Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.575.000
Beli Rp2.447.000
IHSG 5.643,194
LQ45 553,105
Srikehati 276,229
JII 331,154
USD/IDR 17.957

Panen Kedelai, Mentan Ajak Petani Penuhi Makanan Bergizi bagi Masyarakat

Fabiola Febrinastri

Rabu, 04 November 2020 | 14:42 WIB
Panen Kedelai, Mentan Ajak Petani Penuhi Makanan Bergizi bagi Masyarakat
Mentan, Syahrul Yasin Limpo. (Dok : Kementan)

Suara.com - Pemerintah merasa perlu menyediakan bahan pangan bergizi bagi masyarakat, terutama di masa pandemi Covid-19. Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menyebut, kedelai merupakan salah satu bahan pangan bergizi, yang harus dipastikan ketersediannya.

"Untuk 273 juta penduduk Indonesia, kita harus produksi sebanyak-banyaknya, dan kebutuhan kedelai itu 2 sampai 3 juta ton. Orang di Pulau Jawa tidak bisa makan tanpa tahu dan tempe. Sekarang kita banyak dipenuhi oleh impor, sementara di luar sana juga takut kehilangan sumber dayanya. Jadi kita tanam kedelai sekarang, biar tahun depan, kedelai kita cukup," ujarnya, saat panen kedelai di Desa Bumiayu, Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Rabu (4/11/2020). 

Mentan, Syahrul Yasin Limpo. (Dok : Kementan)
Mentan, Syahrul Yasin Limpo. (Dok : Kementan)

Mentan Gurbenur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar dan Bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim Masdar.

Panen kedelai di lokasi tersebut merupakan upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dengan dukungan pemerintah daerah, dengan tujuan untuk menyokong ketahanan pangan nasional di kawasan ini.

Syahrul menyatakan, penyediaan kedelai dalam jumlah mencukupi sangat penting sebagai bahan pangan bergizi bagi masyarakat, dan terkait hal tersebut membutuhkan dukungan dari berbagai stakeholder di tengah kondisi pandemi seperti sekarang ini.

Kebutuhan kedelai sendiri untuk satu tahun mencapai 90 persen untuk tempe tahu, 5 persen untuk kecap, yoghurt dan produk makanan lain. Kendala saat ini, benih kedelai bersertifikat terbatas dan sebagian besar terkonsentrasi di Jawa, dengan masa kadaluarsa benih pendek sekitar 4 bulan. Ini butuh dukungan dari daerah yang memiliki potensi untuk dilakukan pengembangan produksi kedelai.

Mentan, Syahrul Yasin Limpo. (Dok : Kementan)
Mentan, Syahrul Yasin Limpo. (Dok : Kementan)

Guna memenuhi kebutuhan dalam negeri, saat ini Kementan melakukan pemberian bantuan sarana produksi, alat pra panen dan pasca panen, serta mendorong para petani untuk menggunakan fasilitas kredit usaha rakyat (KUR) dan pengembangan pertanian berbasis korporasi dan klaster.

Bentuk komitmen Kementan tahun ini dikembangkan dengan bantuan budi daya kedelai seluas 500 hektare di Polewali Mandar.  Syahrul minta jajarannya  mendampingi produksi pertanaman di Polman, dengan menjaga kualitas bibit tanaman yang terbaik.

"Ditjen Tanaman Pangan, ganti bibit di sini (untuk seluruh komoditas) 1.000 hektare bibit ya. Mau padi, jagung, kedelai, nanti bupati yang bantu atur mau dikasih kemana bibit ini," perintahnya, kepada Direktur Akabi Ditjen Tanaman Pangan.

baca juga

Data panen Kedelai Provinsi Sulawesi Barat  2019, terdapat luas tanam sebesar 16.158 hektare, dengan produksi 28.800 ton biji kering, dengan produktivitas sekitar 1,7 ton/hektare.

Mentan menyampaikan, perlu adanya pengembangan varietas benih yang provitasnya lebih tinggi lagi.

"Pengembangan varietas benih provitas di atas 3 ton per hektare, dengan kunci pengembangan kedelai, ada di aspek benih dan harga. Seluruh benih unggul di Litbang Kementan harus disalurkan untuk peningkatan produksi," katanya

Hilirisasi menjadi hal yang penting dalam mengembangkan kedelai untuk mensolusi harga. Oleh karenanya, Syahrul kembali dengan tegas menyatakan, perlu dibangun kemitraan petani dengan industri, supaya dapat memberi kepastian pasar dan pemanfaatan KUR, sehingga petani tidak hanya mengandalkan bantuan pemerintah.

"Perumusan sistem pemasaran produk menjadi hal yang mesti diperhatikan untuk bisa mengenalkan produk lokal. Komitmen Kementan terhadap kedelai sangat kuat. Pengembangan kedelai dikelola dengan model korporasi petani, sehingga semua pelaku usaha mendapat manfaat dari program ini. Petani memperoleh layanan sarana produksi dan modal, terlindungi asuransi dan ada kepastian pasar dan jaminan harganya," ujar Syahrul.

Terkait hal itu, Direktur PT. Dwitunggal Nusa Mandiri, Petrus Chandra, sebagai perusahaan Mitra Petani dengan fungsi offtaker, turut hadir. Ia menyambut hasil produksi dari petani dengan menyerap pembelian kedelai di Sulbar.

Luasan tanaman kedelai yang di panen di Kecamatan Wonomulyo pada musim kali ini berasal dari lahan 540 hektare, sedangkan Desa Bumiayu sendiri menghasilkan kedelai dari 190 hektare.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Kabupaten Polewali Mandar, H Hassani menyebutkan, pertanaman kedelai yang dipanen kali ini adalah hasil pertanaman yang dimulai pada akhir Juli sampai pertengahan Agustus 2020 lalu, dari varietas kedelai Argomulyo dan Anjasmoro.

"Benih yang digunakan merupakan bantuan pemerintah. Mayoritas di sini menggunakan varietas Anjasmoro. Beberapa petani memang menukar benihnya dengan Argomulyo, karena Argomulyo bijinya lebih besar dan umurnya lebih genjah," ungkap Hassani

Pemanfaatan lahan setelah musim padi gadu yang dimaksimalkan dengan membuat pola menanam kedelai ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani Polman.

"Upaya yang kita lakukan adalah dengan melakukan sosialisasi dan mengikat kerja sama dengan perusahaan sebagai offtaker, yang dapat menjamin pembelian hasil kedele dengan harga Rp 7000/kilogram untuk calon benih dan Rp 6500/ kilogram untuk komsumsi." terang Hassani lagi.

Pada kesempatan ini, secara simbolis diberikan bantuan benih, alsintan, saprodi, dan lain-lain, dengan total program Kementan untuk Sulbar senilai Rp 44,05 miliar, sedangkan untuk Polman sendiri mendapatkan bantuan senilai Rp 7,5 miliar lebih.

Hadir pada kesempatan tersebut, para eselon 1 Kementan berserta jajaran, Bupati Polman, Andi Ibrahim Masdar, Wakil Ketua DPRD Sulbar, Wakil Kajati Sulbar, Wakapolda Sulbar, para Pjs. Bupati dan segenap unsur Forkompimda Sulbar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mentan : Pasarnya Luas, Durian Jadi Buah Unggulan Indonesia

Mentan : Pasarnya Luas, Durian Jadi Buah Unggulan Indonesia

Bisnis | Rabu, 04 November 2020 | 13:54 WIB

Mentan : Sektor Pertanian Paling Kuat Kembangkan Ekonomi Rakyat

Mentan : Sektor Pertanian Paling Kuat Kembangkan Ekonomi Rakyat

Bisnis | Rabu, 04 November 2020 | 11:44 WIB

Tarik Generasi Milenial, Kementan Ubah Image Bisnis Pertanian

Tarik Generasi Milenial, Kementan Ubah Image Bisnis Pertanian

Bisnis | Rabu, 04 November 2020 | 11:30 WIB

Mentan Lepas Ekspor Pakan Ternak ke Asia dan Eropa

Mentan Lepas Ekspor Pakan Ternak ke Asia dan Eropa

Bisnis | Selasa, 03 November 2020 | 15:13 WIB

Ekonomi Melemah, Komoditas Hortikultura Justru Meningkat

Ekonomi Melemah, Komoditas Hortikultura Justru Meningkat

Bisnis | Selasa, 03 November 2020 | 14:37 WIB

IPB : Impor Hortikultura Tidak Bisa Disamakan dengan Komoditas Lain

IPB : Impor Hortikultura Tidak Bisa Disamakan dengan Komoditas Lain

Bisnis | Selasa, 03 November 2020 | 12:05 WIB

Terkini

Cara Menghasilkan Uang dari HP untuk Menambah Pemasukan Keluarga

Cara Menghasilkan Uang dari HP untuk Menambah Pemasukan Keluarga

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:00 WIB

Dukung Kompetensi Jurnalisme, Pegadaian Kembali Gelar UKW untuk Ratusan Wartawan Indonesia

Dukung Kompetensi Jurnalisme, Pegadaian Kembali Gelar UKW untuk Ratusan Wartawan Indonesia

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:50 WIB

Impor Migas Indonesia Meroket 70 Persen, Tembus Rp 70 Triliun Lebih dalam Sebulan

Impor Migas Indonesia Meroket 70 Persen, Tembus Rp 70 Triliun Lebih dalam Sebulan

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:36 WIB

Harga Emas Lokal Diprediksi Makin Merana Pekan Ini

Harga Emas Lokal Diprediksi Makin Merana Pekan Ini

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:20 WIB

Syarat dan Cara Driver Ojol Ajukan Pinjaman KUR, Bisa Dapat Ratusan Juta

Syarat dan Cara Driver Ojol Ajukan Pinjaman KUR, Bisa Dapat Ratusan Juta

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:49 WIB

B50 Resmi Diterapkan, Gapki Sebut Tak Ada Kendala Pasokan CPO

B50 Resmi Diterapkan, Gapki Sebut Tak Ada Kendala Pasokan CPO

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:43 WIB

Dana SAL Mau Ditarik, Bos BSI Ingatkan Jangan Mendadak agar Pasar Tak Bergejolak

Dana SAL Mau Ditarik, Bos BSI Ingatkan Jangan Mendadak agar Pasar Tak Bergejolak

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:21 WIB

Musim Masuk Sekolah Bikin Ritel Bergairah, Penjualan Sepatu Meningkat

Musim Masuk Sekolah Bikin Ritel Bergairah, Penjualan Sepatu Meningkat

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:16 WIB

Bukannya Senang, Driver Ojol Justru Kecewa Kebijakan Potongan 8%

Bukannya Senang, Driver Ojol Justru Kecewa Kebijakan Potongan 8%

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:10 WIB

Pajak Marketplace Resmi Berlaku, DJP Bidik Penerimaan Negara Tembus Rp 24 Triliun

Pajak Marketplace Resmi Berlaku, DJP Bidik Penerimaan Negara Tembus Rp 24 Triliun

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:21 WIB

×