Lawan Kampanye Hitam Sawit, Pemerintah Gandeng Dunia Pendidikan

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 04 November 2020 | 11:27 WIB
Lawan Kampanye Hitam Sawit, Pemerintah Gandeng Dunia Pendidikan
Minyak kelapa sawit disebut tidak berbahaya. (Shutterstock)

Suara.com - Indonesia sebagai penghasil sawit terbesar di dunia, selalu menjadi sasaran kampanye negatif banyak pihak yang anti sawit sehingga perlu strategi khusus untuk melawannya.

Dalam beberapa tahun terakhir, misalnya, industri kelapa sawit nasional seringkali dituduh dan dituding sebagai komoditas penuh mudharat dari aspek kesehatan, sosial, ekonomi dan lingkungan.

Mirisnya, berbagai tudingan tersebut tidak didasarkan pada fakta obyektif yang ada di lapangan. Meski demikian, hadirnya kampanye negatif tersebut di tengah masyarakat tetap saja menimbulkan sejumlah persepsi negatif, baik secara domestik maupun global.

Beberapa isu negatif yang muncul tersebut, diantaranya, terkait tuduhan perkebunan kelapa sawit yang dianggap lebih ekspansif dari pada tanaman minyak nabati lain, kelapa sawit menyebabkan kerusakan lingkungan seperti deforestasi, kebakaran hutan, dan pemanasan global.

Menyikapi serangan kampanye negatif tersebut, diperlukan counter opini yang berisi tentang berbagai aspek positif terkait industri sawit nasional yang disampaikan ke masyarakat secara lebih terstruktur dan terencana.

"Tujuannya adalah agar nilai-nilai positif dari industri sawit nasional lebih dapat dipahami lagi di masyarakat, baik di level domestik maupun global. Dan salah satu kampanye (positif) yang paling efektif adalah lewat dunia pendidikan," ujar Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Kementerian Keuangan, Eddy Abdurrachman dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (4/11/2020).

Bekerjasama dengan Persatuan Guru Republik Indonesia DKI Jakarta (PGRI DKI Jakarta) sosialisasi dan promosi sawit dilakukan di kalangan guru-guru sekolah anggota PGRI DKI Jakarta.

Melalui kegiatan tersebut, BPDPKS ingin berbagi pengetahuan terkait multimanfaat dan peran kelapa sawit sebagai supporting lifes systems masyarakat dunia.

"Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan secara offline di Kebun Raya Bogor, sedangkan peserta guru lainnya mengikuti secara online melalui aplikasi Zoom Meeting," tutur Eddy.

baca juga

Dengan adanya kegiatan ini, Eddy berharap kalangan guru dapat turut membantu menyebarkan berbagai fakta objektif tentang kelapa sawit dari aspek ekonomi, lingkungan, kesehatan, dan sosial kepada peserta didik, kolega sesama pendidik dan juga masyarakat di lingkungan sekitarnya.

Dengan demikian, secara bertahap dunia pendidikan juga dapat turut berperan dalam menangkal berbagai mitos terkait informasi negatif tentang industri sawit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polimedia Memperkuat Pendidikan Tinggi Vokasi untuk Indonesia lebih Baik

Polimedia Memperkuat Pendidikan Tinggi Vokasi untuk Indonesia lebih Baik

Press Release | Rabu, 04 November 2020 | 10:26 WIB

Kemendikbud Gelar Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2020

Kemendikbud Gelar Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2020

Press Release | Selasa, 03 November 2020 | 18:06 WIB

Jokowi: Manfaatkan Pandemi Untuk Perbaiki Ekosistem Pendidikan Nasional

Jokowi: Manfaatkan Pandemi Untuk Perbaiki Ekosistem Pendidikan Nasional

News | Selasa, 03 November 2020 | 15:56 WIB

Terkini

Wardah Sunscreen Moisturizer SPF 35 untuk Kulit Apa? Ini Panduannya agar Tak Salah Pilih

Wardah Sunscreen Moisturizer SPF 35 untuk Kulit Apa? Ini Panduannya agar Tak Salah Pilih

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Duh! Pipa PDAM Putus Terdampak Proyek Jembatan, Warga Surabaya Antre Air Bersih

Duh! Pipa PDAM Putus Terdampak Proyek Jembatan, Warga Surabaya Antre Air Bersih

Jatim | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:54 WIB

Menembus Tenda: Mengapa Safe Zone di Gaza Gagal Melindungi Sipil?

Menembus Tenda: Mengapa Safe Zone di Gaza Gagal Melindungi Sipil?

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:52 WIB

Sekolah Mahal Bukan Jaminan Anak Bebas Bullying, Orang Tua Perlu Lakukan Ini

Sekolah Mahal Bukan Jaminan Anak Bebas Bullying, Orang Tua Perlu Lakukan Ini

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Indonesia Resmi Tutup Ekspor Benih Lobster Selamanya

Indonesia Resmi Tutup Ekspor Benih Lobster Selamanya

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:49 WIB

Ube Ternyata Bukan Ubi Ungu? Simak 3 Perbedaan Mendasarnya!

Ube Ternyata Bukan Ubi Ungu? Simak 3 Perbedaan Mendasarnya!

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Renovasi SD Negeri Cipete Utara Tertunda Gara-gara Wacana Gedung 20 Lantai

Renovasi SD Negeri Cipete Utara Tertunda Gara-gara Wacana Gedung 20 Lantai

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:43 WIB

Ketua Yayasan Little Aresha Dituntut 10 Tahun Penjara, 83 Anak Korban Minta Restitusi Rp2,12 Miliar

Ketua Yayasan Little Aresha Dituntut 10 Tahun Penjara, 83 Anak Korban Minta Restitusi Rp2,12 Miliar

Jogja | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:38 WIB

Indeks Udara Palembang Masih Berbahaya, Ribuan Titik Panas Masih Terdeteksi di Sumsel

Indeks Udara Palembang Masih Berbahaya, Ribuan Titik Panas Masih Terdeteksi di Sumsel

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Baru Dilantik, Kapolresta Sleman Dimutasi Kurang dari 24 Jam, JPW: Bisa Masuk MURI

Baru Dilantik, Kapolresta Sleman Dimutasi Kurang dari 24 Jam, JPW: Bisa Masuk MURI

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:34 WIB

×