Guru Besar UI: Kolaborasi Lembaga Keuangan Perluas Akses Bisnis UMKM

Fitri Asta Pramesti

Sabtu, 13 Maret 2021 | 12:56 WIB
Guru Besar UI: Kolaborasi Lembaga Keuangan Perluas Akses Bisnis UMKM
Guru Besar FEB UI Rofikoh Rokhim. (Dok. BRI)

Suara.com - Pembiayaan untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ultra mikro tidak lagi cukup hanya dilakukan oleh lembaga perbankan. Kolaborasi berbagai lembaga keuangan harus dilakukan untuk memperluas akses pelaku UMKM dan ultra mikro mendapat pembiayaan sehat.

Pendapat tersebut dikemukakan Rofikoh Rokhim dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar di FEB Universitas Indonesia, Sabtu (13/3). Dalam pidato yang berjudul Perbankan dan Keuangan Sosial: Aspek Berkelanjutan untuk Kesejahteraan, Rofikoh menyoroti pentingnya penerapan nilai keberlanjutan (sustainability) dilakukan oleh lembaga keuangan khususnya bank.

Salah satu cara penerapan nilai berkelanjutan oleh lembaga keuangan bisa melalui penyaluran pembiayaan untuk UMKM. Pemberian kredit bagi pelaku usaha ultra mikro, mikro, dan kecil, otomatis akan berdampak pada naiknya tingkat inklusi keuangan masyarakat Indonesia.

Hingga 2019 lalu, tingkat inklusi keuangan masyarakat di Indonesia baru mencapai 76,19 persen. Angka ini dirasa masih kurang, dan perlu ditingkatkan dengan salah satunya melalui jalur pembiayaan secara luas kepada pelaku UMKM dan ultra mikro.

Guru Besar FEB UI Rofikoh Rokhim. (Dok. BRI)
Guru Besar FEB UI Rofikoh Rokhim. (Dok. BRI)

“Angka ini menunjukkan bahwa belum semua penduduk Indonesia dapat menikmati akses jasa keuangan, dan sebagian di antaranya bisa jadi merupakan pelaku UMKM. Padahal salah satu penentu keberlangsungan suatu usaha adalah kemampuannya memperoleh akses permodalan yang terjangkau. Data menunjukkan, bahwa UMKM mendapatkan pembiayaan dari perbankan sebesar Rp1.091 triliun pada bulan Desember 2020, yaitu masih sekitar 25 persen dari total kredit yang disalurkan oleh perbankan,” tutur Rofikoh.

Dia menyebut ada empat penyebab sulitnya UMKM mendapat akses pembiayaan formal selama ini. Pertama, adanya information opacity (kekurangan informasi) karena UMKM biasanya tidak masuk audit lembaga perbankan, minim menggunakan teknologi, dan asetnya tidak dijamin.

Kedua, ada information asymmetry yang berujung pada terjadinya credit rationing dari bank. Rasionalisasi kredit menyebabkan banyak pelaku UMKM yang dibebankan biaya pembiayaan tinggi oleh bank, untuk mengantisipasi potensi default dari debitur.

Ketiga, adanya kondisi granularity atau karakter pembiayaan UMKM yang selama ini banyak tapi tersebar kecil-kecil. Keempat, meningkatnya monitoring cost perbankan untuk mengawasi pembiayaan granular, sehingga mengurangi efisiensi lembaga keuangan.

“Hal ini menuntut transformasi antar lembaga-lembaga yang ada dalam industri keuangan di Indonesia, untuk lebih meningkatkan kolaborasi demi penguatan jejaring perbankan kepada sektor UMKM. Penyaluran kredit kepada UMKM ini tidak cukup hanya dilakukan oleh sektor perbankan, melainkan juga berbagai lembaga, di antaranya Permodalan Nasional Madani (PNM) dengan produk ultra mikro (UMi) Mekaar secara berkelompok kepada lebih dari 8 juta wanita dari keluarga pra-sejahtera. Pegadaian juga penyaluran pembiayaan UMi kepada sekitar 219 ribu nasabah. Bahana Artha Ventura juga sekitar 270 ribu nasabag UMi,” tuturnya.

baca juga

Selain UMi, sejak 2007 ada kebijakan kredit usaha rakyat (KUR) yang ditujukan bagi UMKM. Penelitian menunjukkan KUR membantu UMKM, karena kemudahan persyaratan.

KUR banyak digunakan untuk perluasan usaha serta peningkatan kegiatan sektor produktif. Bahkan para penerima KUR ini menyatakan telah menerapkan konsep creating shared value dengan memperhatikan aspek sosial dan aspek lingkungan dalam menjalankan bisnis. Nasabah KUR meyakini penyaluran pembiayaan ini menciptakan nilai bersama secara mutual antara Bank dan juga debitur.

Tidak heran jika di masa pendemi, para account officer rela menambah 20% jam kerja untuk tetap menyalurkan KUR demi terus menjaga kelangsungan bisnis dari sisi penawaran dan permintaan agar perekonomian terus bergerak. Sungguh pengabdian nyata.

Rofikoh berkata bahwa keberadaan akses permodalan yang luas dan dukungan dari banyak lembaga membuat UMKM makin berkesempatan meningkatkan skala usahanya. Peningkatan skala usaha UMKM akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Kolaborasi dari berbagai lembaga keuangan, sambung Rofikoh, saat ini menjadi penting untuk menciptakan semangat sharing economy. Kerjasama juga akan berdampak besar pada peningkatan inklusivitas, produktivitas, dan peningkatan pendapatan masyarakat.

Skala bisnis UMKM yang tumbuh juga akan membuat semakin banyaknya pendanaan bisa diraih lembaga keuangan. Kemudian, akan ada semakin banyak pelaku UMKM dan ultra mikro yang bertransaksi melalui perbankan/lembaga keuangan, sehingga meningkatkan traffic aktivitas lembaga keuangan. Pada akhirnya, bank juga bisa meraih keuntungan dengan penyaluran pembiayaan yang meningkat kepada UMKM-UMKM naik kelas nanti.

Menurut Rofikoh, hal ini sejalan dengan pengertian mengenai social banking atau social finance bahwa industri keuangan selayaknya mengembalikan penggunaan uang kepada kehidupan nyata atau ekonomi riil. Misi sosial ini mampu diperluas dengan adanya penyaluran dana dari perbankan melalui lembaga keuangan mikro. 

“Dengan menggabungkan kontribusi dari berbagai pemangku kepentingan, maka diharapkan lembaga keuangan dapat semakin memperkuat tujuan untuk menyeimbangkan peran secara sosial dan pencapaian profit. Hal ini merupakan salah satu cara untuk memperkuat peran sektor keuangan dalam membantu masyarakat dalam mencapai tujuannya dan menjadi sistem pendukung di dalam masyarakat,” tandas Rofikoh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bos BRI Ungkap Rahasia Kinerja Positif BRI Selama Pandemi Covid-19

Bos BRI Ungkap Rahasia Kinerja Positif BRI Selama Pandemi Covid-19

Bisnis | Jum'at, 12 Maret 2021 | 10:56 WIB

Dorong Ekonomi Desa, BRI Targetkan 1.000 Desa Jadi Desa BRILIAN

Dorong Ekonomi Desa, BRI Targetkan 1.000 Desa Jadi Desa BRILIAN

Bisnis | Kamis, 11 Maret 2021 | 11:58 WIB

BRI Apresiasi Penangkapan Sindikat Pembobol ATM di Klaten

BRI Apresiasi Penangkapan Sindikat Pembobol ATM di Klaten

Jogja | Selasa, 09 Maret 2021 | 19:26 WIB

Salurkan Bantuan Stimulus Pemerintah, Mantri BRI Gerakkan Ekonomi Daerah 3T

Salurkan Bantuan Stimulus Pemerintah, Mantri BRI Gerakkan Ekonomi Daerah 3T

Bisnis | Selasa, 09 Maret 2021 | 16:26 WIB

Resilience, Bisnis Internasional Milik BRI Tetap Tumbuh di Tengah Pandemi

Resilience, Bisnis Internasional Milik BRI Tetap Tumbuh di Tengah Pandemi

Bisnis | Senin, 08 Maret 2021 | 11:03 WIB

Berikan Imbal Hasil 5.47%, Sukuk Ritel SR014 Dapat Dibeli lewat BRI

Berikan Imbal Hasil 5.47%, Sukuk Ritel SR014 Dapat Dibeli lewat BRI

Bisnis | Minggu, 07 Maret 2021 | 12:05 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Asap Kiriman, 452 Hektare Lahan Palembang Terbakar di Tengah Ekspansi Properti

Bukan Sekadar Asap Kiriman, 452 Hektare Lahan Palembang Terbakar di Tengah Ekspansi Properti

Sumsel | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:30 WIB

Sultan HB X Pertanyakan Mekanisme Gaji ASN Lewat Kopdes Merah Putih

Sultan HB X Pertanyakan Mekanisme Gaji ASN Lewat Kopdes Merah Putih

Jogja | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:16 WIB

Sering Alami Kedutan Kelopak Mata Kiri Atas? Ini Artinya Menurut Medis

Sering Alami Kedutan Kelopak Mata Kiri Atas? Ini Artinya Menurut Medis

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:15 WIB

BGN Usut Kasus Dugaan Penganiayaan KPPG Bogor

BGN Usut Kasus Dugaan Penganiayaan KPPG Bogor

Jabar | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:09 WIB

Rangkuman Kericuhan Demo Karhutla Sumsel: Ormas Berbaju Hitam, 2 Jurnalis Dianiaya, 2 Tersangka

Rangkuman Kericuhan Demo Karhutla Sumsel: Ormas Berbaju Hitam, 2 Jurnalis Dianiaya, 2 Tersangka

Sumsel | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:09 WIB

'Beautiful Pain': Kisah Perjuangan Perempuan yang Berani Keluar dari Pernikahan Toxic

'Beautiful Pain': Kisah Perjuangan Perempuan yang Berani Keluar dari Pernikahan Toxic

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:07 WIB

Amarah Rakyat Meledak! Demonstrasi Besar Meluas di 4 Negara Eropa Dipicu Biaya Hidup Mahal

Amarah Rakyat Meledak! Demonstrasi Besar Meluas di 4 Negara Eropa Dipicu Biaya Hidup Mahal

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Ter Stegen Main Buruk, Pelatih Ajax Bakal Turunkan Maarten Paes Lawan FC Groningen?

Ter Stegen Main Buruk, Pelatih Ajax Bakal Turunkan Maarten Paes Lawan FC Groningen?

Bola | Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:48 WIB

Prabowo Sambut Sekjen PBB Antnio Guterres di Hambalang

Prabowo Sambut Sekjen PBB Antnio Guterres di Hambalang

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:45 WIB

Tren Baru Wisata MICE, Ketika Agenda Bisnis Dipadukan dengan Pengalaman Liburan

Tren Baru Wisata MICE, Ketika Agenda Bisnis Dipadukan dengan Pengalaman Liburan

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:42 WIB

×