Grand Canyon Banjir Bandang Sapu Infrastruktur Park Service, 20 Pendaki Hilang

Pebriansyah Ariefana

Senin, 31 Agustus 2026 | 14:01 WIB
Grand Canyon Banjir Bandang Sapu Infrastruktur Park Service, 20 Pendaki Hilang
Grand Canyon - (Pixabay/neufal54)
baca 10 detik
  • Tim SAR mencari lebih dari 20 orang hilang pasca-banjir bandang di Grand Canyon.

  • Sebanyak 62 pendaki berhasil dievakuasi dari kawasan Phantom Ranch tanpa laporan korban luka.

  • Kerusakan jembatan dan bahaya puing memicu penutupan total rute pendakian serta Sungai Colorado.

Suara.com - Petugas National Park Service terus bergerak cepat menyisir kawasan terdampak banjir bandang yang menerjang area dalam Grand Canyon. Fokus utama operasi saat ini tertuju pada pengumpulan data dan penelusuran puluhan pengunjung yang terpisah di jalur ekstrim tersebut.

Upaya pencarian terpusat di sepanjang koridor Bright Angel Creek setelah gelombang air bah mendadak menerjang kawasan terpencil tersebut pada Sabtu sore. Otoritas setempat memprioritaskan keselamatan para penjelajah yang sempat mencatatkan reservasi perkemahan di area lintasan tersebut.

"Layanan Taman Nasional (National Park Service/NPS) meminta masyarakat memberikan informasi mengenai lebih dari 20 orang yang mungkin hilang atau belum diketahui keberadaannya," kata lembaga tersebut, dikutip dari Anadolu, Senin (31/8/2026).

Grand Canyon (Pixabay/Free-Photos)
Grand Canyon (Pixabay/Free-Photos)

Langkah penyelamatan ini memadukan kekuatan darat dan udara melalui kolaborasi ketat antarlembaga keselamatan publik. Sinergi ini difokuskan untuk mengamankan area terdampak yang memiliki medan sangat sulit dijangkau.

Petugas Taman Nasional Grand Canyon di wilayah tenggara AS saat ini berkoordinasi dengan Departemen Keselamatan Publik Arizona untuk melakukan evakuasi dan mencari kemungkinan keberadaan korban.

Proses evakuasi gelombang pertama berhasil menyelamatkan puluhan orang yang terjebak di titik-titik krusial lintasan bawah. Hingga saat ini tim penolong mengonfirmasi belum ada laporan mengenai korban yang mengalami luka berat.

Hingga Minggu pagi, sebanyak 62 orang telah berhasil dievakuasi dari Phantom Ranch dan bagian bawah North Kaibab Trail. Berdasarkan data terbaru yang tersedia, otoritas mengatakan belum menemukan adanya korban luka.

Kerusakan fisik di sepanjang lintasan pendakian tergolong sangat masif akibat hantaman material banjir berkecepatan tinggi. Putusnya sarana penyeberangan utama membuat akses mobilitas di dalam ngarai lumpuh total.

Daya hancur air bah melumat habis hampir seluruh jembatan penyeberangan yang membentang di atas Bright Angel Creek. Kondisi ini memutus jalur utama pendaki yang ingin menyeberangi anak sungai Colorado tersebut.

baca juga

Penutupan akses secara luas terpaksa diberlakukan guna mencegah risiko bahaya susulan bagi para pengunjung. Pengelola memblokir seluruh titik perkemahan dan rute penjelajahan di kawasan terdampak.

Langkah pengamanan ketat diambil dengan membatasi akses menuju fasilitas penginapan dan area berkemah populer. Seluruh aktivitas pendakian di rute North Kaibab dihentikan sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Akses melintasi aliran air utama juga ditutup demi menghindari potensi bahaya dari struktur bangunan yang rusak. Jembatan ikonik Black Bridge dan Silver Bridge kini sepenuhnya steril dari aktivitas manusia.

Ancaman keselamatan di sepanjang aliran Sungai Colorado meningkat tajam akibat tumpukan puing material. Pihak berwenang melarang keras segala bentuk navigasi maupun kegiatan air di sungai tersebut.

Bahaya laten masih mengintai area ngarai mengingat prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan susulan yang cukup tinggi. Pengunjung imbau ekstra waspada terhadap ancaman tanah longsor dan pergerakan batuan mendadak.

NPS memperingatkan bahwa badai petir tambahan dan hujan lebat masih mungkin terjadi hingga Senin, yang berpotensi memicu aliran material puing dan longsoran batu lebih lanjut.

Kawasan Bright Angel Canyon dan Phantom Ranch merupakan jantung destinasi wisata ekstrim di pedalaman Grand Canyon yang sangat diminati pendaki dunia. Karakteristik topografi ngarai terjal membuat wilayah ini sangat rentan terhadap luapan air mendadak saat curah hujan tinggi terjadi di bagian hulu.

Insiden banjir bandang pada Sabtu sore langsung memicu krisis infrastruktur karena jembatan-jembatan penghubung di sepanjang Bright Angel Creek hancur dihantam bah. Kombinasi ancaman cuaca buruk berkelanjutan dan hancurnya akses fisik memaksa pengelola menutup total seluruh fasilitas penjelajahan utama demi keselamatan publik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nepal Tes DNA Ratusan Jenazah Korban Banjir Bandang yang Membusuk

Nepal Tes DNA Ratusan Jenazah Korban Banjir Bandang yang Membusuk

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 12:11 WIB

Paradoks Nepal, Emisi Karbon Rendah Tapi Jadi Korban Perubahan Iklim

Paradoks Nepal, Emisi Karbon Rendah Tapi Jadi Korban Perubahan Iklim

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Cerita Pasangan Asal California Lolos dari Maut Banjir Bandang Nepal: Saya Tahu Akan Mati

Cerita Pasangan Asal California Lolos dari Maut Banjir Bandang Nepal: Saya Tahu Akan Mati

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 11:21 WIB

Terkini

6 Rekomendasi Sandal Jepit yang Tidak Gampang Putus saat Musim Hujan

6 Rekomendasi Sandal Jepit yang Tidak Gampang Putus saat Musim Hujan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:56 WIB

Pandu Sjahrir Disebut Punya Saham Supra Sekuritas yang Melakukan Transaksi Terkoordinasi

Pandu Sjahrir Disebut Punya Saham Supra Sekuritas yang Melakukan Transaksi Terkoordinasi

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:53 WIB

Suahasil Tetapkan Batas Defisit APBD 2027 Maksimal 2,5 Persen, Utang Pemda Makin Diperketat

Suahasil Tetapkan Batas Defisit APBD 2027 Maksimal 2,5 Persen, Utang Pemda Makin Diperketat

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:53 WIB

Bak Tukang Sayur, Viral Kopdes Merah Putih Jualan Keliling Bawa Sembako di Mojokerto

Bak Tukang Sayur, Viral Kopdes Merah Putih Jualan Keliling Bawa Sembako di Mojokerto

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:51 WIB

Penuh Nostalgia! Trio Bajaj Resmi Comeback di Para Pencari Tuhan Jilid 20

Penuh Nostalgia! Trio Bajaj Resmi Comeback di Para Pencari Tuhan Jilid 20

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar Berlangsung Lima Hari, Hadirkan Beragam Aktivitas

Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar Berlangsung Lima Hari, Hadirkan Beragam Aktivitas

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade

Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Bedak Padat Purbasari Apa Mengandung SPF? Ini Klaim dan Penjelasannya

Bedak Padat Purbasari Apa Mengandung SPF? Ini Klaim dan Penjelasannya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:32 WIB

4 Jas Hujan Ponco atau Kelelawar dengan Celana, Praktis untuk Pemotor

4 Jas Hujan Ponco atau Kelelawar dengan Celana, Praktis untuk Pemotor

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:31 WIB

Bagaimana Cara Adopsi Orang Utan? Ini Syarat, Biaya, dan Langkah Pendaftarannya

Bagaimana Cara Adopsi Orang Utan? Ini Syarat, Biaya, dan Langkah Pendaftarannya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:30 WIB

×