Ini Cara BRI Rampungkan Realisasi Penyaluran Dana PEN dan Bansos 2020

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 08 Januari 2021 | 07:59 WIB
Ini Cara BRI Rampungkan Realisasi Penyaluran Dana PEN dan Bansos 2020
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Sunarso. (Dok : BRI)

Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk telah menuntaskan peran strategisnya dalam implementasi program pemulihan ekonomi nasional (PEN) sepanjang 2020. Peran BRI terlihat dari besarnya realisasi dana PEN yang disalurkan kepada masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Penyaluran subsidi bunga dan bantuan serta relaksasi lain yang masuk dalam program PEN telah dilakukan BRI secara optimal, transparan, dan cepat, didukung oleh kekuatan data, sistem dan people yang dimiliki perseroan. BRI senantiasa berupaya membantu para debitur terdampak pandemi Covid-19 dengan cepat dan mudah agar mereka bisa memiliki daya tahan, untuk kembali mengungkit kondisi usaha di periode pemulihan.

“Saat ini (krisis) yang terjadi adalah UMKM yang banyak terkena (dampak pandemi). Untuk nasabah UMKM, kita [BRI] tidak bisa berbalik atau mundur, berhenti saja tidak boleh. Kita harus tetap ekspansi kepada UMKM, terutama mikro. Loan demand menurun maka harus dipicu dengan stimulus, karena stimulus menjadi penting maka alokasi resources harus kita arahkan untuk menyampaikan stimulus itu supaya efektif sampai ke masyarakat sesuai dengan tujuannya,” ujar Direktur Utama BRI, Sunarso.

Berdasarkan data per 16 Desember 2020, BRI telah berhasil memberikan subsidi bunga kredit bagi debitur UMKM senilai total Rp 5,46 triliun. Jumlah ini setara 76,6 persen dari realisasi penyaluran subsidi bunga kredit bagi UMKM secara nasional yang berjumlah Rp 7,12 triliun.

Selain subsidi bunga kredit, BRI juga sudah menyalurkan kembali (leverage) dana penempatan pemerintah di bank Himbara kepada para debitur yang membutuhkan. BRI mendapat penempatan dana pemerintah total sebesar Rp 15 triliun pada 2020.

Dari penempatan tersebut, BRI berhasil menyalurkan pinjaman kepada nasabah senilai Rp 136,7 triliun atau lebih dari 9 kali lipat nilai penempatan dana pemerintah.
BRI kemudian turut memberikan penjaminan kredit untuk pinjaman UMKM senilai Rp 8,34 triliun per 27 Desember 2020.

Penjaminan diberikan kepada 13.808 debitur UMKM. Melalui penjaminan ini, portofolio kredit UMKM BRI tetap terjaga meski kondisi bisnis para debitur tengah terdampak pandemi.

Terakhir, BRI sudah menyalurkan Rp 18,5 triliun dana Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) kepada 7,7 juta debitur di seluruh Indonesia. Dana BPUM yang disalurkan BRI setara 65,2 persen dari total pagu BPUM yang disediakan yakni Rp 28,3 triliun untuk 11,8 juta debitur.

“Penyaluran BPUM jelas membantu pelaku UMKM agar tetap bertahan dan kembali bangkit dari dampak pandemi. Sebagai bank yang berfokus pada segmen UMKM, BRI memastikan tetap melanjutkan kontribusi bagi upaya pemulihan kondisi ekonomi nasional pada 2021. Kami optimis keberlanjutan penyaluran berbagai insentif dan relaksasi bagi masyarakat tahun ini akan berdampak positif bagi perekonomian nasional, dan bisnis perusahaan secara khusus,” ujarnya.

baca juga

Perhatian besar BRI bagi UMKM agar segera bangkit dari dampak pandemi juga tercermin dari penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro dan Super Mikro yang secara total telah mencapai Rp 125,44 triliun. Rinciannya, ada Rp 116,9 triliun KUR Mikro yang disalurkan BRI kepada 4,35 juta debitur hingga 28 Desember 2020.

Kemudian Rp 8,54 triliun diberikan bagi 972 ribu debitur KUR Super Mikro.
Restrukturisasi kredit yang diberikan BRI kepada para debitur terdampak Covid-19 mencapai Rp 218,6 triliun, dengan total peminjam terdampak sebanyak 2,8 juta. Pemberian restrukturisasi akan dilanjutkan BRI, sesuai keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memperpanjang masa pemberian relaksasi kredit hingga 2022 bagi debitur terdampak dan memenuhi kriteria.

Dalam penyaluran bantuan sosial (bansos), sepanjang 2020 BRI telah membantu penyaluran insentif untuk 3,8 juta Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan. Nilai bantuan yang difasilitasi penyalurannya oleh BRI mencapai Rp 15 triliun.

Ada pula penyaluran bansos sembako senilai Rp 13,3 triliun untuk 7,1 juta masyarakat yang berhak, dan total Rp 802 miliar dana desa bagi 770 ribu penerima. Kemudian, BRI ikut berpartisipasi dalam menyalurkan bansos tunai senilai total Rp 1,6 triliun untuk 528 ribu penerima, dan BST bagi 3,1 juta orang dengan jumlah Rp 1,5 triliun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Program PEN Berjalan, Azis Syamsuddin Optimistis Ekonomi Bangkit

Program PEN Berjalan, Azis Syamsuddin Optimistis Ekonomi Bangkit

DPR | Kamis, 07 Januari 2021 | 13:20 WIB

Konsumsi dan Daya Beli Masyarakat Jadi Kunci Pertumbuhan Kredit Perbankan

Konsumsi dan Daya Beli Masyarakat Jadi Kunci Pertumbuhan Kredit Perbankan

Bisnis | Kamis, 07 Januari 2021 | 09:41 WIB

Himbara Siap Sukseskan Penyaluran Bantuan Tunai di 514 Kota

Himbara Siap Sukseskan Penyaluran Bantuan Tunai di 514 Kota

Bisnis | Rabu, 06 Januari 2021 | 10:44 WIB

Rokok Termasuk Dilarang Dibeli Pakai Uang Bansos

Rokok Termasuk Dilarang Dibeli Pakai Uang Bansos

Sumsel | Rabu, 06 Januari 2021 | 09:39 WIB

Jumlahnya Berkurang, 1,8 Juta KK Akan Terima Bansos Tunai di Jakarta

Jumlahnya Berkurang, 1,8 Juta KK Akan Terima Bansos Tunai di Jakarta

News | Selasa, 05 Januari 2021 | 20:45 WIB

KPK Klaim Pelototi Terus Bansos Kemensos di Masa Pandemi Corona

KPK Klaim Pelototi Terus Bansos Kemensos di Masa Pandemi Corona

News | Selasa, 05 Januari 2021 | 18:39 WIB

Terkini

Kualitas Udara Membaik, Anak-anak di Pekanbaru Kembali ke Sekolah

Kualitas Udara Membaik, Anak-anak di Pekanbaru Kembali ke Sekolah

Riau | Senin, 12 Oktober 2026 | 09:45 WIB

Jurus Baru Urai Macet Pagi Jakarta, Dishub Sisir Sudirman hingga Area Galian

Jurus Baru Urai Macet Pagi Jakarta, Dishub Sisir Sudirman hingga Area Galian

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 09:28 WIB

Tahan Beli, Harga Emas Antam Mulai Naik Jadi Rp2.594.000/Gram

Tahan Beli, Harga Emas Antam Mulai Naik Jadi Rp2.594.000/Gram

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 09:28 WIB

Ditinggal Pemilik Keliling Jualan, 5 Rumah Kontainer di Kelapa Gading Hangus Dilalap Api

Ditinggal Pemilik Keliling Jualan, 5 Rumah Kontainer di Kelapa Gading Hangus Dilalap Api

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 09:24 WIB

PSPS Pekanbaru Hajar PSMS Medan 2-1, Detik Terakhir Jadi Penentu

PSPS Pekanbaru Hajar PSMS Medan 2-1, Detik Terakhir Jadi Penentu

Riau | Senin, 12 Oktober 2026 | 09:20 WIB

IHSG Bergerak Dua Arah Senin Pagi, Pantau Saham Emas

IHSG Bergerak Dua Arah Senin Pagi, Pantau Saham Emas

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 09:19 WIB

Cara Mengetahui Elemen Shio Berdasarkan Tahun Lahir dan Jam Lahir, Ini Panduannya

Cara Mengetahui Elemen Shio Berdasarkan Tahun Lahir dan Jam Lahir, Ini Panduannya

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 09:02 WIB

OJK: Gen Z dan Milenial Problematik Kelola Uang, Paling Banyak Akses Pinjol

OJK: Gen Z dan Milenial Problematik Kelola Uang, Paling Banyak Akses Pinjol

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 08:39 WIB

Tiba-tiba Keluar Mobil, Pria Asal Cilegon Nekat Terjun ke Laut di Dermaga Eksekutif Bakauheni

Tiba-tiba Keluar Mobil, Pria Asal Cilegon Nekat Terjun ke Laut di Dermaga Eksekutif Bakauheni

Lampung | Senin, 12 Oktober 2026 | 08:28 WIB

Harga Kebutuhan Pokok Bikin Stres, 78 Persen Responden Minta Pemerintah Segera Bertindak

Harga Kebutuhan Pokok Bikin Stres, 78 Persen Responden Minta Pemerintah Segera Bertindak

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 08:18 WIB

×