin Kulit Kencang di Usia 40 Tahun

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:17 WIB

Blackout Batam, Bahlil Ungkap Dugaan Penyebab dan Buka Opsi Kompensasi

Blackout Batam, Bahlil Ungkap Dugaan Penyebab dan Buka Opsi Kompensasi

Batam | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:16 WIB

Mengapa Ojol Harus Jadi Transportasi Umum

Mengapa Ojol Harus Jadi Transportasi Umum

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Review Lanterns: Saat Superhero Menyala Lewat Misteri Kriminal di Bumi

Review Lanterns: Saat Superhero Menyala Lewat Misteri Kriminal di Bumi

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:15 WIB

×