Harga Minyak Dunia Turun 2 Persen Dipicu 2 Hal Ini

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 08 Oktober 2020 | 08:18 WIB
Harga Minyak Dunia Turun 2 Persen Dipicu 2 Hal Ini
Perkembangan harga minyak dunia. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak dunia merosot hampir 2 persen setelah Presiden Donald Trump memupuskan harapan untuk paket stimulus yang lain guna mendongkrak ekonomi yang terpukul virus corona.

Selain itu, pasar juga tertekan setelah persediaan minyak mentah Amerika mengalami kenaikan dalam seminggu terakhir.

Mengutip CNBC, Kamis (8/10/2020) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup turun 66 sen, atau 1,6 persen menjadi 41,99 dolar AS per barel.

Sedangkan patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), juga ikutan turun 72 sen, atau 1,8 persen menjadi 39,95 dolar AS per barel.

Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows pesimis kesepakatan komprehensif dapat dicapai pada bantuan keuangan Covid-19 lebih lanjut.

Harga minyak juga terpukul oleh lonjakan persediaan minyak mentah Amerika yang lebih besar dari perkiraan.

Persediaan minyak mentah naik 501.000 barel pekan lalu, menurut data pemerintah, dibandingkan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters untuk peningkatan 294.000 barel.

Sementara, stok bensin turun 1,4 juta barel dalam sepekan menjadi 226,8 juta barel, tingkat terendah sejak November, dibandingkan ekspektasi penyusutan 471.000 barel. Stok produk distilasi berkurang 962.000 barel, sejalan dengan ekspektasi.

Perusahaan energi mengamankan anjungan lepas pantai dan mengevakuasi pekerjanya yang keenam kalinya tahun ini, karena Badai Delta mengancam produksi minyak Amerika di Teluk Meksiko.

baca juga

Badai tersebut menutup 29 persen produksi minyak lepas pantai di Teluk, yang menyumbang 17 persen dari total produksi minyak mentah Amerika.

Di Norwegia, serikat pekerja Lederne mengatakan mereka akan memperluas aksi mogok hingga 10 Oktober kecuali kesepakatan soal upah dapat dicapai.

Enam ladang minyak dan gas lepas pantai ditutup karena aksi mogok tersebut, memotong kapasitas produksi Norwegia sebesar 8 persen.

Ladang minyak Johan Sverdrup Norwegia, ladang minyak terbesar di Laut Utara dengan kapasitas produksi hingga 470.000 barel minyak per hari, kemungkinan harus menghentikan produksi kecuali pemogokan berakhir pada 14 Oktober, kata operator Equinor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meksiko Diserang Badai Lagi, Harga Minyak Meroket 3 Persen

Meksiko Diserang Badai Lagi, Harga Minyak Meroket 3 Persen

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2020 | 07:55 WIB

Efek Trump Tinggalkan Rumah Sakit, Harga Minyak Dunia Naik

Efek Trump Tinggalkan Rumah Sakit, Harga Minyak Dunia Naik

Riau | Selasa, 06 Oktober 2020 | 09:54 WIB

Trump Mulai Pulih dari Covid, Harga Minyak Dunia Langsung Meroket

Trump Mulai Pulih dari Covid, Harga Minyak Dunia Langsung Meroket

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2020 | 09:12 WIB

Terkini

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan

Video | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan

Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan

Banten | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31 WIB

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok

Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata

Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor

Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor

Bogor | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali

Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:12 WIB

×