Tarif Pajak Daerah Selangit, Bikin Biaya Investasi Membengkak

Agung Sandy Lesmana, Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 27 November 2020 | 18:22 WIB
Tarif Pajak Daerah Selangit, Bikin Biaya Investasi Membengkak
Ilustrasi Pajak (dok istimewa)

Suara.com - Kementerian Keuangan menyebut tarif pajak yang diterapkan oleh pemerintah daerah (pemda) mengganggu masuknya investasi ke Indonesia. Oleh karena itu, lewat UU Omnibus Law perpajakan, pemerintah pusat merasionalkan tarif pajak nasional.

Dirjen Perimbangan Keuangan Astera Primanto Bhakti mengatakan akibat penerapan tarif pajak selangit ini membuat biaya ekonomi menjadi membengkak.

"Contoh pajak air tanah, itu banyak daerah yang mengenakan PAT (Pajak Air Tanah) dengan tarif luar biasa besar dengan base yang luas. Hasilnya pajaknya besar sekali dan menimbulkan high cost economy," kata Astera dalam sebuah diskusi virtual, Jumat (27/11/2020).

Nah, maka dari itu pemerintah pun mencoba ingin memperbaiki masalah tersebut lewat UU Nomer 11/2020 klaster perpajakan, dimana nantinya aturan pajak daerah akan dirasionalisasikan, sehingga tidak membuat biaya investasi semakin tinggi.

Ia mengatakan nantinya jika ditemukan ada peraturan daerah (Perda) yang tidak mendukung iklim usaha maka dari pemerintah pusat akan melakukan pengawasan terkait pajak daerah dan retribusi daerah.  

"Kami di Kementerian Keuangan terkadang tidak bisa dapat direct information dari pemda. Jadi ini jalurnya saja diperkuat. Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri melaksanakan sesuai dengan tupoksi masing-masing," ucapnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan melalui UU Cipta Kerja akan akan menata ulang seluruh tarif pajak daerah.

"Pemerintah melalui UU Cipta kerja ini menata ulang kembali salah satunya untuk PDRD-nya. Kita tahu banyak pajak daerah dan retribusi daerah dengan tarif tinggi dapat menghambat investasi di daerah. Jika tinggi PDRD-nya perusahaan-perusahaan usaha itu tidak mau melakukan investasi di daerah," kata Iskandar. 

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Utang Pemerintah Naik Lagi, Hingga Oktober 2020 Jadi Rp 5.877,17 Triliun

Utang Pemerintah Naik Lagi, Hingga Oktober 2020 Jadi Rp 5.877,17 Triliun

Bisnis | Rabu, 25 November 2020 | 17:24 WIB

Check Point Resmi Investasi Kapabilitas Cloud Geofenced Lokal

Check Point Resmi Investasi Kapabilitas Cloud Geofenced Lokal

Bisnis | Rabu, 25 November 2020 | 13:59 WIB

Sri Mulyani Tagih Anggota G20 soal Kerjasama Perpajakan Internasional

Sri Mulyani Tagih Anggota G20 soal Kerjasama Perpajakan Internasional

Bisnis | Senin, 23 November 2020 | 16:19 WIB

Pandemi Covid-19, Investasi Pekanbaru Malah Naik 285 Persen

Pandemi Covid-19, Investasi Pekanbaru Malah Naik 285 Persen

Riau | Senin, 23 November 2020 | 07:11 WIB

Terkini

Laba Rp31,2 Triliun, BRI Pertegas Kiprah sebagai Motor Ekonomi Kerakyatan

Laba Rp31,2 Triliun, BRI Pertegas Kiprah sebagai Motor Ekonomi Kerakyatan

Sumsel | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:14 WIB

Robot Mobo Siap Menjadi Anggota Keluarga Baru Berbasis Kecerdasan Buatan

Robot Mobo Siap Menjadi Anggota Keluarga Baru Berbasis Kecerdasan Buatan

Otomotif | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:12 WIB

Hingga Triwulan II 2026, BRI Kantongi Laba Rp31,2 Triliun dan Dorong Kredit UMKM

Hingga Triwulan II 2026, BRI Kantongi Laba Rp31,2 Triliun dan Dorong Kredit UMKM

Riau | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:08 WIB

Ekonomi Kerakyatan Terus Digerakkan, BRI Kantongi Laba Rp31,2 Triliun

Ekonomi Kerakyatan Terus Digerakkan, BRI Kantongi Laba Rp31,2 Triliun

Sumbar | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:07 WIB

BRI Cetak Laba Rp31,2 Triliun di Triwulan II 2026, Kredit UMKM Capai Rp1.235,4 Triliun

BRI Cetak Laba Rp31,2 Triliun di Triwulan II 2026, Kredit UMKM Capai Rp1.235,4 Triliun

Kaltim | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:04 WIB

Cara Menghitung Panjang Sisi Persegi Jika Hanya Diketahui Kelilingnya, Lengkap dengan Soal

Cara Menghitung Panjang Sisi Persegi Jika Hanya Diketahui Kelilingnya, Lengkap dengan Soal

Tekno | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:02 WIB

KPR dan KKB Naik Daun, Begini Rapor Keuangan BBRI hingga Juni 2026

KPR dan KKB Naik Daun, Begini Rapor Keuangan BBRI hingga Juni 2026

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:02 WIB

Sunscreen Viva Bisa Mencerahkan? Cek Klaim Resmi dan Review Pengguna

Sunscreen Viva Bisa Mencerahkan? Cek Klaim Resmi dan Review Pengguna

Lifestyle | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:01 WIB

Grand Canyon Banjir Bandang Sapu Infrastruktur Park Service, 20 Pendaki Hilang

Grand Canyon Banjir Bandang Sapu Infrastruktur Park Service, 20 Pendaki Hilang

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:01 WIB

Awas, Jantung Bisa Jebol! Ini Bahaya Nyata Begadang Buat Kamu yang Sering Doom Scrolling

Awas, Jantung Bisa Jebol! Ini Bahaya Nyata Begadang Buat Kamu yang Sering Doom Scrolling

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:00 WIB

×