Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.765.000
Beli Rp2.635.000
IHSG 6.162,045
LQ45 620,444
Srikehati 309,367
JII 386,908
USD/IDR 17.712

Konsumsi dan Daya Beli Masyarakat Jadi Kunci Pertumbuhan Kredit Perbankan

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Kamis, 07 Januari 2021 | 09:41 WIB
Konsumsi dan Daya Beli Masyarakat Jadi Kunci Pertumbuhan Kredit Perbankan
Direktur Utama BRI, Sunarso. (Dok : BRI)

Suara.com - Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yang terdiri dari BRI, Bank Mandiri, BNI dan BTN memandang bahwa penurunan suku bunga bukan merupakan faktor utama pendorong pertumbuhan kredit. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Himbara, yang juga merupakan Direktur Utama BRI, Sunarso dalam Ngobrol Bareng Pemred dan Himbara, di Jakarta, Rabu (6/1/2020).

Sunarso mengungkapkan, permintaan kredit dapat meningkat apabila konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat meningkat.

“Dengan menggunakan analisa model ekonometrika secara umum, terbukti bahwa pertumbuhan kredit dipengaruhi secara signifikan oleh variabel konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat. Oleh karenanya sudah sangat tepat dalam kondisi pandemi ini, pemerintah mengeluarkan berbagai stimulus langsung kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) telah diikuti penurunan suku bunga pinjaman, namun penurunan suku bunga pinjaman tidak diikuti kenaikan pertumbuhan pinjaman.

“Kita mesti bijaksana melihat cara untuk meningkatkan pertumbuhan kredit, karena turunnya suku bunga tidak tidak selalu bisa mengatrol pertumbuhan kredit,” imbuh Sunarso.

“Trend penurunan pertumbuhan pinjaman,termasuk Bank Himbara, sejak 2012, terjadi pada saat suku bunga perbankan cenderung turun. Penurunan suku bunga KUR juga tidak mendorong peningkatan agregat pinjaman perbankan, pada tahun 2015 dan 2016, saat suku bunga KUR (Kredit Usaha Rakyat) menurun signifikan, loan growth justru menurun sampai di bawah 10 persen. Jadi kunci demand kredit ada di konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat,” papar Sunarso.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi menyebut, biaya dana (Cost of Fund-CoF) Himbara saat ini belum bisa rendah, karena portofolio pendanaan bank-bank milik negara masih memiliki porsi dana mahal yang relatif besar. Ke depan, perlu ada diversifikasi jenis pendanaan yang dilakukan Himbara, khususnya jenis simpanan dana murah untuk menekan tingkat biaya dana.

“Kalau dilihat, rasio CASA (dana murah) di salah satu bank swasta nasional, sudah di atas 70 persen, sementara di kami mungkin kisaran 65 persen sampai mendekati 70 persen. Ke depan, kita harus melihat bagaimana HIMBARA menumbuhkan CASA rasionya,” ujar Darmawan.

Berkaca dengan kondisi yang ada, Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar memprediksi, pertumbuhan kredit industri perbankan di Indonesia dalam kurun 6 bulan ke depan kemungkinan akan ada di kisaran maksimal 5 persen.

“Saya yakin, perbankan sekarang melihatnya lebih banyak ke (proyeksi) jangka pendek, belum melihat setahun penuh. Dalam 6 bulan ke depan, saya yakin, pertumbuhan kredit rata-rata tertinggi 5 persen. Industri saat ini dalam proses recovery, sehingga masih membutuhkan waktu . Nanti kalau ekonomi membaik dan daya beli menengah atas pulih pasti kami akan genjot (untuk mencapai pertumbuhan) double digit. Namun sekarang semua pasti akan lihat lebih pendek, periode 3-6 bulan,” ujar Royke.

Sementara itu Plt. Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu mengungkapkan, BTN terus berinovasi untuk meningkatkan CASA.

“Karena kami kreditnya panjang, di mana tenor KPR bahkan ada yang 25 tahun dan average maturity-nya rata-rata di atas 10 tahun, sehingga kalau dananya mengandalkan DPK relatif pendek-pendek. Kemudian dalam isu CASA, benar bahwa deposito kami masih paling banyak. Belakangan, kami mulai masuk ke arah perbaikan strategi CASA dan transaksi,” tambah Nixon.

Saat ini, Himbara telah mendominasi market share bank umum nasional, baik dari segi aset, pinjaman dan simpanan. Market share Himbara untuk aset sebesar 41,59 persen, pinjaman 43,54 persen dan simpanan 43,46 persen.

Peran Himbara dalam agenda pembangunan nasional tidak hanya terbatas pada penyaluran kredit semata. Lembaga ini juga mengambil peran dalam kaitannya pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan juga penyaluran bantuan sosial yang digulirkan oleh pemerintah.

Menjalankan peran sebagai agent of development, Himbara sebagai entitas bisnis tidak hanya bertugas untuk menciptakan “Economic Value” tetapi juga “Social Value” kepada seluruh stakeholders.

Himbara juga berkomitmen akan terus menjadi mitra utama pemerintah dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi. Salah satu strateginya adalah fokus pada strategi peningkatan daya beli masyarakat sebagai kunci pertumbuhan kredit atau business follow stimulus. Selain itu, masing-masing bank anggota Himbara akan fokus pada pertumbuhan kredit, sesuai dengan core business-nya.

“Kita harus bisa menyalurkan cashflow ke masyarakat, melalui penyaluran stimulus dan dengan memberikan lapangan pekerjaan. Untuk itu, proyek-proyek infrastruktur yang memiliki paling banyak multiplier effects dan mempekerjakan banyak orang tidak boleh berhenti. Selain itu, perlu ada perubahan regulasi agar piutang Bank Himbara tidak dikategorikan sebagai piutang negara, agar Bank Himbara bisa lebih lincah dalam menyelesaikan permasalahan tersebut secara Good Corporate Governance (GCG) dan jutaan UMKM bisa kembali mendapatkan akses untuk memperoleh kredit dari perbankan,” tutup Sunarso.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Himbara Siap Sukseskan Penyaluran Bantuan Tunai di 514 Kota

Himbara Siap Sukseskan Penyaluran Bantuan Tunai di 514 Kota

Bisnis | Rabu, 06 Januari 2021 | 10:44 WIB

Pencairan BPUM di BRI Dapat Dilakukan Hingga Januari 2021

Pencairan BPUM di BRI Dapat Dilakukan Hingga Januari 2021

Bisnis | Senin, 04 Januari 2021 | 16:57 WIB

Optimisme BRI Menyongsong Tahun 2021

Optimisme BRI Menyongsong Tahun 2021

Bisnis | Senin, 04 Januari 2021 | 11:11 WIB

Bangkitkan UMKM, Ini Strategi BRI Akselerasi Penyaluran KUR Tahun 2021

Bangkitkan UMKM, Ini Strategi BRI Akselerasi Penyaluran KUR Tahun 2021

Bisnis | Sabtu, 02 Januari 2021 | 12:14 WIB

Bansos Diharapkan Jadi Motor Penggerak Daya Beli di Awal Tahun

Bansos Diharapkan Jadi Motor Penggerak Daya Beli di Awal Tahun

Bisnis | Kamis, 31 Desember 2020 | 14:10 WIB

Digital Banking BRImo Semakin Seru dengan Promo Paket Data Telkomsel

Digital Banking BRImo Semakin Seru dengan Promo Paket Data Telkomsel

Bisnis | Kamis, 31 Desember 2020 | 13:37 WIB

Terkini

Harga Minyak Mentah Rekor Terendah dalam 2 Pekan, Mulai Turun di Bawah US$100

Harga Minyak Mentah Rekor Terendah dalam 2 Pekan, Mulai Turun di Bawah US$100

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 10:09 WIB

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.700 per Dolar, Pengamat Ungkap Faktor Penentu

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.700 per Dolar, Pengamat Ungkap Faktor Penentu

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 09:55 WIB

Harga Emas Antam Melonjak Lagi, Tembus Rp 2,8 Juta/Gram

Harga Emas Antam Melonjak Lagi, Tembus Rp 2,8 Juta/Gram

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 09:50 WIB

Suku Bunga BI Naik, Cicilan Utang Jadi Lebih Mahal? Cek Simulasi Terbarunya

Suku Bunga BI Naik, Cicilan Utang Jadi Lebih Mahal? Cek Simulasi Terbarunya

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 09:47 WIB

Setelah Dijewer Dony Oskaria, PTPN Baru Bebaskan Kakek Mujiran

Setelah Dijewer Dony Oskaria, PTPN Baru Bebaskan Kakek Mujiran

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 09:40 WIB

Ahli Ungkap Alasan Pemulihan Listrik Sumatra Tak Bisa Instan

Ahli Ungkap Alasan Pemulihan Listrik Sumatra Tak Bisa Instan

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 09:34 WIB

Novo Nordisk Kantongi Restu FDA, Insulin Seminggu Sekali Resmi Meluncur

Novo Nordisk Kantongi Restu FDA, Insulin Seminggu Sekali Resmi Meluncur

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 09:18 WIB

IHSG Dibuka Hijau Lagi, Bertahan di Level 6.100

IHSG Dibuka Hijau Lagi, Bertahan di Level 6.100

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 09:16 WIB

IHSG Anjlok 8,5 Persen Pekan Lalu, Masihkah Ada Harapan Rebound Hari Ini?

IHSG Anjlok 8,5 Persen Pekan Lalu, Masihkah Ada Harapan Rebound Hari Ini?

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 09:13 WIB

Update Harga Emas Hari Ini 25 Mei 2026, Antam Sulit Tembus Level Rp3 Juta

Update Harga Emas Hari Ini 25 Mei 2026, Antam Sulit Tembus Level Rp3 Juta

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 09:05 WIB