Sampoerna : Pandemi Covid-19 Momentum untuk Bangkit dan Lebih Maju

Iwan Supriyatna

Rabu, 07 April 2021 | 07:30 WIB
Sampoerna : Pandemi Covid-19 Momentum untuk Bangkit dan Lebih Maju
Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk Mindaugas Trumpaitis.

Suara.com - Upaya pemerintah dalam melakukan digitalisasi ekonomi di tengah situasi pandemi COVID-19 merupakan hal yang tepat.

Dengan didukung peningkatan kualitas infrastruktur, konektivitas internet, serta edukasi, khususnya kepada para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pemulihan ekonomi nasional berada di jalan yang benar.

Pandemi COVID-19 dapat menjadi momentum yang tepat untuk mengintegrasikan UMKM ke dalam ekosistem digital.

"Penting agar kita memanfaatkan peluang yang muncul dari pandemi untuk bergerak maju. Dari sisi retail, kita bisa kita pergunakan momentum untuk mengadopsi teknologi secara lebih luas, baik untuk mempermudah akses konsumen maupun mempermudah operasi. Dari sisi lingkungan kerja, sebaiknya kita mempertahankan fleksibilitas tempat kerja dimana karyawan bisa bekerja dari rumah maupun dari kantor. Peran kantor lalu akan bergeser menjadi tempat networking dan berkolaborasi," ujar Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk Mindaugas Trumpaitis dalam webinar bertajuk “Technology for Recovery” pada acara Indonesia Summit yang digelar oleh The Economist, ditulis Rabu (7/4/2021).

Pada kesempatan yang sama, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro, mengatakan bahwa digitalisasi UMKM sangat diperlukan untuk mendukung pemulihan ekonomi serta menjadi jembatan gap terbesar dalam proses digitalisasi UMKM yakni produk yang tidak standar.

Lebih lanjut Mindaugas mengatakan, Sampoerna terus mendukung UMKM di Indonesia, utamanya para pemilik toko kelontong yang tergabung dalam Sampoerna Retail Community (SRC), dalam melakukan transformasi digital melalui aplikasi AYO SRC.

Melalui aplikasi ini, lebih dari 130.000 pemilik toko kelontong SRC dapat melakukan banyak hal, mulai dari manajemen stok toko, hingga pemesanan barang dan pembayaran secara digital.

"Para pemilik toko kelontong SRC yang menggunakan teknologi ini berhasil meningkatkan pendapatan secara rerata sebesar 50 persen," kata Mindaugas.

Sejak diluncurkan pada 2019, Sampoerna terus mengembangkan aplikasi AYO SRC sesuai dengan kebutuhan para anggotanya.

baca juga

Saat ini, aplikasi AYO SRC memiliki sejumlah fitur, termasuk Pojok Bayar, di mana konsumen dapat melakukan pembelian dan pembayaran secara daring, serta Pojok Modal, di mana pemilik toko kelontong SRC mendapat akses pinjam-meminjam antarpihak (peer-to-peer lending) dengan syarat peminjaman yang lebih mudah, serta bunga yang rendah.

Transformasi ini dinilai dapat mendorong inklusi dan literasi keuangan masyarakat, serta mempercepat tahapan pemulihan perekonomian nasional.

Lebih lanjut, Bambang menyebutkan bahwa salah satu tantangan dalam melakukan digitalisasi ekonomi, termasuk UMKM, adalah kualitas konektivitas, serta infrastruktur sistem teknologi informasi yang belum merata.

Ia pun mengatakan bahwa infrastruktur sistem teknologi informasi telah menjadi prioritas pemerintah.

"Pada tahun 2021, Indonesia telah menyatakan bahwa infrastruktur ICT (Information and Communication Technology) adalah bagian dari kebutuhan infrastruktur dasar, seperti air, sanitasi, jalan, serta listrik," katanya. Hal ini demi mempercepat akselerasi digitalisasi ekonomi.

Baru-baru ini, pemerintah juga meluncurkan program Konektivitas Digital 2021 yang bertujuan, antara lain, membangun infrastruktur penunjang konektivitas digital yang menghubungkan seluruh pelosok Indonesia.

Ia juga mendorong perusahaan telekomunikasi untuk turut mengambil peran untuk berinvestasi di sektor infrastruktur sistem teknologi informasi. Tak hanya itu, Bambang juga meminta agar jasa telekomunikasi dipatok dengan tarif yang lebih rendah sehingga terjangkau oleh mayoritas warga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Berharap Reformasi Struktural Bisa Dorong Pemulihan Ekonomi

Pemerintah Berharap Reformasi Struktural Bisa Dorong Pemulihan Ekonomi

Bisnis | Selasa, 06 April 2021 | 16:53 WIB

Dorong Pemulihan Ekonomi dari Segmen UMKM, Ini Inisiatif BRI

Dorong Pemulihan Ekonomi dari Segmen UMKM, Ini Inisiatif BRI

Bisnis | Jum'at, 02 April 2021 | 11:47 WIB

PMI Maret Sentuh Level 53,2, Menperin: Jerih Payah Pelaku Industri

PMI Maret Sentuh Level 53,2, Menperin: Jerih Payah Pelaku Industri

Bisnis | Kamis, 01 April 2021 | 18:35 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×