- Aksi unjuk rasa massa di depan gedung DPR RI merembet hingga kawasan Palmerah, Jakarta Barat, pada 27 Agustus malam.
- Aparat keamanan menembakkan gas air mata ke arah kerumunan massa yang berpusat di Jalan Palmerah Utara hingga Kamis malam pukul 22.59 WIB.
- Dampak dari bentrokan tersebut meliputi kepulan asap gas air mata, pembakaran pospol dekat Halte Petamburan, serta penutupan sebagian besar ruko dan perkantoran.
Suara.com - Aksi demo 27 Agustus di Jakarta makin malam makin terasa mencekam. Aksi massa di depan gedung DPR RI merembet ke sejumlah titik di Ibu Kota.
Salah satunya di kawasan Palmerah, Jakarta Barat. Hingga Kamis malam sekitar pukul 22.59 WIB, massa yang terkonsentrasi di Jalan Palmerah Utara beberapa kali dipukul aparat dengan tembakan gas air mata.
"Mata pedih banget, asapnya ke mana-mana," kata Heri, salah seorang warga di Palmerah.
Dari pantauan di lokasi, kerumunan massa sesekali berlarian ketika ada suara tembakan dari arah aparat yang berada di sekitar perempatan Halte Petamburan.
Dari informasi warga sekitar, pospol di sebelah Halte Petamburan dikabarkan dibakar massa.
Suara dentuman tembakan sesekali terdengar diiringi teriakan ratusan massa yang berada di jalan Palmerah Utara sembari berlarian. Sejuruh kemudian kerumunan tampak tenang, jarang terlihat lalu lalang kendaraan.
Namun tak lama berselang massa kembali berhamburan berlarian ketika suara tembakan kembali terdengar.
Kepulan asap gas air mata juga jelas terlihat. Mayoritas ruko pertokoan maupun perkantoran sudah tutup, sebagian lampu juga tampak gelap karena dimatikan.
Hingga berita ini ditulis, massa masih ramai menyemut di sekitaran Jalan Palmerah Utara. Namun tak terlihat ada aparat atau kendaraan berpatroli di sekitar lokasi.