Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Staf Khusus Presiden Menyatakan Siap Bantu Kementan Dukung Seluruh Program

Fabiola Febrinastri

Selasa, 13 Oktober 2020 | 16:22 WIB
Staf Khusus Presiden Menyatakan Siap Bantu Kementan Dukung Seluruh Program
Staf Khusus Presiden Bidang inovasi, Enterpreneurship dan Milenial, Billy Mambrasar bertemu Mentan, Syahrul Yasin Limpo. (Dok : Kementan)

Suara.com - Staf Khusus Presiden Bidang inovasi, Enterpreneurship dan Milenial, Billy Mambrasar, menyatakan siap mendukung seluruh program yang diusung oleh Kementerian Pertanian (Kementan), khususnya yang bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM), terutama generasi milenial di sektor pertanian

“Saya siap mendukung seluruh program yang diusung oleh Kementerian Pertanian, khususnya untuk meningkatkan sumber daya manusia terutama generasi milenial di sektor pertanian, " ujarnya, saat melakukan pertemuan dengan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Selasa (13/10/2020).

Staf Khusus Presiden Bidang inovasi, Enterpreneurship dan Milenial, Billy Mambrasar. (Dok : Kementan)
Staf Khusus Presiden Bidang inovasi, Enterpreneurship dan Milenial, Billy Mambrasar. (Dok : Kementan)

Pada kesempatan itu, Billy juga menyampaikan apresiasi atas kinerja positif dari Kementan di bawah kepemimpinan Syahrul.  Billy menilai, Kementan telah berhasil meningkatkan nilai ekspor sektor pertanian, sehingga membuktikan bahwa sektor pertanian merupakan sektor yang paling kuat di masa pandemi Covid-19.

Pada periode Januari - Agustus 2020, ekspor sektor pertanian Indonesia meningkat 8,82 persen, yakni mencapai Rp 258 triliun.

Billy menyebut, Mentan memiliki program yang sangat krusial untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional, yaitu melalui Program Food Estate, yang kini tengah giat dilakukan di Provinsi Kalimantan Tengah. Selaku generasi milenial, Billy menyatakan turut serta ingin berupaya dan berkontribusi mencapai output pertanian yang optimal melalui peningkatan penggunaan teknologi pertanian dan meningkatkan minat generasi muda di sektor pertanian untuk menjadi petani milenial.

“Menteri Pertanian, SYL memiliki program mendorong munculnya 2,5 juta petani milenial untuk menggerakan pertanian secara modern dan mengakses pasar secara leluasa. Untuk, itu kami selaku staf khusus presiden, khususnya bidang inovasi, interpreneurship dan milenial, menyatakan akan turut mendukung program tersebut dalam rangka menciptakan ketahanan pangan nasional," ujarnya.

Hal ini sejalan dengan pernyataan Syahrul, bahwa peran petani milenial amat dinanti negara untuk bisa menciptakan inovasi pertanian dari hulu ke hilir, sehingga menciptakan nilai tambah komoditas pertanian. Para petani milenial harus terus didukung, agar bisa memacu tumbuhnya petani-petani muda yang baru.

Billy mengungkapkan, pihaknya telah membuat rencana program untuk mendukung terlaksananya program petani milenial, seperti menciptakan program resonator atau leader petani milenial, yang dapat memodernkan pertanian dan meningkatkan akses produk pertanian tersebut ke pasar di level desa.

"Di tahap awal, kita akan menyasar pada provinsi krusial, seperti Papua dan Kalimantan Tengah, sebagai provinsi percontohan untuk menciptakan farming leaders dikalangan milenial, sehingga nantinya mereka akan menularkan kepada jutaan milenial lainya di Indonesia," harap Billy

baca juga

Rencana awal program tersebut akan dilakukan di 10 provinsi melalui pelatihan kepada petani milenial. Dalam pelatihan tersebut, mereka bukan saja mendapat pemahaman terkait meningkatkan produktivitas dan cara mengakses pasar dari suatu komoditas, dengan menggunakan teknologi digital seperti strat-up dan kerjasama dengan banyak mitra lainya.

“Dari 10 provinsi, ditargetkan akan mencetak 100.000 petani milenial. Ke depan hasilnya tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional, tetapi juga berorientasi pada ekspor, " kata Billy

Pada kesempatan tersebut, ia juga menegaskan bahwa generasi milenial harus kembali lagi kepada sektor pertanian, karena dalam kondisi krisis akibat pandemi Covid-19 yang melanda Indoenesia saat ini, sektor pertanian merupakan sektor yang paling stabil. Tingkat pertumbuhan di sektor pertanian paling tinggi dibanding sektor lainya, sehingga sektor ini terbukti menjadi sektor andalan negeri ini.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), pada kuartal II 2020, sektor pertanian menjadi penyumbang tertinggi pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia, dengan pencapaian 16,24 persen (q to q). Pandemi Covid-19 belum juga usai dan sejumlah sektor lain pun masih cenderung terpuruk di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang turun sampai 4,19 persen (q to q) dan 5,32 persen (y-o-y).

Selain itu, Nilai Tukar Petani (NTP) September 2020 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. BPS mencatat, kenaikan terjadi sebesar 101,66 jika dibandingkan dengan NTP Agustus 2020 yang sebesar 100,65.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Begini Cara  Mentan Pulihkan Lahan Pertanian Terdampak Banjir

Begini Cara Mentan Pulihkan Lahan Pertanian Terdampak Banjir

News | Selasa, 13 Oktober 2020 | 12:22 WIB

APBN merupakan Instrumen Fiskal untuk Wujudkan Ketahanan Pangan

APBN merupakan Instrumen Fiskal untuk Wujudkan Ketahanan Pangan

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2020 | 12:22 WIB

Mentan Perkuat Akselerasi Hulu hingga Hilir di Sukabumi

Mentan Perkuat Akselerasi Hulu hingga Hilir di Sukabumi

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2020 | 11:27 WIB

Kementan : Ini Kunci Sukses Jalankan Food Estate

Kementan : Ini Kunci Sukses Jalankan Food Estate

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2020 | 13:30 WIB

Ikut Asuransi Usaha Tani Padi, Petani di Sumbawa Barat Dipastikan Tak Rugi

Ikut Asuransi Usaha Tani Padi, Petani di Sumbawa Barat Dipastikan Tak Rugi

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2020 | 16:57 WIB

Lumbung Padi di Kalteng Jadi Lahan Percontohan dengan Teknologi Modern

Lumbung Padi di Kalteng Jadi Lahan Percontohan dengan Teknologi Modern

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2020 | 13:24 WIB

Terkini

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:06 WIB